Berkunjung ke Pasar Apung Lok Baintan, Wamen: Jaga dan Rawat Tradisi Budaya

Thursday, 21 August 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com – Selepas subuh, Banjarmasin, 20/8/2025, masih terasa gelap. Hujan yang mengguyur semalam menambah dingin di kota terbesar di Kalimantan Selatan itu. Di tengah suasana yang membuat orang enggan beraktivitas itu tidak mengurungkan Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi untuk menuju ke dermaga menuju pasar apung.

Suasana jalan di Banjarmasin terlihat lengang dan sepi. Dermaga itu juga tempat kuliner, soto Banjar. Di dermaga ada perahu klotok, jukung mesin, untuk melintas ke berbagai tempat di sepanjang Sungai Martapura, terutama ke Pasar Apung (floating market) Lok Baintan.

Tiba di dermaga, suasana masih terasa gelap selain karena matahari belum muncul juga mendung, awan gelap, menaungi kota yang dulunya menjadi Ibu Kota Kalimantan Selatan. Perahu klotok yang tersedia segera dinaiki. Tak lama kemudian, sarana transportasi yang digerakan oleh mesin buatan Jepang itu bergerak meminggalkan tambatan.

Perahu yang tersusun dari kayu itu berjalan sedang sehingga jarak dari depot Soto Banjar Amat menuju ke Lok Baintan yang berada di Kabupaten Banjar ditempuh sekitar 45 menit.

Suasana pasar apung mulai terasa ketika terlihat seorang ibu mendayung sampan. Semakin mendekat ke titik utama pasar apung semakin banyak sampan hilir mudik di sungai yang didayung oleh para ibu, kaum perempuan. Mereka adalah pedagang yang menjajakan hasil kebun seperti mangga, jeruk, jambu, sawo, pisang, sirsat, sayuran; juga roti, nasi bungkus, kopi, teh, hingga kerajinan tangan khas Kalimantan di sepenggal Sungai Martapura itu.

Perahu klotok yang tiba langsung diserbu para ibu-ibu pedagang. Mereka mendekatkan bahkan menempelkan sampan di badan perahu klotok. Aktivitas itu tidak dilakukan oleh satu, dua, pedagang namun semuanya sehingga perahu yang ada dikepung. Mereka langsung menawarkan barang dagangannya.

See also  Pj Gubernur Heru Lakukan Pertemuan dengan Kapolda Metro

Viva Yoga merasa senang bisa berkunjung ke Lok Baintan. “Saya baru pertama kali ke sini”, ungkapnya. Ia takjub dengan banyak hal yang ada di pasar tradisional yang berada di sungai besar dan dalam itu. “Mereka cekatan, lincah, dan bisa menjaga keseimbangan saat menjajakan dagangannya”, ujarnya. “Lebih unik lagi dalam menjajakan dagangannya mereka menggunakan pantun dan berdendang”, tambahnya. “Dalam berpantun pun saya kalah”, ujarnya dengan tersenyum. Nilai-nilai budaya seperti ini menurutnya perlu dijaga dan dilestarikan.

Wakil Ketua Umum PAN itu memuji semangat bekerja kaum perempuan di sana yang giat melakukan aktivitas ekonomi. “Mereka perempuan tangguh dalam kehidupan”, tuturnya.

Kehadiran dirinya di sela kunjungan kerja di Kalimantan Selatan itu merupakan bentuk dukungan agar pasar apung itu tetap hidup di tengah semakin maraknya berdiri toko klontong. Untuk itu mantan anggota Komisi IV DPR membeli berbagai makanan dan buah yang dijajakan. Kebiasaan minum kopi juga dilakukan di sana dengan membeli kopi dari pedagang kopi di sampan.

Dirinya berharap pemerintah terus memperhatikan pasar itu. Viva Yoga mengajak masyarakat untuk berbelanja ke pasar tradisional agar geliat ekonomi di tengah masyarakat terus berputar.

Sebagai pelaku usaha kecil, UMKM, keberadaan mereka perlu terus disokong. Untuk lebih mengembangkan usahanya, baik saat berdagang di pasar apung maupun di pasar yang berada di darat, didorong agar mereka ikut program-program pemerintah yang membantu mereka, seperti menjadi anggota Koperasi Desa Merah-Putih. “Program pemerintah yang membantu rakyat perlu diserap oleh mereka agar usahanya tetap berjalan”, tuturnya.

Berita Terkait

950 Dapur MBG Disorot, Tak Higienis Siap-Siap Ditutup!
Berikan Orasi Ilmiah, Mendes Yandri Ajak Lulusan UIN SMH Banten Ciptakan Lapangan Kerja di Desa
Mendes Yandri Tegaskan Keberadaan KDMP Tidak Akan Menutup Warung-warung di Desa
Menkeu Turun Tangan, Dengarkan Jeritan Nelayan NTT
Kemenag Luncurkan 40 Buku PAI Berbasis AI, Belajar Agama Kini Makin Interaktif
Kemendag Dorong Komersialisasi Kekayaan Intelektual untuk Perkuat Daya Saing Produk Indonesia
BPKP Minta Tim Ekspedisi Patriot Bangun Rantai Pasok Kawasan Transmigrasi
HR CPO Turun, Bea Keluar Agustus Jadi USD 148 per Ton

Berita Terkait

Saturday, 8 August 2026 - 18:21 WIB

950 Dapur MBG Disorot, Tak Higienis Siap-Siap Ditutup!

Saturday, 8 August 2026 - 13:51 WIB

Berikan Orasi Ilmiah, Mendes Yandri Ajak Lulusan UIN SMH Banten Ciptakan Lapangan Kerja di Desa

Friday, 7 August 2026 - 20:06 WIB

Mendes Yandri Tegaskan Keberadaan KDMP Tidak Akan Menutup Warung-warung di Desa

Friday, 7 August 2026 - 13:17 WIB

Menkeu Turun Tangan, Dengarkan Jeritan Nelayan NTT

Thursday, 6 August 2026 - 15:32 WIB

Kemenag Luncurkan 40 Buku PAI Berbasis AI, Belajar Agama Kini Makin Interaktif

Berita Terbaru

Gedung Dinas Teknis Bapenda DKI Jakarta / foto ist

Megapolitan

Gedung Abdul Muis Terbakar, Data Pajak DKI Aman

Saturday, 8 Aug 2026 - 18:28 WIB

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono / foto ist

Berita Utama

950 Dapur MBG Disorot, Tak Higienis Siap-Siap Ditutup!

Saturday, 8 Aug 2026 - 18:21 WIB