Purbaya: Membangun Ekonomi lewat Bahasa Kepercayaan

Thursday, 8 January 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menkeu Purbaya / foto ist

Menkeu Purbaya / foto ist

daelpos.com – Di tengah ketidakpastian ekonomi global—mulai dari ketegangan geopolitik hingga perlambatan ekonomi dunia—Indonesia memasuki 2026 dengan satu kebutuhan mendasar yang kerap luput dibahas: kepercayaan publik.

Kepercayaan ini bukan semata pada angka pertumbuhan ekonomi atau besaran stimulus fiskal, melainkan pada keyakinan bahwa arah kebijakan ekonomi dijalankan secara masuk akal, berpihak pada masyarakat, dan mudah dipahami. Dalam konteks tersebut, gaya komunikasi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi menjadi sorotan.

Alih-alih menampilkan retorika bombastis atau janji populis, Purbaya memilih pendekatan komunikasi yang lugas, tenang, dan membumi. Gaya ini dinilai sebagai bentuk populisme komunikasi versi Indonesia—penyederhanaan bahasa kebijakan tanpa meninggalkan kesan rasional dan teknokratis.

Temuan PT Social Cerdas Indonesia (Social Quotient) memperkuat gambaran tersebut. Berdasarkan analisis terhadap 1,73 juta percakapan warganet di platform X, Facebook, Instagram, dan TikTok sepanjang 1 September hingga 30 November 2025, Purbaya Yudhi tercatat sebagai salah satu figur yang mendorong sentimen positif di ruang digital. Warganet menilai komunikasinya mudah dipahami dan menunjukkan keberpihakan pada kepentingan masyarakat.

Di tengah kejenuhan publik terhadap jargon ekonomi yang kerap terasa elitis, pendekatan ini menjadi pembeda. Sejumlah kebijakan, seperti pengucuran dana sekitar Rp200 triliun ke perbankan BUMN untuk mendorong penyaluran kredit, banyak dipersepsikan sebagai langkah realistis dan masuk akal.

Para pengamat menilai persepsi publik semacam ini penting karena legitimasi kebijakan publik sangat ditentukan oleh sejauh mana masyarakat merasa kepentingannya terwakili. Ketika kebijakan fiskal dipahami sebagai upaya menjaga stabilitas ekonomi dan melindungi masyarakat, negara tidak lagi dipersepsikan sebagai entitas yang jauh dan abstrak.

Namun, populisme komunikasi juga memiliki batas. Penyederhanaan pesan yang tidak diimbangi transparansi dan konsistensi kebijakan berisiko melahirkan ekspektasi berlebihan. Komunikasi yang menenangkan publik tidak otomatis menjamin hasil ekonomi yang positif.

See also  Wapres Minta Pamong Praja Muda Tingkatkan Jiwa Pancasila untuk Kesatuan dan Persatuan Bangsa

Di tengah ketidakpastian global, bahasa kebijakan yang sederhana dan menekankan peran negara sebagai pelindung dinilai dapat menumbuhkan rasa aman dan kebersamaan. Indonesia memang membutuhkan stimulus ekonomi untuk menjaga pertumbuhan pada 2026. Tapi tanpa kepercayaan publik, stimulus tersebut berpotensi kehilangan daya dorong.

Pada akhirnya, keberhasilan ekonomi tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran, melainkan juga oleh keyakinan kolektif bahwa negara bergerak ke arah yang benar. Jika modal kepercayaan ini mampu dijaga dan diiringi kinerja kebijakan yang konsisten, optimisme terhadap perekonomian Indonesia pada 2026 memiliki pijakan yang lebih kokoh.

Berita Terkait

Sepekan Gempa Flores, Kementerian PU Tangani 34 Titik Longsor dan 9 Jembatan
Saksikan Pesta Adat di Pulau Hiri, Viva Yoga: Kekayaan Budaya Kesultanan Ternate Penting Dijaga dan Dilestarikan
Dilantik Jadi Ketum IKSS, Mendes Yandri Siap Bawa IKSS Beri Kontribusi Terbaik untuk Negeri
Kementerian PU Tangani Akses Jembatan Wae Dampek untuk Pulihkan Konektivitas Reo–Dampek-Pota Pascagempa
Wamen Viva Yoga: Cetak Sawah di Kawasan Transmigrasi Bisa Buka Lapangan Kerja
Kementerian PU Kerahkan Pompa hingga Tangki Air Untuk Kekeringan dan di Kalbar
Terima Delegasi Tiongkok, Mendes Yandri Harap Kerja Sama Pembangunan Desa Terus Ditingkatkan
Ikut Palestine Day, Puluhan Siswa ‘Pergi ke Palestina’ Tanpa Tinggalkan Jakarta

Berita Terkait

Monday, 24 August 2026 - 06:57 WIB

Sepekan Gempa Flores, Kementerian PU Tangani 34 Titik Longsor dan 9 Jembatan

Sunday, 23 August 2026 - 16:24 WIB

Dilantik Jadi Ketum IKSS, Mendes Yandri Siap Bawa IKSS Beri Kontribusi Terbaik untuk Negeri

Sunday, 23 August 2026 - 16:22 WIB

Kementerian PU Tangani Akses Jembatan Wae Dampek untuk Pulihkan Konektivitas Reo–Dampek-Pota Pascagempa

Saturday, 22 August 2026 - 07:47 WIB

Wamen Viva Yoga: Cetak Sawah di Kawasan Transmigrasi Bisa Buka Lapangan Kerja

Saturday, 22 August 2026 - 07:39 WIB

Kementerian PU Kerahkan Pompa hingga Tangki Air Untuk Kekeringan dan di Kalbar

Berita Terbaru

Energy

DEB Dorong Kemandirian Penyandang Disabilitas di Boyolali

Monday, 24 Aug 2026 - 10:04 WIB