Merakit Dapur Energi Nasional di Kilang Balikpapan

Tuesday, 13 January 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com – Cahaya terang Kilang Balikpapan menghiasi Jalan Yos Sudarso, Balikpapan. Cahaya yang berasal dari Kilang Balikpapan, sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) yang memiliki infrastruktur energi terintegrasi. Bukan sekadar peningkatan kapasitas, proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan adalah sebuah ekosistem energi canggih yang dirancang PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) melalui anak usahanya, PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) untuk mewujudkan swasembada energi nasional.

Untuk memahami bagaimana infrastruktur ini bekerja, bayangkan sebuah Dapur Raksasa yang Modern. Sebuah dapur tidak hanya butuh kompor, tapi juga butuh pipa kokoh untuk mengalirkan gas yang stabil, gudang penyimpanan bahan baku yang luas, hingga sistem distribusi masakan yang efisien.

Agar kilang bisa memasak minyak mentah dengan lebih efisien, ia membutuhkan energi panas yang besar. Pipa Gas Senipah-Balikpapan sepanjang 78 km berfungsi sebagai “selang gas” yang mengalirkan energi ke dalam kilang. Dengan kapasitas alir 125 MMSCFD, infrastruktur ini memastikan “kompor” kilang tetap menyala stabil untuk mengolah minyak tanpa henti.

Sebelum dimasak, bahan baku (minyak mentah) harus didatangkan dan disimpan. Di perairan Kabupaten Penajam Paser Utara, Pertamina membangun infrastruktur penerimaan minyak mentah, sebuah dermaga terapung yang kokoh sebagai sarana tambat di tengah laut atau Single Point Mooring (SPM) berkapasitas 320.000 Dead Weight Ton (DWT) yang mampu menerima Very Large Crude Carrier (VLCC), kapal pengangkut minyak mentah berukuran raksasa.

Masih dari Lawe-Lawe, Pertamina juga membangun dua tangki raksasa dengan kapasitas masing-masing 1 juta barel sebagai “gudang” bahan baku. Dua tangki tersebut menambah total cadangan penyimpanan menjadi 7,6 juta barel. Ini ibarat memiliki gudang bahan makanan yang sangat besar, sehingga stok “masakan” untuk nasional selalu aman. Tangki dan SPM Lawe-Lawe dihubungkan melalui pipa sepanjang sekitar 20 kilometer yang membentang di darat dan bawah laut.

See also  Kontribusi Pertamina Dukung Swasembada Energi bagi Indonesia

Selanjutnya, meracik bahan baku menjadi hidangan menarik adalah tugas dari koki. Inilah peran fasilitas Crude Distillation Unit (CDU) dan Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC). Dengan kapasitas yang ditingkatkan menjadi 360 ribu barel minyak per hari, CDU sebagai jantung dari Kilang Balikpapan kini bisa mengolah minyak lebih banyak dari sebelumnya yang hanya 260 ribu barel. Sementara itu, unit Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) bertindak sebagai “koki ahli” yang mampu mengubah residu sisa olahan menjadi produk yang bernilai tinggi.

Sebagai koki, CDU dan RFCC serta unit produksi lainnya Kilang Balikpapan merupakan koki canggih yang serba bisa, memasak bahan baku menjadi berbagai variasi “makanan” berkualitas tinggi seperti BBM Gasoline, Diesel dan Avtur dengan standar EURO V yang ramah lingkungan, LPG, serta produk Petrokimia turunan lainnya seperti Propylene dan sulfur.

Setelah BBM selesai diproduksi, selanjutnya akan dikirimkan ke masyarakat. Terminal BBM Tanjung Batu dengan kapasitas 125 ribu KL berfungsi sebagai salah satu titik distribusi “masakan” yang dihasilkan dari Kilang Balikpapan.

Seluruh infrastruktur di atas saling menunjang satu dengan yang lain. Tanpa pipa gas, kilang tidak efisien. Tanpa sarana tambat Lawe-Lawe, kilang tidak bisa menerima bahan baku dalam jumlah besar. Tanpa tangki raksasa, cadangan bahan baku akan menjadi terbatas. Keharmonisan sistem ini memberikan dampak nyata berupa pengurangan impor BBM, yang juga akan memberikan manfaat pada penghematan devisa dan mendukung swasembada energi nasional.

VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron menyampaikan RDMP Balikpapan bukan hanya tentang membangun kilang, tapi juga tentang membangun kedaulatan. “Dengan infrastruktur yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, kita memastikan energi yang dikonsumsi masyarakat adalah hasil keringat bangsa sendiri,” tutup Baron.

Berita Terkait

Hari Kesaktian Pancasila, PLN Icon Plus Perkuat Semangat Persatuan dan Pengabdian
Sambut MotoGP 2026, Pertamina Siapkan Layanan Energi dan Akomodasi
PLN Nusantara Power Bersama Warga Rawat Sungai Maron, dari Lingkungan Hingga Penghidupan
Pertamina UMK Academy 2026 Hadirkan Pelatihan dan Pendampingan Pengembangan Usaha
PLN EPI Siapkan Co-firing Amonia di PLTU, Uji Coba Dimulai 2027
PLN EPI Borong Tiga Penghargaan, Raih Dua Platinum ICA–ISDA dan Apresiasi Kepemimpinan Perempuan
Perkuat Inovasi Transisi Energi, PGN Raih Platinum Award InTechSEA 2026
Konsisten Tingkatkan Kualitas Layanan, CC PLN 123 Raih Penghargaan di TBCCI 2026
Tag :

Berita Terkait

Friday, 2 October 2026 - 12:31 WIB

Hari Kesaktian Pancasila, PLN Icon Plus Perkuat Semangat Persatuan dan Pengabdian

Friday, 2 October 2026 - 07:09 WIB

Sambut MotoGP 2026, Pertamina Siapkan Layanan Energi dan Akomodasi

Thursday, 1 October 2026 - 17:33 WIB

PLN Nusantara Power Bersama Warga Rawat Sungai Maron, dari Lingkungan Hingga Penghidupan

Thursday, 1 October 2026 - 14:56 WIB

Pertamina UMK Academy 2026 Hadirkan Pelatihan dan Pendampingan Pengembangan Usaha

Thursday, 1 October 2026 - 14:49 WIB

PLN EPI Siapkan Co-firing Amonia di PLTU, Uji Coba Dimulai 2027

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Sawah Kekurangan Air, Pompa Dikerahkan di Bekasi hingga Cirebon

Friday, 2 Oct 2026 - 12:41 WIB