Industri Manufaktur Panel Surya AS Pertama Lakukan Groundbreaking di KIT Batang Senilai Rp8 T

Wednesday, 2 October 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

DAELPOS.com – Industri manufaktur panel surya, SEG Solar Inc., menjadi investor pertama dari Amerika Serikat yang melakukan acara peletakan batu pertama (groundbreaking) di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB). Perusahaan itu secara resmi memulai investasi hilirisasi pasir silika.

Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Nurul Ichwan yang mewakili Menteri Investasi/Kepala BKPM menekankan, pentingnya peningkatan realisasi investasi khususnya pada ekosistem industri panel surya guna mendukung pencapaian target bauran energi terbarukan sebesar 42% pada tahun 2030.

“Capaian bauran energi terbarukan hingga saat ini baru mencapai sekitar 14%,” ujar dia di KIT Batang, Jawa Tengah, Senin (30/09/2024), yang didampingi oleh Pj. Bupati Batang, Co-Founder SEG Solar Inc. sekaligus Komisaris PT SEG Solar Manufaktur Indonesia, serta Direktur Utama KITB.

Nurul Ichwan mengatakan, Kementerian Investasi/BKPM mendukung sepenuhnya investasi hilirisasi pasir silika oleh PT SEG Solar Manufaktur Indonesia. Hal itu menandakan keseriusan Pemerintah dalam mengimplementasikan program hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah.

“Termasuk memperkuat komitmen Indonesia untuk menjadi bagian dari global supply chain, serta untuk mencapai target Nationally Determined Contribution (NDC) dan bauran energi terbarukan melalui penguatan ekosistem industri panel surya,” jelas Nurul.

Ia menambahkan, upaya mendukung masuknya investasi berteknologi tinggi, Indonesia perlu menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas sehingga dapat merasakan manfaat dari investasi tersebut bagi penyerapan tenaga kerja lokal.

Ciptakan 2.000 Lapangan Kerja

Data Kementerian Investasi/BKPM mencatat, proyek industri panel surya ini akan menjadi pabrik panel surya terintegrasi terbesar SEG Solar di Asia Tenggara untuk mendukung rantai pasok secara global, dengan total rencana investasi sebesar US$500 juta atau setara Rp 8 triliun. Pabrik ini diperkirakan akan menyerap hingga 2.000 tenaga kerja dalam kurun waktu 5 tahun mendatang, dengan total kebutuhan lahan seluas 40 Ha.

See also  Mulai Senin 29 Agustus 2022, Pemeliharaan Ruas Tol Jagorawi Kembali Dilanjutkan

Pembangunan pabrik panel surya yang dilaksanakan ditargetkan selesai pada tahun 2025. Total kapasitas produksi sebesar 5 Gigawatt, yang akan diekspor terutama ke Amerika Serikat, dan juga untuk pasar dalam negeri.

Sebagaimana diketahui, pelaksanaan groundbreaking ini merupakan tindak lanjut penandatanganan perjanjian pra-kerja sama antara SEG Solar Inc., PT ATW Solar Manufaktur Indonesia dan KITB pada tanggal 23 Juni 2023 di Washington DC, yang turut disaksikan Menteri Investasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, yang pada saat itu menjabat sebagai Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat.

Hubungan Bilateral Komprehensif

Indonesia dan Amerika Serikat memiliki komitmen kuat dalam meningkatkan hubungan bilateral yang komprehensif, termasuk di bidang investasi. Investasi dari Amerika Serikat menunjukkan peningkatan yang relatif siginifikan, dengan rata-rata pertumbuhan tahunan pada periode setelah pandemi sebesar 2,3 kali lebih besar dari rata-rata pertumbuhan tahunan pada masa pandemi.

Pada tahun 2023, perusahaan-perusahaan yang berasal dari Amerika Serikat telah menambah nilai investasi hingga US$3,3 miliar dengan pertumbuhan yang relatif stabil sejak tahun 2021. Pada semester pertama tahun 2024, Amerika Serikat berada pada peringkat keempat sebagai negara sumber Penanaman Modal Asing (PMA) dengan nilai investasi hampir mencapai US$2 miliar, atau 60% dari nilai investasi tahun sebelumnya.

“Produksi panel surya ini diharapkan dapat berkontribusi terhadap peningkatan kebutuhan konsumsi listrik nasional yang diproyeksikan akan meningkat rata-rata sebesar 4,1% per tahun dalam 10 tahun ke depan. Peningkatan konsumsi ini didorong dengan tingginya kebutuhan pelanggan individu dan maraknya pengembangan industri. Proyek hilirisasi pasir silika ini juga diharapkan dapat memainkan peran penting dalam pengembangan potensi energi terbarukan di Indonesia,” tutup Nurul Ichwan. (*)

 

Berita Terkait

Bersama Melangkah Menuju Keemasan, Bank Mandiri Perkuat Layanan Emas Terintegrasi di Livin’ by Mandiri
Ekspor Perdana Baterai Kendaraan Listrik Diresmikan, IWIP Bangun Proyek Strategis di Halmahera
Epson Hadirkan SureColor V4000, Printer UV Flatbed Ringkas untuk Bisnis
Tawarkan Lebih 5.000 Aset, Gebyar Lelang Serentak Nusantara BRI 2026
Joumpa Kini Bisa Dipesan di wondr by BNI, Perjalanan Nasabah Jadi Lebih Praktis
Hutama Karya Perkuat Pengendalian Pelaksanaan Proyek Jembatan Penghubung Pulau Kalimantan–Pulau Laut
Hilirisasi Masuki Babak Baru, Daya Saing Rantai Nilai Global Jadi Perhatian
Hadir di FEKDI x IFSE 2026, Telkom Solution Dukung Ekosistem Ekonomi dan Keuangan Digital Indonesia

Berita Terkait

Saturday, 10 October 2026 - 20:11 WIB

Bersama Melangkah Menuju Keemasan, Bank Mandiri Perkuat Layanan Emas Terintegrasi di Livin’ by Mandiri

Friday, 9 October 2026 - 08:19 WIB

Ekspor Perdana Baterai Kendaraan Listrik Diresmikan, IWIP Bangun Proyek Strategis di Halmahera

Wednesday, 7 October 2026 - 15:48 WIB

Epson Hadirkan SureColor V4000, Printer UV Flatbed Ringkas untuk Bisnis

Tuesday, 6 October 2026 - 20:04 WIB

Tawarkan Lebih 5.000 Aset, Gebyar Lelang Serentak Nusantara BRI 2026

Saturday, 3 October 2026 - 18:50 WIB

Joumpa Kini Bisa Dipesan di wondr by BNI, Perjalanan Nasabah Jadi Lebih Praktis

Berita Terbaru

foto ist

Megapolitan

31 Bangunan Terdampak, Warga Kapuk Mulai Angkat Kaki

Saturday, 10 Oct 2026 - 20:08 WIB