daelpos.com – Di tengah ketidakpastian ekonomi global—mulai dari ketegangan geopolitik hingga perlambatan ekonomi dunia—Indonesia memasuki 2026 dengan satu kebutuhan mendasar yang kerap luput dibahas: kepercayaan publik.
Kepercayaan ini bukan semata pada angka pertumbuhan ekonomi atau besaran stimulus fiskal, melainkan pada keyakinan bahwa arah kebijakan ekonomi dijalankan secara masuk akal, berpihak pada masyarakat, dan mudah dipahami. Dalam konteks tersebut, gaya komunikasi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi menjadi sorotan.
Alih-alih menampilkan retorika bombastis atau janji populis, Purbaya memilih pendekatan komunikasi yang lugas, tenang, dan membumi. Gaya ini dinilai sebagai bentuk populisme komunikasi versi Indonesia—penyederhanaan bahasa kebijakan tanpa meninggalkan kesan rasional dan teknokratis.
Temuan PT Social Cerdas Indonesia (Social Quotient) memperkuat gambaran tersebut. Berdasarkan analisis terhadap 1,73 juta percakapan warganet di platform X, Facebook, Instagram, dan TikTok sepanjang 1 September hingga 30 November 2025, Purbaya Yudhi tercatat sebagai salah satu figur yang mendorong sentimen positif di ruang digital. Warganet menilai komunikasinya mudah dipahami dan menunjukkan keberpihakan pada kepentingan masyarakat.
Di tengah kejenuhan publik terhadap jargon ekonomi yang kerap terasa elitis, pendekatan ini menjadi pembeda. Sejumlah kebijakan, seperti pengucuran dana sekitar Rp200 triliun ke perbankan BUMN untuk mendorong penyaluran kredit, banyak dipersepsikan sebagai langkah realistis dan masuk akal.
Para pengamat menilai persepsi publik semacam ini penting karena legitimasi kebijakan publik sangat ditentukan oleh sejauh mana masyarakat merasa kepentingannya terwakili. Ketika kebijakan fiskal dipahami sebagai upaya menjaga stabilitas ekonomi dan melindungi masyarakat, negara tidak lagi dipersepsikan sebagai entitas yang jauh dan abstrak.
Namun, populisme komunikasi juga memiliki batas. Penyederhanaan pesan yang tidak diimbangi transparansi dan konsistensi kebijakan berisiko melahirkan ekspektasi berlebihan. Komunikasi yang menenangkan publik tidak otomatis menjamin hasil ekonomi yang positif.
Di tengah ketidakpastian global, bahasa kebijakan yang sederhana dan menekankan peran negara sebagai pelindung dinilai dapat menumbuhkan rasa aman dan kebersamaan. Indonesia memang membutuhkan stimulus ekonomi untuk menjaga pertumbuhan pada 2026. Tapi tanpa kepercayaan publik, stimulus tersebut berpotensi kehilangan daya dorong.
Pada akhirnya, keberhasilan ekonomi tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran, melainkan juga oleh keyakinan kolektif bahwa negara bergerak ke arah yang benar. Jika modal kepercayaan ini mampu dijaga dan diiringi kinerja kebijakan yang konsisten, optimisme terhadap perekonomian Indonesia pada 2026 memiliki pijakan yang lebih kokoh.






![[19.19, 14/2/2026] Andhanto Nusantara Power: Siaran Pers No.3/II/2026/PLNNP/BidCom
PLN Nusantara Power Gandeng TNI Lindungi Pemukiman Warga Melalui Normalisasi Aliran Sungai Tondano
Minahasa, 14 Februari 2026 — PT PLN Nusantara Power (PLN NP) melalui Unit Pembangkitan (UP) Minahasa bergerak cepat mengantisipasi ancaman banjir di wilayah Sulawesi Utara dengan merampungkan pengerukan sedimen di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Tondano. Langkah nyata yang berlangsung sejak Oktober 2025 hingga Januari 2026 ini bertujuan memastikan warga di sekitar bantaran sungai dapat merasa lebih aman saat menghadapi puncak musim penghujan yang diperkirakan berlangsung pada periode Mei- Juni dan November- Desember.
Langkah strategis ini merupakan bagian dari implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) perusahaan, khususnya dalam aspek perlindungan ekosistem perairan dan pengurangan risiko banjir akibat sedimentasi. Pengerukan dilakukan guna menjaga kapasitas tampung dan kelancaran aliran air, terutama menghadapi peningkatan intensitas curah hujan pada musim penghujan.
Direktur Utama PLN Nusantara Power Ruly Firmansyah menyampaikan arah perusahaan dalam penerapan ESG di seluruh unit pembangkitnya.
“Bagi kami, keandalan listrik harus berjalan beriringan dengan rasa aman masyarakat. Pengerukan DAS Tondano ini bukan sekadar pemeliharaan rutin, melainkan upaya kami melindungi ruang hidup warga dari risiko luapan air. Kami ingin kehadiran PLTA memberikan manfaat yang bisa dirasakan langsung di setiap keluarga,](https://daelpos.com/wp-content/uploads/2026/02/WhatsApp-Image-2026-02-14-at-19.20.04-225x129.jpeg)

