Perdana, Jemaah Haji Kloter 1 Embarkasi Surabaya Terbang ke Tanah Air

Saturday, 22 June 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 DAELPOS.com – Jemaah haji yang tergabung dalam kelompok terbang (Kloter) 1 Embarkasi Surabaya (SUB 01) terbang perdana ke Tanah Air, Jumat (21/6/2024) malam Waktu Arab Saudi (WAS). Ini sekaligus mengawali fase pemulangan gelombang pertama jemaah haji Indonesia dari Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah.

Jemaah kloter SUB 01 asal Bojonegoro tiba di Bandara Jeddah pukul 21.15 WAS. Mereka take off menuju Indonesia pukul 03.15 WAS dan dijadwalkan mendarat di Bandara Djuanda Surabaya pukul 21.05 WIB. Ada 366 jemaah haji dan lima petugas kloter yang terbang dengan Saudi Airlines, nomor penerbangan SV – 5632. Pemulangan kloter SUB 01 kemudian diikuti tiga kloter lain yakni BTH 01, SUB 02, dan SUB 03.

Setibanya di Bandara Jeddah, sebelum turun dari bus, masing-masing ketua rombongan membagikan paspor kepada jemaah. Ketika paspor diterima, jemaah turun satu persatu dari bus milik Masyariq dan diarahkan menuju paviliun B bandara untuk istirahat sejenak sembari menunggu proses check in.

Meski baru menempuh sekitar dua jam perjalanan dari Makkah, raut kegembiraan terlihat jelas pada wajah jemaah. Tanpa terkecuali, mulai yang muda, dewasa, hingga jemaah lansia.

Jemaah asal Bojonegoro, Karto Diprayitno tak bisa menyembunyikan rasa senang selama menjalankan ibadah di Makkah maupun Madinah. Bahkan, di usia 73 tahun dirinya bisa menunaikan semua rukun haji meski didampingi oleh keponakan.

“Paling berkesan itu ya hotelnya bagus. Prasmanannya (makanan) bagus. Semuanya bagus, Alhamdulillah. Pelayanan bagus semua. Kemarin ada teman kesasar satu hari gak ketemu. Akhirnya ditemukan teman dari Palembang, Probolinggo, dan kepolisian di Mina,” ujarnya.

Termasuk suasana di maktab Mina, dirinya merasa cukup nyaman meski kondisi tenda memang tidak seluas seperti di Arafah. Namun, baginya ibadah haji adalah melatih fisik sekaligus kesabaran.

See also  Kebijakan Buruk

“Memang di Mina sempit, tapi ya wajarlah orangnya banyak. Gak ada masalah, karena niatnya kita ibadah kan. Terus kesabaran itu yang penting. Kalau kamar mandi itu ya biasalah. Orang- orang ngantri. Saya usia 73 tahun bisa berangkat ke sini, Alhamdulillah,” ucap Karto.

Dirinya pun mendoakan Menteri Agama dan jajaran serta para petugas haji tahun ini dapat menuntaskan kerja dengan sehat dan lancar. “Semoga Pak Menteri Pak Yaqut sehat semua, terus besok bisa bagus lagi kepemimpinannya. Oke, mantap pak Yaqut,” ujarnya sambil tersenyum.

Rasa syukur dan gembira juga disampaikan jemaah haji asal Batam, Muhammad Thesar yang tergabung dalam kloter 01 Embarkasi Batam (BTH 01). Jemaah berusia 18 tahun ini sangat berkesan terutama saat menjalani ibadah puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

“Berkesannya itu saat di Arafah, nah itu terasa sekali bagaimana beratnya. Kemudian saat di Muzdalifah dan Mina. Tapi, mudah-mudahan itu setimpal dengan pahala yang didapat,” ujar Thesar.

Dirinya bercerita dari rangkaian ibadah di Armuzna yang paling menguras fisik saat menuju lokasi jamarat dari Maktab Mina. Selain cuaca panas, jarak yang cukup jauh juga memberikan pengalaman baru. Namun, untuk kondisi tenda di Mina yang dikeluhkan sejumlah jemaah, dirinya mengaku sudah cukup layak meski harus sedikit berdesak-desakan.

“Tenda di Mina, Alhamdulillah ada sedikit bisa dibilang lumayan nyaman dan tidak terlalu berdempet-dempet sekali. Kondisinya selagi bisa kami tempati dan kondisinya nyaman, itu sudah layaklah sebenarnya. Termasuk di Muzdalifah karena kita hanya sebentar, cuma dikasih karpet, saya rasa sudah cukup daripada duduk di bebatuan,” katanya.

