Mitigasi Abrasi Pantai dan Banjir Rob, Gubernur Jateng Gandeng PLN Restorasi Kawasan Pesisir Pantura

Friday, 17 March 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo menggandeng PT PLN (Persero) bersama masyarakat Jateng cegah abrasi pantai dan banjir rob dengan merestorasi kawasan pesisir Pantai Utara Jawa (Pantura), lewat Kick Off “Strategi Menuju Pantura Lestari” di Rembang, Kamis (16/3/2023).

Ganjar menjelaskan kawasan pantura merupakan salah satu jalur penting dalam menopang perekonomian nasional. Namun, tantangan iklim seperti abrasi, penurunan permukaan tanah dan juga banjir pasang air laut menjadikan semangat memerangi tantangan iklim digaungkan dan sejalan dengan program Pantura Lestari.

“Jalur Pantura yang bernilai strategis ini mampu memengaruhi perekonomian nasional. Untuk itu secara konsisten Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) hadir mengakomodir solusi dari lintas lembaga dan akademisi untuk mengambil langkah konkrit mengatasi fenomena banjir dan abrasi di jalur Pantura,” ujar Ganjar.

Berbagai strategi dilakukan Gubernur Ganjar untuk memitigasi bencana ini. Ganjar melakukan perluasan hutan mangrove di sepanjang pesisir Pantura. Hutan mangrove ini bahkan juga disulap menjadi destinasi ekowisata sehingga berdampak pada perekonomian masyarakat. Memanfaatkan sisa abu pembakaran batu bara PLTU milik PLN, Ganjar juga memasang tetrapod sebagai pemecah gelombang laut yang mengikis bibir pantai.

Upaya strategis dan efektif yang dilakukan di Rembang kali ini merupakan pilot project. Ke depan, Pemprov Jateng akan melanjutkan langkah yang sama di wilayah lain di sepanjang jalur pantura.

“Apa yang kita lakukan di Rembang ini sukses dan akan kita extend di daerah lain seperti Pekalongan, ada Tegal sedikit, Pemalang termasuk Brebes. Jadi, ini penting kita lakukan bersama sehingga bisa meminimalisir risiko abrasi pantai,” ujar Ganjar.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo memastikan PLN akan terus mendukung semangat Gubernur Jawa Tengah dalam merehabilitasi lingkungan pesisir Pantai Utara. Semangat Pemprov Jateng untuk memerangi iklim sejalan dengan upaya PLN dalam transisi energi demi mencapai Net Zero Emission (NZE). Maka, kata Darmawan PLN melakukan pendampingan kepada masyarakat untuk merawat lingkungan sekitar.

See also  BKSDA Jateng Translokasi Satwa Hasil Breeding ke Kalteng dan Jatim

“Kami melihat upaya Pemprov Jateng yang luar biasa. Dengan kepemimpinan Pak Ganjar, strategi restorasi lingkungan melalui penanaman mangrove, pembuatan tanggul sekaligus melibatkan peran aktif masyarakat mampu berjalan baik. Kami akan terus mendukung langkah ini yang sejalan dengan agenda transisi energi kami,” ujar Darmawan.

Ia menjelaskan PLN melakukan restorasi wilayah mangrove melalui penanaman 100 ribu mangrove. Langkah ini guna memitigasi risiko banjir dan abrasi di wilayah sekitar Pantai Utara Jawa khususnya di Pasar Banggi Rembang yang terdampak dari perubahan iklim.

Tanaman mangrove menjadi salah satu penopang pemanasan dari perairan laut. Dalam kolaborasi ini penanaman mangrove akan dilakukan di lahan seluas 10 hektar ini dibagi menjadi dua tahap, semester 1 dan 2. Sedangkan bibit mangrove yang digunakan berasal dari pembibitan kelompok tani setempat.

