Potensi Besar Gas Pangkah, Pertamina Dorong Produksi Gas Bumi untuk Industri Jawa Timur

Monday, 10 August 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com – Di tengah kebutuhan energi industri yang terus tumbuh, Pertamina melihat Wilayah Kerja Pangkah di Gresik, Jawa Timur, bukan sekadar aset migas yang sudah berproduksi. Kawasan ini dinilai masih menyimpan peluang untuk menghasilkan tambahan minyak dan gas bumi, sekaligus mengoptimalkan fasilitas yang telah tersedia.

Langkah tersebut menjadi penting karena Jawa Timur merupakan salah satu basis industri nasional. Semakin dekat sumber energi dengan konsumen industri, semakin besar peluang menjaga keandalan pasokan sekaligus membuat rantai pasok energi lebih efisien.

Wilayah Kerja Pangkah dikelola SIPL, anak usaha PT Saka Energi Indonesia (PGN Saka) yang merupakan bagian dari Subholding Gas Pertamina. Selain mempertahankan produksi yang sudah berjalan, PGN Saka terus mencari peluang untuk menemukan cadangan baru dan meningkatkan nilai dari aset yang telah dimiliki.

Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Oki Muraza mengatakan, keberadaan sumber gas yang dekat dengan pusat industri menjadi salah satu keunggulan yang perlu terus dioptimalkan, untuk menjaga kontinuitas pasokan energi bagi industri.

“Jawa Timur memiliki basis industri yang sangat kuat. Karena itu, kontinuitas pasokan energi, khususnya gas bumi, perlu terus dijaga. Kami berharap PGN Saka terus memperkuat kajian eksplorasi untuk menemukan cadangan gas baru,” kata Oki saat melakukan Management Walkthrough (MWT) ke Onshore Processing Facility (OPF) SIPL di Gresik, Jumat (7/8/2026).

Menurut Oki, upaya meningkatkan kontribusi Pangkah tidak hanya dilakukan dengan mencari cadangan baru. Infrastruktur yang sudah tersedia juga perlu dimanfaatkan secara maksimal agar aset tersebut dapat memberikan nilai lebih besar bagi ketahanan energi nasional.

Dalam kunjungan tersebut, Oki bersama jajaran manajemen PGN Saka meninjau sejumlah fasilitas di Wilayah Pangkah, termasuk Onshore Processing Facility dan LPG Plant.

See also  Tinjau Tol Yogyakarta-Bawen, Menteri Dody Tekankan Pembangunan Berkelanjutan

“Kami mendiskusikan bagaimana infrastruktur yang sudah tersedia dapat dimanfaatkan semakin optimal. Ada berbagai fasilitas yang sangat baik, termasuk LPG Plant, yang kami harapkan dapat memberikan kontribusi lebih besar bagi ketahanan energi Indonesia,” ujar Oki.

Dengan pendekatan tersebut, pengembangan Pangkah dilakukan melalui dua jalur sekaligus: memaksimalkan produksi dan fasilitas yang sudah ada, serta mencari potensi cadangan baru untuk kebutuhan energi di masa mendatang.

Sumur Baru Sudah Menunjukkan Hasil Positif

Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil. Pada Maret 2026, SIPL menyelesaikan pemboran sumur pengembangan UPA-17ST di Lapangan Ujung Pangkah.

Hasil uji sumur menunjukkan laju alir awal mencapai 2.443 barel minyak per hari (BOPD) dan 3,72 juta standar kaki kubik gas per hari (MMSCFD) associated gas. Capaian tersebut melampaui target awal perusahaan.

Hasil ini menjadi salah satu indikasi bahwa masih terdapat peluang untuk meningkatkan nilai aset Pangkah melalui pengembangan lapangan dan kegiatan eksplorasi yang dilakukan secara terukur. Termasuk menggarap potensi hidrokarbon.

“Kami mendapat kabar positif mengenai potensi hidrokarbon yang cukup besar. Potensi tersebut perlu terus diperdalam melalui eksplorasi, ditingkatkan kematangan proyeknya, kemudian didorong menuju pengembangan hingga produksi sehingga dapat memberikan tambahan pasokan .energi bagi Indonesia,” ujarnya.

Kenapa Pangkah Penting bagi Jawa Timur

Direktur Utama PGN Saka, Intan Fauzi mengatakan, optimalisasi dilakukan secara terintegrasi, baik pada fasilitas onshore maupun offshore, sembari terus membuka peluang pengembangan potensi migas baru.

“Kunjungan ini menjadi semangat bagi seluruh Perwira Saka untuk terus meningkatkan kinerja operasi serta memaksimalkan seluruh fasilitas yang kami miliki di Wilayah Pangkah, baik fasilitas onshore maupun offshore,” kata Intan.

Langkah tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan nilai aset Pangkah, tetapi juga memperkuat ketersediaan gas bumi dari dalam negeri untuk menopang kebutuhan industri dan perekonomian Jawa Timur serta ketahanan energi Indonesia.

Berita Terkait

Tingkatkan Layanan, Pertamina Resmikan Integrasi Informasi Publik
Pertamina Lampaui Target Pengurangan Emisi, Capaian Semester I Tembus 118%
Pertamina Perkuat Kemitraan Strategis Lewat SRM Summit 2026, Dorong Rantai Pasok yang Tangguh dan Berkelanjutan
HBA Batubara Turun ke USD 124,44 per Ton, ESDM: Dipicu Koreksi Harga Transaksi
Dukung Penguatan Desa Digital di Banjar Kepisah, PLN Icon Plus Berikan Internet Gratis
Pertama di Dunia, Terminal LPG Tanjung Sekong Pertamina, Raih Sertifikasi Terminal Hijau
Adopsi Kendaraan Listrik Tumbuh, 21.865 Pelanggan Baru Gunakan Home Charging Services PLN pada Semester I 2026
Direktur Biomassa PLN EPI Raih Penghargaan Inagritech 2026 atas Kepemimpinan dalam Percepatan Pengembangan Biomassa
Tag :

Berita Terkait

Monday, 10 August 2026 - 09:37 WIB

Potensi Besar Gas Pangkah, Pertamina Dorong Produksi Gas Bumi untuk Industri Jawa Timur

Sunday, 9 August 2026 - 13:35 WIB

Tingkatkan Layanan, Pertamina Resmikan Integrasi Informasi Publik

Saturday, 8 August 2026 - 17:52 WIB

Pertamina Lampaui Target Pengurangan Emisi, Capaian Semester I Tembus 118%

Saturday, 8 August 2026 - 17:50 WIB

Pertamina Perkuat Kemitraan Strategis Lewat SRM Summit 2026, Dorong Rantai Pasok yang Tangguh dan Berkelanjutan

Friday, 7 August 2026 - 15:36 WIB

HBA Batubara Turun ke USD 124,44 per Ton, ESDM: Dipicu Koreksi Harga Transaksi

Berita Terbaru

Ekonomi - Bisnis

Bank Jakarta Investasi Talenta Digital, Kejar Transformasi Berkelanjutan

Monday, 10 Aug 2026 - 10:40 WIB

lustrasi / foto ist

Megapolitan

Kemenkeu Bidik Pemilik Rumah Kontrakan, Cuan Sewa Terpantau

Monday, 10 Aug 2026 - 10:23 WIB