Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci Optimalisasi CNG–LNG Nasional

Thursday, 4 December 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Utama PLN EPI, Rakhmad Dewanto menyatakan PLN EPI terbuka dalam pemanfaatan bersama fasilitas LNG dan CNG bagi sektor industri dan komersial apabila disetujui oleh Pemerintah. Hal ini disampaikan dalam Talkshow Future Gas Economy 2025: Strengthening The National CNG & LNG Framework yang diselenggarakan ASPEBINDO dan APLCNGI di Jakarta.

Direktur Utama PLN EPI, Rakhmad Dewanto menyatakan PLN EPI terbuka dalam pemanfaatan bersama fasilitas LNG dan CNG bagi sektor industri dan komersial apabila disetujui oleh Pemerintah. Hal ini disampaikan dalam Talkshow Future Gas Economy 2025: Strengthening The National CNG & LNG Framework yang diselenggarakan ASPEBINDO dan APLCNGI di Jakarta.

daelpos.com — Dalam rangka mendukung optimalisasi pemanfaatan gas untuk mendukung ketahanan energi nasional, PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) terbuka dalam pemanfaatan bersama fasilitas LNG dan CNG bagi sektor industri dan komersial apabila disetujui oleh Pemerintah. Hal ini disampaikan Direktur Utama PLN EPI, Rakhmad Dewanto, dalam Talkshow Future Gas Economy 2025: Strengthening The National CNG & LNG Framework yang diselenggarakan ASPEBINDO dan APLCNGI di Jakarta.

Rakhmad menekankan bahwa optimalisasi pemanfaatan gas nasional baik CNG maupun LNG hanya dapat dicapai melalui kolaborasi erat lintas sektor antara pemerintah, BUMN, dan pelaku usaha.

“Optimalisasi gas nasional hanya tercapai jika seluruh mata rantai bergerak bersama antara sektor hulu/upstream, midstream dan downstream untuk menciptakan efisiensi harga gas melalui peningkatan utilisasi infrastruktur yang sekaligus membuka pasar baru pengguna gas termasuk smelter, industri dan komersial ,” ujarnya.

Rakhmad juga menjelaskan kesiapan PLN EPI membuka akses fasilitas LNG dan CNG bagi industri dan komersial apabila pemerintah memberikan fleksibilitas alokasi gas nasional.

Saat ini, empat CNG plant PLN di Tambak Lorok, Gresik, Grati, dan Muara Tawar memiliki kapasitas sekitar 70 BBTUD, atau lebih besar dari jumlah pangsa pasar CNG nasional yang saat ini berjumlah 40 BBTUD, namun belum termanfaatkan secara optimal. Jam idle pada fasilitas CNG tersebut dapat dimanfaatkan industri jika alokasi gas diperluas. Dengan optimalisasi fasilitas CNG tersebut, Kontraktor hulu migas dapat meningkatkan produksi nya, PLN EPI dan distributor CNG akan mendapatkan efisiensi dan pada akhirnya pengguna akan menikmati gas yang lebih murah dibanding sumber energi lainnya serta munculnya pasar baru gas bumi nasional.

Sebagai pembeli LNG terbesar ke-25 di dunia dengan volume 5,5 juta ton LNG setahun, PLN EPI memiliki skala volume kontrak yang tidak dimiliki pembeli lain seperti industri, smelter dan komersial. Oleh karena itu, Rakhmad menilai bahwa berbagi infrastruktur menjadi solusi yang saling menguntungkan agar biaya LNG dan CNG tetap efisien dan industri tidak harus membangun terminal CNG atau LNG secara mandiri.

See also  Laksanakan RUPS Hari Ini, PLN Catatkan Kinerja Positif, Pendapatan Tembus 545 Triliun!

Dari asosiasi, Ketua Umum ASPEBINDO Anggawira memaparkan hasil riset bersama Lemigas yang menunjukkan adanya potensi besar dalam pengembangan CNG dan LNG di Indonesia, namun dibarengi kebutuhan perbaikan struktural, terutama terkait pasokan dan kepastian investasi.

Dari sisi hulu, Deputi Keuangan dan Komersialisasi SKK Migas Kurnia Chairi menegaskan bahwa seluruh proyek gas harus memiliki keekonomian yang kuat agar produksi dapat berkelanjutan dan memberikan multiplier effect bagi industri domestik.

Pada sisi hilir, Ketua Umum APLCNGI Dian Kuncoro menjelaskan bahwa pelaku usaha terus mengembangkan small-scale LNG plant serta memperluas jaringan outlet CNG. Namun, kepastian pasokan dan penyeragaman harga SPBG masih menjadi kebutuhan utama untuk memperkuat investasi hilir, terutama untuk kebutuhan beyond pipeline.

Melengkapi pandangan tersebut, perwakilan Dirjen Migas Noor Arifin Muhammad menegaskan bahwa pemerintah mendukung penuh peningkatan lifting migas sebagai upaya menjaga ketahanan energi nasional sesuai arahan Menteri ESDM.

Sementara itu, Direktur Utama PT Gagas Energi Indonesia Santiaji Gunawan menekankan pentingnya satu visi di antara seluruh pemangku kepentingan untuk mencapai kemandirian energi nasional.

Talkshow ini menyimpulkan bahwa percepatan pemanfaatan gas nasional membutuhkan tiga pilar Utama yakni keekonomian proyek hulu, kepastian pasokan dan alokasi, serta pemanfaatan infrastruktur bersama.

Sinergi dari seluruh pemangku kepentingan menjadi fondasi penting bagi transisi energi dan penguatan kemandirian energi Indonesia.

Berita Terkait

Momen Kartini, Srikandi PLN EPI Hadirkan Kebahagiaan untuk Anak-Anak di Tebet
Emiten Pertamina Group Tangguh! Fundamental Kuat, Tetap Perkasa di Tengah Gejolak Pasar
PLN Icon Plus Apresiasi Layanan Prima untuk Pelanggan pada Hari Buruh
Cetak Generasi Unggul, Pertamina Buka Beasiswa Sobat Bumi di Hari Pendidikan
Dari Pegunungan Papua, Aroma Kopi Tiom Tembus Pasar Nasional Lewat Program PLN Peduli
PLN Luncurkan Proyek PLTS Mentari Nusantara I 1,225 Gigawatt melalui Strategi Pengadaan Terintegrasi GIGA ONE
Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN – UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional
Lampui Target 14.7%, PLN Nusantara Power Produksi 245 GWh Green Energy di Kuartal Pertama Tahun 2026

Berita Terkait

Sunday, 3 May 2026 - 20:19 WIB

Emiten Pertamina Group Tangguh! Fundamental Kuat, Tetap Perkasa di Tengah Gejolak Pasar

Sunday, 3 May 2026 - 20:15 WIB

PLN Icon Plus Apresiasi Layanan Prima untuk Pelanggan pada Hari Buruh

Sunday, 3 May 2026 - 20:11 WIB

Cetak Generasi Unggul, Pertamina Buka Beasiswa Sobat Bumi di Hari Pendidikan

Sunday, 3 May 2026 - 20:05 WIB

Dari Pegunungan Papua, Aroma Kopi Tiom Tembus Pasar Nasional Lewat Program PLN Peduli

Friday, 1 May 2026 - 01:31 WIB

PLN Luncurkan Proyek PLTS Mentari Nusantara I 1,225 Gigawatt melalui Strategi Pengadaan Terintegrasi GIGA ONE

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Gandeng Peradiprof, Mendes Ingin Kades Paham Hukum

Monday, 4 May 2026 - 20:45 WIB