APBN 2026: Ambisius Bangun Negeri

Monday, 18 August 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menkeu Sri Mulyani ( foto Istimewa )

Menkeu Sri Mulyani ( foto Istimewa )

 daelpos.com – Rancangan APBN 2026 bekerja keras membangun bangsa. Postur RAPBN 2026 disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dalam Konferensi Pers tentang RAPBN dan Nota Keuangan di Jakarta pada Jumat (25/08).

Postur APBN 2026 dengan proyeksi pendapatan negara mencapai Rp3.147,7 triliun, atau tumbuh 9,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Target ini didorong oleh peningkatan penerimaan pajak serta optimalisasi penerimaan dari kepabeanan dan cukai, meski PNBP sedikit mengalami penurunan.

Dalam penjelasannya, Menkeu menyampaikan bahwa penerimaan pajak ditargetkan sebesar Rp2.357,7 triliun, yang berarti harus tumbuh sebesar 13,5 persen. Angka ini dinilai cukup ambisius.

“Untuk penerimaan pajak Rp2.357,7 triliun itu artinya harus tumbuh 13,5%. Itu cukup tinggi dan ambisius,” ungkap Menkeu.

Sementara itu, penerimaan dari kepabeanan dan cukai diperkirakan mencapai Rp334,3 triliun, atau naik 7,7 persen. Di sisi lain, PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) mengalami penurunan sebesar 4,7 persen menjadi Rp455 triliun, terutama karena tidak lagi diperolehnya dividen BUMN.

Untuk belanja negara, tumbuh 7,3 persen dari outlook 2025 menjadi Rp3.786,5 triliun, dengan alokasi besar diarahkan untuk mendukung program prioritas pemerintah. Belanja kementerian/lembaga naik signifikan sebesar 17,5 persen menjadi Rp1.498,3 triliun, sementara belanja non-KL mencapai Rp1.638,2 triliun, naik 18 persen.

“Agenda prioritas Presiden, ketahanan pangan, energi, pendidikan bermutu, kesehatan berkualitas, pembangunan desa koperasi, pertahanan semesta dan percepatan investasi dan perdagangan global, itu semuanya sudah masuk di dalam APBN, kecuali yang tadi dilakukan oleh Danantara secara terpisah,” jelas Menkeu.

Di sisi pembiayaan, defisit APBN diperkirakan sebesar Rp638,8 triliun atau 2,48 persen dari PDB. Angka ini turun 3,5 persen lebih rendah dibandingkan defisit tahun 2025. Keseimbangan primer juga diperkirakan semakin mendekati nol, dengan desain defisit primer di angka Rp39,4 triliun pada 2026.

See also  Uang Beredar Tetap Tumbuh pada Desember 2024

Berita Terkait

Pramono–Foke Tengok Produksi Dodol Legendaris Nyak Mai
Tol Batang–Semarang Perkuat Konektivitas, Dongkrak Ekonomi Jateng
Ramadan Berkah, Pertamina Ajak Puluhan UMKM Aktif dan Berdaya
Ajak DPP APKASI Solid, Mendes Harap Lahirkan Solusi Konkret bagi Kemajuan Desa
Trans Patriot Jadi Wadah Transfer Ilmu di Kawasan Transmigrasi
Ngabuburit Sehat di Taman Lapangan Banteng
Transjakarta Siapkan Layanan Gratis Saat Lebaran 2026, Tunggu SK Dishub
Kementerian Transmigrasi Dorong Produktivitas Durian Parigi Moutong untuk Ciptakan Ekosistem Ekonomi Baru

Berita Terkait

Saturday, 7 March 2026 - 05:38 WIB

Pramono–Foke Tengok Produksi Dodol Legendaris Nyak Mai

Saturday, 7 March 2026 - 00:33 WIB

Tol Batang–Semarang Perkuat Konektivitas, Dongkrak Ekonomi Jateng

Friday, 6 March 2026 - 14:06 WIB

Ramadan Berkah, Pertamina Ajak Puluhan UMKM Aktif dan Berdaya

Friday, 6 March 2026 - 09:46 WIB

Ajak DPP APKASI Solid, Mendes Harap Lahirkan Solusi Konkret bagi Kemajuan Desa

Friday, 6 March 2026 - 05:47 WIB

Trans Patriot Jadi Wadah Transfer Ilmu di Kawasan Transmigrasi

Berita Terbaru

News

Pramono–Foke Tengok Produksi Dodol Legendaris Nyak Mai

Saturday, 7 Mar 2026 - 05:38 WIB