Nantinya, kolaborasi PLN dan Pemprov Jateng ini akan dilanjutkan dengan penanaman mangrove di wilayah lainnya yang masih membutuhkan restorasi tanaman mangrove di mana direncanakan untuk wilayah Pantai Utara Jawa kebutuhannya sekitar 437.860 batang mangrove dengan luas 100 hektar di tahun 2023.

Selain penanaman mangrove, Darmawan menjelaskan PLN menggunakan teknologi pengolahan sisa abu pembakaran batu bara di PLTU atau Fly Ash Bottom Ash (FABA) menjadi beton sebagai bahan baku tetrapod. Tetrapod ini berfungsi sebagai tanggul sementara dalam menahan terjangan ombak.

“Kami menggunakan FABA ini menjadi tetrapod. Ternyata dengan menggunakan FABA ini, biaya produksi pembuatan tetrapod bisa ditekan hingga 50 persen. Sehingga ini menjadi langkah strategis untuk mempercepat mitigasi abrasi pantai di sepanjang pesisir pantura,” tegas Darmawan.

Tetrapod merupakan struktur peredam gelombang laut yang terbuat dari beton. Dalam hal ini beton yang digunakan terbuat dari FABA yang dihasilkan dari PLTU Tanjung Jati B dan PLTU Rembang. Ia menjelaskan untuk produk tetrapod yang dihasilkan ada dua jenis, yaitu berat 100 kg dan satu ton.

See also  Pertashop di Jalan Tol Menarik Perhatian Pemudik Natal dan Tahun Baru

PLN memastikan penggunaan ini juga aman dan tidak akan mencemari lingkungan, karena kualitasnya sudah sesuai dengan standar nasional. Untuk produk FABA dari PLTU Tanjung Jati B telah lolos pengujian Laboratorium Bahan Konstruksi dari Universitas Sultan Agung dan produk FABA dari PLTU Rembang telah lolos uji laboratorium dari Universitas Diponegoro.

“Komposisi bahan tetrapod yang kami buat sudah paten dan sesuai dengan standar mutu nasional. Selain bisa menghemat biaya produksi juga dapat turut serta menjaga lingkungan sekitar,” tambah Darmawan.

Berita Terkait

DPD RI Dorong Diplomasi Parlemen Perkuat Kepentingan Daerah melalui FSAT
Tepat Waktu dan Bermutu, Hutama Karya Tuntaskan Pekerjaan Tanggap Darurat Sumber Daya Air di Aceh
DPD RI Perjuangkan RUU Daerah Kepulauan, Hentikan Ketimpangan Layanan Pendidikan dan Kesehatan
Inventarisasi Masalah di Lampung Demi Perubahan UU Perlindungan Nelayan
Pelajar Wonosobo: Indonesia Tak Kekurangan Orang Pintar, Tapi Butuh Integritas.
Dari Lingga, Pelajar Serukan Anak Muda Jangan Jadi Penonton Indonesia Emas
Rakornas Dukcapil 2026, Dukcapil Kepulauan Seribu Sabet Peringkat Tertinggi Capaian IKD
GKR Hemas: RUU Bahasa Daerah Jadi Langkah Strategis Menjaga Warisan Budaya di Era AI

Berita Terkait

Friday, 25 September 2026 - 14:45 WIB

DPD RI Dorong Diplomasi Parlemen Perkuat Kepentingan Daerah melalui FSAT

Thursday, 24 September 2026 - 16:30 WIB

Tepat Waktu dan Bermutu, Hutama Karya Tuntaskan Pekerjaan Tanggap Darurat Sumber Daya Air di Aceh

Thursday, 10 September 2026 - 16:21 WIB

DPD RI Perjuangkan RUU Daerah Kepulauan, Hentikan Ketimpangan Layanan Pendidikan dan Kesehatan

Monday, 7 September 2026 - 13:56 WIB

Inventarisasi Masalah di Lampung Demi Perubahan UU Perlindungan Nelayan

Tuesday, 11 August 2026 - 17:22 WIB

Pelajar Wonosobo: Indonesia Tak Kekurangan Orang Pintar, Tapi Butuh Integritas.

Berita Terbaru