Bahlil Dukung Investasi PepsiCo, Buktikan RI Tak Hanya Urus Negara Tertentu

Thursday, 31 August 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia hadir meresmikan peletakan batu pertama fasilitas manufaktur PT PepsiCo Indonesia Foods and Beverages (PepsiCo Indonesia) di Cikarang, Jawa Barat pada kemarin siang (30/8). Turut hadir pada kegiatan ini yaitu Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Atase Perdagangan Amerika Serikat untuk Indonesia Melissa Marszalek, CEO Asia Business Unit PepsiCo Parinya Kitjatanapan (Eric), dan CEO PepsiCo Indonesia Asif Mobin.

Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia memberikan apresiasi kepada PepsiCo Indonesia dan menyatakan bahwa pembangunan pabrik ini adalah langkah yang sangat strategis. Bahlil menambahkan juga bahwa hal ini sejalan dengan fokus pemerintah yang sedang mendorong hilirisasi industri, tidak hanya pada sektor pertambangan, minyak dan gas, namun juga sektor makanan.

“Apa yang dilakukan hari ini adalah bentuk hilirisasi yang komprehensif karena mempertemukan masyarakat lokal yang punya bahan baku pertanian dengan Pepsi. Hasilnya bisa untuk penetrasi pasar dalam negeri maupun global melalui ekspor bersertifikat halal,” ucap Bahlil.

Investasi PepsiCo asal Amerika Serikat yang bernilai sekitar USD200 juta ini adalah tindak lanjut dari kunjungan kerja Bahlil ke Amerika Serikat bulan Juni lalu serta pertemuan sebelumnya di Davos. Bahlil juga menyampaikan berdasarkan data realisasi Kementerian Investasi/BKPM semester I tahun 2023, nilai investasi Amerika Serikat di Indonesia menempati peringkat ke-5 dengan nilai USD1,6 miliar.

“Artinya Indonesia terbuka akan investasi dari berbagai negara. Tidak benar bahwa Indonesia hanya mengurus negara tertentu saja. Sebuah negara yang terbuka, harus membuka ruang bagi semua negara yang akan masuk,” tekan Bahlil.

Selain itu, Bahlil juga menegaskan agar investasi PepsiCo melibatkan pengusaha lokal serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mengisi rantai pasok maupun rantai logistik. Bahlil berharap dari investasi ini, selain menambah pendapatan negara dan penciptaan lapangan kerja, investor besar sehingga bisa hidup berdampingan dan besar bersama-sama dengan pengusaha setempat.

See also  Punya Potensi Besar, PLN Kembangkan Biomassa Berbasis Keterlibatan Masyarakat

“Karena bagi kami bukan hanya berapa besar investasi masuk bagi pemerintah indonesia, tapi berapa besar dampak investasi bagi rakyat. Kolaborasi antara investor besar dan pengusaha lokal adalah kata kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi secara maksimal,” ungkap Bahlil.

CEO Asia Business Unit PepsiCo Parinya Kitjatanapan (Eric) menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Indonesia atas berbagai kemudahan berusaha kepada investor asing dalam merealisasikan investasi PepsiCo di Indonesia. Eric juga menyampaikan bahwa pabrik di Cikarang ini rencananya akan berproduksi pada awal 2025 dan mengutamakan pasar domestik terlebih dahulu dengan ambisi ekspor di masa mendatang.

“Pabrik kami akan memanfaatkan bahan baku hasil pertanian lokal termasuk kentang, jagung, dan bahan dasar bumbu untuk produk kami. Untuk itu, kami membutuhkan dukungan dan kolaborasi dengan pemerintah serta masyarakat untuk memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia,” jelas Eric.

Fasilitas manufaktur PepsiCo Indonesia ini merupakan yang pertama dibangun di Indonesia dan akan beroperasi dengan menerapkan prinsip keberlanjutan lingkungan dan akan menggunakan sumber listrik terbarukan. Pabrik yang akan dibangun di atas lahan seluas 60.000 m2 ini nantinya akan berdedikasi memproduksi sejumlah produk makanan ringan.

PepsiCo merupakan perusahaan global produsen berbagai makanan dan minuman yang berasal dari Amerika Serikat dan telah hadir di lebih dari 200 negara dan wilayah di seluruh dunia. Sejak tahun 2019, PepsiCo telah turut berpartisipasi dalam pengembangan komunitas petani Indonesia di Kabupaten Aceh Tamiang di Provinsi Aceh serta Kabupaten Siak, Pelalawan, dan Bengkalis di Provinsi Riau. (*)

Berita Terkait

BNI Perkuat Peran sebagai Bank Sahabat Mahasiswa melalui Jatinangor Music Fest
ALI 2026: Apresiasi Kinerja Layanan Investasi, Dorong Kemudahan Berusaha
Chandra Asri Group dan Bank Mandiri Perkuat Kerja Sama Strategis untuk Dukung Ekosistem Industri Petrokimia Nasional
Harga Cabai Rawit Merah Meroket, Pemprov DKI Ungkap Biang Keroknya
OJK Canangkan Bulan Dana Pensiun 2026, Ajak Warga Siapkan Hari Tua
Transaksi dan Ekosistem Terus Tumbuh, Kinerja Bank Mandiri Tetap Solid
Wamen Todotua Ungkap Tiga Strategi Jemput Investasi dan Perkuat Hilirisasi
Epson Indonesia Perkuat Komitmen terhadap Pelanggan melalui Customer Day 2026 di 50 Lokasi Authorized Service Partner

Berita Terkait

Friday, 18 September 2026 - 18:11 WIB

BNI Perkuat Peran sebagai Bank Sahabat Mahasiswa melalui Jatinangor Music Fest

Thursday, 17 September 2026 - 00:01 WIB

ALI 2026: Apresiasi Kinerja Layanan Investasi, Dorong Kemudahan Berusaha

Tuesday, 15 September 2026 - 17:40 WIB

Chandra Asri Group dan Bank Mandiri Perkuat Kerja Sama Strategis untuk Dukung Ekosistem Industri Petrokimia Nasional

Wednesday, 9 September 2026 - 09:10 WIB

Harga Cabai Rawit Merah Meroket, Pemprov DKI Ungkap Biang Keroknya

Monday, 7 September 2026 - 16:22 WIB

OJK Canangkan Bulan Dana Pensiun 2026, Ajak Warga Siapkan Hari Tua

Berita Terbaru

Foto Dok Astra

Berita Terbaru

Astra Raih Dua Penghargaan Fortune Indonesia 100 2026

Friday, 18 Sep 2026 - 17:01 WIB

foto istimewa

Berita Utama

BGN Perketat Tata Kelola Penerimaan Program MBG.

Friday, 18 Sep 2026 - 15:44 WIB