Kementerian Transmigrasi Dorong Produktivitas Durian Parigi Moutong untuk Ciptakan Ekosistem Ekonomi Baru

Wednesday, 4 March 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com – Kementerian Transmigrasi mendorong peningkatan produktivitas komoditas durian di kawasan transmigrasi Kabupaten Parigi Moutong sebagai langkah menciptakan ekosistem ekonomi baru berbasis potensi unggulan daerah. Upaya ini ditujukan untuk membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta menarik investasi ke kawasan transmigrasi.

“Peningkatan produktivitas komoditas unggulan seperti durian harus didukung dengan kepastian lahan agar menarik minat investor. Oleh karena itu, Hak Pengelolaan Lahan (HPL) transmigrasi di Kabupaten Parigi Moutong perlu berada dalam clean and clear,” kata Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara saat menerima audiensi Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong yang dipimpin Bupati Erwin Burase, Selasa (3/3).

Mentrans menegaskan Sisa HPL transmigrasi di Parigi Moutong perlu kita tingkatkan menjadi sertifikat dan dilakukan valuasi agar dapat mengundang investor dari dalam maupun luar negeri.

“Fokus Kementerian Transmigrasi saat ini adalah produktivitas. Kami ingin memberi dampak langsung pada pendapatan masyarakat dan penciptaan lapangan kerja di kawasan transmigrasi. Jika produktivitas meningkat, investasi dari dalam dan luar negeri bisa masuk dan menyerap tenaga kerja sehingga daya beli masyarakat ikut meningkat,” kata Menteri Iftitah.

Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase menjelaskan sebagian besar masyarakat Parigi Moutong berkembang dari masyarakat transmigrasi. Selain sektor perikanan, daerah tersebut memiliki potensi besar pada komoditas durian.

“Sejak tahun 2023, komoditas unggulan kami adalah durian dan telah melakukan ekspor perdana ke Tiongkok sebanyak 20 ton,” katanya.

Bupati Erwin menyampaikan bahwa Parigi Moutong merupakan kabupaten terluas dan terbesar di Provinsi Sulawesi Tengah. Kawasan Tomini Raya merupakan kawasan transmigrasi dengan sektor unggulan perikanan, namun masih membutuhkan perhatian pada infrastruktur dasar.

“Kawasan Tomini Raya merupakan kawasan transmigrasi dengan sektor komoditas perikanan. Namun, infrastruktur dasar masih perlu diperhatikan. Penempatan awal transmigrasi di Parigi Moutong dimulai sejak tahun 1962,” ujar Bupati Erwin.

See also  Haji Uma Apresiasi Polri Ungkap Kasus Dugaan Korupsi Jampidsus

Dalam diskusi tersebut, Direktur Jenderal Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi (PPKTrans), Sigit Mustofa Nuruddin, menyampaikan pihaknya akan melakukan revitalisasi UPT Nelayan Moian serta mendorong sinergi pengembangan komoditas unggulan.

“Kami akan melakukan revitalisasi UPT Nelayan Moian di Kawasan Bahari Tomini Raya. Komoditas unggulan seperti durian dan kelapa akan kami sinergikan dengan Direktorat Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Masyarakat Transmigrasi (PEMT). Untuk ekspor, akan kami dorong melalui Kementerian Transmigrasi,” ujarnya.

Menteri Transmigrasi menyatakan ketertarikannya terhadap potensi Parigi Moutong, khususnya pada komoditas durian yang dinilai mampu menjadi penggerak ekonomi kawasan transmigrasi.

“Saya tertarik dengan Parigi Moutong dengan komoditas unggulan durian. Kita lihat potensi apa yang bisa dikembangkan secara bersama,” ujarnya.

Menteri Iftitah juga menekankan pentingnya menyatukan visi dalam pembangunan kawasan transmigrasi agar setiap program benar-benar berdampak bagi masyarakat.

“Yang paling penting adalah menyatukan visi, bahwa uang negara harus bisa dipertanggungjawabkan dengan bukti nyata, yaitu bagaimana kita mengentaskan kemiskinan dengan menciptakan banyak lapangan kerja. Arah transmigrasi sekarang adalah peningkatan produktivitas untuk menciptakan ekosistem ekonomi baru,” pungkasnya.

Berita Terkait

BNPB Imbau Warga Jauhi Pantai Pascagempa M7,7 di NTT
Kementerian PU Salurkan 8.000 Liter Air Bersih bagi Masyarakat Terdampak Kekeringan di Pebayuran Bekasi
Hutama Karya Melalui Anak Usaha Hutama Marga Waskita Raih Rekor MURI sebagai Tempat Istirahat dan Pelayanan Jalan Tol Pertama yang Memiliki Galeri Budaya
Kejar Swasembada Pangan, Kementerian PU Perkuat Irigasi Dan Libatkan Warga Papua Selatan
Direktur Human Capital & Legal HK Tinjau Proyek Konservasi Pantai Candidasa Fase 2 Paket I, Dorong Perlindungan Pesisir dan Pariwisata Berkelanjutan
Puan, Dasco, dan Sultan Kompak Inspeksi Ruang Sidang Bersama dan Makan Bakso
Kurangi Impor Aspal, Kementerian PU Genjot Pemanfaatan Aspal Merah Putih untuk Jalan Tol
Tinjau Sekolah Rakyat DKI Jakarta, Menteri PU Apresiasi Hutama Karya

Berita Terkait

Saturday, 15 August 2026 - 22:56 WIB

BNPB Imbau Warga Jauhi Pantai Pascagempa M7,7 di NTT

Saturday, 15 August 2026 - 10:13 WIB

Kementerian PU Salurkan 8.000 Liter Air Bersih bagi Masyarakat Terdampak Kekeringan di Pebayuran Bekasi

Friday, 14 August 2026 - 14:52 WIB

Hutama Karya Melalui Anak Usaha Hutama Marga Waskita Raih Rekor MURI sebagai Tempat Istirahat dan Pelayanan Jalan Tol Pertama yang Memiliki Galeri Budaya

Friday, 14 August 2026 - 14:44 WIB

Kejar Swasembada Pangan, Kementerian PU Perkuat Irigasi Dan Libatkan Warga Papua Selatan

Friday, 14 August 2026 - 14:37 WIB

Direktur Human Capital & Legal HK Tinjau Proyek Konservasi Pantai Candidasa Fase 2 Paket I, Dorong Perlindungan Pesisir dan Pariwisata Berkelanjutan

Berita Terbaru

foto ist

News

BNPB Imbau Warga Jauhi Pantai Pascagempa M7,7 di NTT

Saturday, 15 Aug 2026 - 22:56 WIB

Berita Terbaru

Bidik Investasi Rp2.322 T pada 2027, Keminveshil/BKPM Genjot Perizinan

Saturday, 15 Aug 2026 - 22:46 WIB

Ekonomi - Bisnis

Investasi Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi, Target 2027 Capai Rp2.322 Triliun

Saturday, 15 Aug 2026 - 21:12 WIB

Nasional

Menteri PU Kerahkan Alat Berat Tangani Longsoran Pasca Gempa NTT

Saturday, 15 Aug 2026 - 17:03 WIB