BI-Rate Turun, Kredit Kian Mahal? DPD Yashinta Sekarwangi Soroti Beban Generasi Muda

Wednesday, 19 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com – Anggota Komite IV DPD RI dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), R.A. Yashinta Sekarwangi Mega, mempertanyakan efektivitas transmisi kebijakan moneter Bank Indonesia (BI) yang dinilai belum berpihak pada generasi muda.

Dalam Rapat Kerja Komite IV DPD RI dengan Gubernur Bank Indonesia dan Ketua Dewan Komisioner OJK, Senin (17/11/2025), Yashinta menyoroti keluhan utama yang ia temukan di masyarakat, khususnya generasi muda di DIY. “Meskipun BI-Rate telah diturunkan sebesar total 150 basis poin sejak September 2024, generasi muda belum merasakan dampak signifikan pada penurunan bunga kredit. Ini membuat mereka khawatir untuk memulai usaha dan menyicil rumah karena harganya menjadi tidak terjangkau,” ujar Yashinta.

Yashinta memaparkan fenomena sticky downward, di mana suku bunga kredit perbankan sangat lambat merespons ketika BI-Rate turun. Sebaliknya, perbankan sangat cepat menaikkan suku bunga kredit, khususnya KPR dan kredit konsumsi, ketika BI-Rate dinaikkan. Ia mempertanyakan langkah konkret BI untuk mendorong perbankan agar lebih cepat merespons penurunan suku bunga acuan. “Suku bunga kredit perbankan di Indonesia bersifat sticky downward yang artinya ketika Bank Indonesia menurunkan suku bunga acuannya atau BI-Rate, perbankan merespons dengan sangat lambat untuk menurunkan suku bunga kredit mereka. Sebaliknya, ketika BIRate dinaikkan, suku bunga kredit, khususnya KPR dan kredit konsumsi merespons dengan sangat cepat,” kata Yashinta.

Selain isu suku bunga, Yashinta juga menyoroti adanya kenaikan mengenai NPL dari sektor UMKM antara Bulan Februari dan Agustus 2025. “Data pada Bulan Februari 2025 memperlihatkan bahwa NPL UMKM sebesar 4,15%, dan NPL Non UMKM sebesar 1,76% dengan gap risiko sebesar 2,39%. Namun data pada bulan Agustus 2025 memperlihatkan adanya kenaikan pada NPL UMKM menjadi 4,7%. Hal ini memperlihatkan bahwa sektor UMKM masih rentan terhadap kemampuan mereka untuk melunasi kredit yang ada,” ujar Yashinta.

See also  Optimalkan Nikel Indonesia, Pertamina Siap Kembangkan Ekosistem Baterai EV

Ia juga menegaskan bahwa tingginya NPL UMKM seringkali bukan disebabkan oleh karakter debitur, melainkan karena kurangnya pendampingan bisnis dan literasi keuangan. “Saya melihat NPL UMKM yang tinggi seringkali bukan karena karakter debitur, namun karena kurangnya pendampingan. Oleh karena itu, saya merekomendasikan dan mendorong OJK untuk membuat skema yang mewajibkan perbankan menyalurkan kredit UMKM, khususnya kepada generasi muda dibarengi dengan adanya program pendampingan bisnis dan literasi keuangan yang intensif,” tegas Anggota DPD RI termuda dari DIY tersebut.

Menurutnya, langkah ini penting agar usaha yang dijalankan generasi muda bisa lebih berkembang sekaligus mematahkan stigma bahwa UMKM yang dimiliki anak muda merupakan debitur berisiko tinggi. Permasalahan yang ada ditanggapi oleh Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo yang menegaskan bahwa BI selalu berkoordinasi dengan OJK.

BI telah menurunkan suku bunga, namun transmisi ke suku bunga kredit dan deposito di perbankan memang tidak kunjung turun. Permasalahan ini, menurutnya, menjadi fokus koordinasi antara Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan. “Bank Indonesia selalu berkoordinasi dengan OJK. BI sudah menurunkan suku bunga acuan atau BI-Rate, namun suku bunga kredit dan suku bunga deposito di perbankan tidak kunjung turun. Permasalahan ini yang menjadi fokus koordinasi antara BI dan OJK agar dapat mempercepat penurunan suku bunga di perbankan. Dalam hal ini, Bank Indonesia sebagai regulator makro perbankan, dan OJK regulator mikro perbankan,” ujar Perry Warjiyo.

Rapat Kerja antara Komite IV DPD RI dengan Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan merupakan komitmen untuk menghasilkan kebijakan moneter yang mendukung pertumbuhan ekonomi, utamanya pada sektor rill yang ada di masyarakat.*

 

Berita Terkait

BNI Perkuat Peran sebagai Bank Sahabat Mahasiswa melalui Jatinangor Music Fest
ALI 2026: Apresiasi Kinerja Layanan Investasi, Dorong Kemudahan Berusaha
Chandra Asri Group dan Bank Mandiri Perkuat Kerja Sama Strategis untuk Dukung Ekosistem Industri Petrokimia Nasional
Harga Cabai Rawit Merah Meroket, Pemprov DKI Ungkap Biang Keroknya
OJK Canangkan Bulan Dana Pensiun 2026, Ajak Warga Siapkan Hari Tua
Transaksi dan Ekosistem Terus Tumbuh, Kinerja Bank Mandiri Tetap Solid
Wamen Todotua Ungkap Tiga Strategi Jemput Investasi dan Perkuat Hilirisasi
Epson Indonesia Perkuat Komitmen terhadap Pelanggan melalui Customer Day 2026 di 50 Lokasi Authorized Service Partner

Berita Terkait

Friday, 18 September 2026 - 18:11 WIB

BNI Perkuat Peran sebagai Bank Sahabat Mahasiswa melalui Jatinangor Music Fest

Thursday, 17 September 2026 - 00:01 WIB

ALI 2026: Apresiasi Kinerja Layanan Investasi, Dorong Kemudahan Berusaha

Tuesday, 15 September 2026 - 17:40 WIB

Chandra Asri Group dan Bank Mandiri Perkuat Kerja Sama Strategis untuk Dukung Ekosistem Industri Petrokimia Nasional

Wednesday, 9 September 2026 - 09:10 WIB

Harga Cabai Rawit Merah Meroket, Pemprov DKI Ungkap Biang Keroknya

Monday, 7 September 2026 - 16:22 WIB

OJK Canangkan Bulan Dana Pensiun 2026, Ajak Warga Siapkan Hari Tua

Berita Terbaru

Foto Dok Astra

Berita Terbaru

Astra Raih Dua Penghargaan Fortune Indonesia 100 2026

Friday, 18 Sep 2026 - 17:01 WIB

foto istimewa

Berita Utama

BGN Perketat Tata Kelola Penerimaan Program MBG.

Friday, 18 Sep 2026 - 15:44 WIB