Kemudian jemaah asal Bojonegoro lainnya, Siti Cholifah mengatakan petugas haji sudah melayani dengan sangat baik. Termasuk petugas kesehatan yang selalu sigap melayani jemaah lansia baik dalam kondisi sakit maupun perlu pendampingan khusus.

See also  Menteri Rosan: RI Akan Miliki Klaster Industri dengan Energi Bersih Hingga 6,6 GW

“Tendanya gak apa-apa menurut saya. Entah kalau yang lain. Kalau pelayanan haji ya saya ndak ada kendala apa – apa. Bagus ya,” ucap jemaah berusia 51 tahun itu.

Terpisah, Sekretaris Daker Bandara, Asep Rohadian mengatakan total ada empat kloter yang mengawali pemulangan jemaah ke Tanah Air dari bandara Jeddah. Secara keseluruhan, kondisi semua jemaah sehat meski sejumlah lansia harus didorong dengan kursi roda.

“Kami dari PPIH Arab Saudi sudah mengeluarkan surat edaran kepada jemaah untuk tidak membawa air zam-zam baik di koper bagasi maupun kabin,” kata Asep.

Sementara, pada Selasa 22 Juni 2024, total ada 21 kloter yang dipulangkan ke tanah air. Masing – masing 15 kloter melalui Bandara King Abdul Azis Jeddah, dan enam kloter melalui Bandara Amir Muhammad bin Abdul Azis (AMAA) Madinah.

Sedangkan untuk fase pemulangan pertama, melalui Bandara AMAA Madinah, dimulai pukul 07.30 WAS. Kloter 1 Embarkasi Solo (SOC 01) terbang dengan maskapai pesawat Garuda Indonesia, nomor penerbangan GA- 6201, mengangkut 360 jemaah, terdiri atas 355 jemaah dan 5 petugas.

Pemulangan gelombang pertama tahun ini tidak seluruhnya melalui Bandara Internasional King Abdul Azis, Jeddah. Ada lebih dari 40 kloter yang dipulangkan melalui bandara Amir Muhammad bin Abdul Azis Madinah.

Berita Terkait

Wajib Rangkul UMKM, Petani, Peternak, dan Nelayan: SPPG Dilarang Tolak Produk Lokal
HKA Perkuat Kompetensi Penanganan Kecelakaan Berbasis Praktik Nyata: RARC Internal sebagai Fondasi Pembelajaran Lanjutan
Kementrans Percepat Pemulihan Kawasan Transmigrasi Pasca Bencana Sumatera
Hutama Karya Rampungkan Huntara Tahap 2, Perkuat Upaya Pemulihan Pascabencana di Aceh Timur
Program Seragam Sekolah untuk Anak Penyintas Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar
Kementerian Transmigrasi Salurkan Bantuan bagi Warga Kawasan Transmigrasi Terdampak Bencana di Aceh
Mendes Yandri Bangkitkan Peternak di Tingkat Desa, Kolaborasi dengan Kurma Adzwa Farm
UMKM Transmigrasi Naik Kelas, Wamen Viva Yoga Gandeng Ajik Krisna Bali

Berita Terkait

Wednesday, 28 January 2026 - 12:42 WIB

Wajib Rangkul UMKM, Petani, Peternak, dan Nelayan: SPPG Dilarang Tolak Produk Lokal

Wednesday, 28 January 2026 - 12:00 WIB

HKA Perkuat Kompetensi Penanganan Kecelakaan Berbasis Praktik Nyata: RARC Internal sebagai Fondasi Pembelajaran Lanjutan

Wednesday, 28 January 2026 - 11:31 WIB

Kementrans Percepat Pemulihan Kawasan Transmigrasi Pasca Bencana Sumatera

Tuesday, 27 January 2026 - 17:19 WIB

Hutama Karya Rampungkan Huntara Tahap 2, Perkuat Upaya Pemulihan Pascabencana di Aceh Timur

Tuesday, 27 January 2026 - 12:08 WIB

Program Seragam Sekolah untuk Anak Penyintas Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar

Berita Terbaru

Nasional

Mendes Yandri Sambangi Peternakan Telur Omega di Serang

Wednesday, 28 Jan 2026 - 19:02 WIB