daelpos.com — PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) memulai pembangunan Gedung Central Medical Unit (CMU) Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Sardjito, Yogyakarta, sebagai langkah strategis dalam memperkuat pelayanan kesehatan rujukan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan wilayah penyangga. Proyek ini dilaksanakan bersama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (Wika) melalui skema Kerja Sama Operasi (Hutama–Wika KSO). Hal ini ditandai dengan seremoni peletakan batu pertama (groundbreaking) pada Kamis, (8/1) di kawasan RSUP Dr. Sardjito, Jl. Kesehatan No. 1, Sekip, Sleman – DIY.
Acara ini dihadiri Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin; Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengkubuwono X; Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan RI, dr. Azhar Jaya, S.H., SKM, MARS; Direktur Utama RSUP Dr. Sardjito, dr. Eniarti, M.Sc., Sp.KJ., M.M.R., QHIA; Direktur Human Capital & Legal Hutama Karya, Muhammad Fauzan; serta Direktur Utama Wika, Agung Budi Waskito, beserta jajaran pemangku kepentingan terkait.
Sebelumnya, Hutama Karya telah resmi menandatangani kontrak pekerjaan Konstruksi Fisik Gedung CMU RSUP Dr. Sardjito pada Kamis, 27 november 2025 di Ruang Bulat Gedung Administrasi Pusat RSUP Dr. Sardjito. Pembangunan ini menjadi bagian dari penguatan kapasitas layanan rumah sakit rujukan nasional melalui penyediaan fasilitas yang terintegrasi dan modern, sekaligus mendukung peningkatan mutu layanan pasien. Sebelum proyek ini, Hutama Karya juga telah menyelesaikan pembangunan Gedung Kesehatan Ibu dan Anak (GKIA) RSUP Dr. Sardjito yang rampung pada tahun 2024. Keberhasilan proyek tersebut, Hutama Karya kembali dipercaya
untuk melanjutkan pembangunan fasilitas kesehatan strategis di RSUP Dr. Sardjito melalui proyek Gedung Central Medical Unit (CMU), sebagai wujud komitmen perusahaan dalam menghadirkan infrastruktur kesehatan yang aman, modern, dan berstandar tinggi.
Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, dalam sambutannya menyampaikan, “Pembangunan Gedung Central Medical Unit RSUP Dr. Sardjito merupakan bagian dari agenda transformasi sistem kesehatan nasional yang bertujuan memastikan pelayanan kesehatan semakin mudah diakses, berkualitas, dan terjangkau bagi masyarakat. Salah satu pilar penting dalam transformasi tersebut adalah penguatan infrastruktur sarana dan prasarana rumah
sakit.”
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengkubuwono X, menambahkan, “Pembangunan Gedung Central Medical Unit RSUP Dr. Sardjito merupakan langkah strategis untuk menghadirkan layanan kesehatan masa depan yang unggul, adil, dan berorientasi pada kemanusiaan. Gedung ini diharapkan menjadi pusat pelayanan kesehatan bagi Yogyakarta, wilayah selatan Jawa, hingga nasional, serta memberikan manfaat berkelanjutan bagi peningkatan kualitas
hidup masyarakat.”
Pembangunan Gedung CMU dilakukan di kawasan RSUP Dr. Sardjito dengan rencana bangunan terdiri dari – terdiri dari 2 lantai basement dan 13 lantai utama, serta target penyelesaian pada akhir tahun 2027. Bangunan ini memiliki luas total 55.574 m² dan disusun melalui desain stacking vertikal 14 lantai untuk memastikan konektivitas antar ruang, mempercepat alur layanan pasien, serta mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan rujukan nasional di RSUP Dr. Sardjito.
Gedung CMU akan memperkuat layanan perawatan kritikal melalui fasilitas ICU, HCU, ruang observasi, hingga unit resusitasi. Fasilitas layanan bedah diperkuat melalui 21 ruang operasi mayor dan 6 ruang operasi minor yang terintegrasi dengan area pre-operasi dan post-operasi. Di sisi diagnostik, gedung ini dilengkapi berbagai layanan radiologi seperti CT-Scan, MRI 3 Tesla, X-Ray, CT Spectral photon-counting dan fluoroskopi, serta didukung laboratorium terpadu yang mencakup Lab UPTD, Lab Terpadu, Lab BGSi, dan fasilitas patologi anatomi serta molekuler.
Dalam pelaksanaannya, Hutama–Wika KSO menerapkan Building Information Modeling (BIM) berbasis ISO 19650, termasuk prinsip lean construction untuk meningkatkan efisiensi dan ketepatan dalam setiap tahap pekerjaan. Pendekatan ini memastikan perencanaan, pelaksanaan, dan hasil akhir proyek sesuai dengan standar kualitas dan keselamatan yang ditetapkan. Karena pekerjaan dilakukan di lingkungan rumah sakit yang tetap beroperasi, penerapan sistem keselamatan, pengaturan arus kendaraan internal, serta koordinasi intensif dengan manajemen rumah sakit menjadi prioritas utama guna menjaga kelancaran aktivitas pelayanan kesehatan selama pembangunan berlangsung.
Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah, menegaskan komitmen perusahaan untuk menyelesaikan proyek dengan tepat mutu, tepat waktu, serta mengedepankan aspek keselamatan, karena pekerjaan dilaksanakan di kawasan rumah sakit yang tetap beroperasi. “Hutama Karya melalui Hutama–Wika KSO dengan porsi Hutama Karya sebesar 70% dan WIKA 30% berkomitmen menghadirkan Gedung CMU RSUP Dr. Sardjito sebagai fasilitas layanan kritikal, bedah, dan diagnostik yang terintegrasi untuk memperkuat peran rumah sakit rujukan nasional. Kami juga memastikan pengendalian QHSSE serta koordinasi intensif dengan manajemen rumah sakit agar pelayanan kepada pasien tetap berjalan selama masa konstruksi. Dengan sinergi seluruh pihak, kami menargetkan penyelesaian pembangunan pada akhir 2027 sehingga fasilitas ini dapat segera dimanfaatkan masyarakat,” Tutup Mardiansyah.








