Menkes Budi: Pemimpin Jangan Banyak Cerita Sedikit Eksekusi

Thursday, 15 June 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin menekankan kepada peserta pelatihan kepemimpinan Kementerian Kesehatan untuk lebih banyak bekerja daripada wacana. Untuk itu pihaknya akan membangun ekosistem mekanisme pendidikan tidak hanya difokuskan pada ruang kelas, melainkan juga implementasi langsung di tempat kerja masing masing.

”Jadi pemimpin itu jangan cerita banyak eksekusi dikit. Pemimpin harus menghasilkan sesuatu jangan terlalu banyak omong dan cerita, jadi kerja itu sampai selesai,” ujar Menkes Budi, di Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK) Jakarta, Rabu (14/6).

Pemimpin, lanjut Menkes bukan sekedar mendelegasikan pekerjaan kepada bawahannya, namun harus memastikan sendiri bahwa proses pekerjaan berjalan sesuai dengan target yang telah ditetapkan.

Salah satu tugas sebagai pemimpin adalah pilih anak buah yang terbaik. Pemimpin yang baik tidak mungkin bekerja sendiri, dia harus bisa bekerja dengan orang yang terbaik.

”Jadi mesti rekrut sendiri, pilih orang yang terbaik, tidak boleh didelegasikan,” ungkap Menkes Budi.

Selanjutnya, menjadi pemimpin harus amanah dan berhati baik. Baik itu bukan artinya lemah, bukan pula yang selalu memberikan yang diinginkan, tapi pemimpin yang benar-benar bekerja dan memiliki tujuan.

Tak hanya itu, Menkes Budi juga memberikan sejumlah pesan penting untuk bisa menjadi seorang pemimpin yang terbaik. Pertama mengenai pendidikan, ia menyebut ada 3 jenis pendidikan yang ada yakni pendidikan fisik, pendidikan akal, dan pendidikan hati.

Pendidikan fisik adalah pendidikan yang paling dasar dan paling relatif lebih mudah, yaitu belajar bergerak saat kecil, dan berolahraga untuk menjaga kesehatan. Setingkat lebih tinggi lagi ada pendidikan akal, contohnya belajar matematika, ilmu pengetahuan, ilmu sosial. Pendidikan ini biasa dilakukan di sekolah formal seperti di antaranya SD, SMP, SMA, perguruan tinggi.

See also  Kementan dan Polri Evaluasi Kerjasama Pengawasan Pemotongan Sapi Betina Produktif

Pendidikan yang lebih tinggi di atas pendidikan fisik dan akal adalah pendidikan hati. Hati ini menentukan indah tidak indah, suka tidak suka.

”Pendidikan hati ini diperlukan untuk memahami manusia dan ini tidak dilatih di pendidikan formal,” ucap Menkes Budi.

Ia melanjutkan, pemimpin harus memahami ketiga pendidikan tersebut agar apa yang dipimpinnya mendapatkan kemajuan.

Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK) Jakarta menyelenggarakan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II untuk Pejabat Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di lingkungan Kementerian Kesehatan. Sebanyak 60 orang peserta mengikuti pelatihan baik dari Kementerian Kesehatan maupun Kementerian/Lembaga lain. Diharapkan peserta menjadi pemimpin strategis yang dapat memobilisasi seluruh potensi pemerintah dan masyarakat, guna meningkatkan daya saing bangsa dan percepatan pembangunan nasional secara adil dan merata.

JPT Pratama memainkan peranan yang sangat menentukan dalam menetapkan kebijakan strategis instansi, memimpin bawahan dan seluruh Pemangku Kepentingan strategis untuk melaksanakan kebijakan tersebut secara efektif dan efisien. Tugas ini menuntutnya memiliki kemampuan kepemimpinan strategis, yaitu kemampuan dalam merumuskan kebijakan strategis dan kemampuan mempengaruhi pejabat struktural dan fungsional dibawahnya termasuk pemangku kepentingan lintas sektor lainnya untuk melaksanakan kebijakan strategis yang telah ditetapkan.

Berita Terkait

KSP Bersama Pemprov Sumut, Kementerian PU, ATR/BPN dan Hutama Karya Bahas Penyelesaian Tol Binjai–Langsa
Komisi V DPR Dukung Kelanjutan Tol Sumsel Garapan Hutama Karya
Kementerian PU Percepat Pembangunan Fasilitas Publik untuk Masyarakat Terdampak Bencana di Sumatra
Kementerian PU Pompa Air untuk 35 Hektare Sawah Terdampak Kekeringan di Lampung Selatan
Kementerian PU Terjunkan Alat Berat Pulihkan Jalan Nasional Terdampak Banjir Bandang di Solok
Hutama Karya dan IKA ITS Academy Berkolaborasi Bahas Business Streamlining BUMN Berbasis Nilai dan Tata Kelola
Bahu-Membahu Atasi Karhutla di Merauke, TEP UGM dan Warga Bupul Indah Selamatkan Permukiman
Kementerian PU Tegaskan Kelanjutan Pembangunan Gedung MRP Papua Selatan Setelah Putusan Hukum Inkrah

Berita Terkait

Wednesday, 23 September 2026 - 23:53 WIB

KSP Bersama Pemprov Sumut, Kementerian PU, ATR/BPN dan Hutama Karya Bahas Penyelesaian Tol Binjai–Langsa

Wednesday, 23 September 2026 - 18:30 WIB

Komisi V DPR Dukung Kelanjutan Tol Sumsel Garapan Hutama Karya

Wednesday, 23 September 2026 - 18:02 WIB

Kementerian PU Percepat Pembangunan Fasilitas Publik untuk Masyarakat Terdampak Bencana di Sumatra

Wednesday, 23 September 2026 - 06:38 WIB

Kementerian PU Pompa Air untuk 35 Hektare Sawah Terdampak Kekeringan di Lampung Selatan

Tuesday, 22 September 2026 - 18:11 WIB

Kementerian PU Terjunkan Alat Berat Pulihkan Jalan Nasional Terdampak Banjir Bandang di Solok

Berita Terbaru

Nasional

Komisi V DPR Dukung Kelanjutan Tol Sumsel Garapan Hutama Karya

Wednesday, 23 Sep 2026 - 18:30 WIB