daelpos.com – Pemerintah memastikan komitmennya mendorong pengembangan kendaraan listrik (electric vehicle/EV) tidak akan surut. Bahkan, dalam waktu dekat Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meluncurkan paket stimulus baru untuk mempercepat adopsi kendaraan ramah lingkungan di Tanah Air.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, perkembangan industri otomotif Indonesia menuju era kendaraan rendah emisi menunjukkan tren yang menggembirakan. Dalam empat tahun terakhir, pangsa pasar kendaraan listrik melonjak hampir 15 kali lipat.
Menurut Purbaya, pemerintah tak hanya mengejar peningkatan penggunaan kendaraan listrik, tetapi juga ingin memastikan transisi energi mampu menarik investasi, membuka lapangan kerja, meningkatkan nilai tambah dalam negeri, sekaligus memperkuat daya saing industri nasional.
“Presiden Prabowo ingin mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor minyak secara signifikan. Itulah sebabnya kita terus mendorong pengembangan kendaraan listrik. Kebijakan ini tidak akan dihentikan, justru akan terus dilanjutkan,” ujar Purbaya dalam GAIKINDO International Automotive Conference di ICE BSD, Tangerang, Selasa (4/8).
Ia mengungkapkan, paket stimulus yang tengah disiapkan mencakup dukungan bagi sekitar 500 ribu sepeda motor listrik serta insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk mobil listrik. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang pemerintah mengurangi ketergantungan terhadap impor minyak di tengah ketidakpastian geopolitik dan fluktuasi harga energi dunia.
Tak hanya menggelontorkan insentif fiskal, pemerintah juga berkomitmen memperbaiki iklim investasi agar proses pembangunan industri semakin cepat dan efisien.
Purbaya mencontohkan percepatan investasi Hyundai sebagai bukti penyederhanaan birokrasi. Melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga, proses dari penyampaian komitmen investasi hingga peletakan batu pertama pabrik dapat diselesaikan hanya dalam waktu sekitar empat bulan.
Karena itu, pemerintah mengundang lebih banyak produsen otomotif global untuk memperbesar investasinya di Indonesia, termasuk menjadikan Indonesia sebagai basis produksi regional dengan dukungan berbagai insentif yang kompetitif.
Menurutnya, industri otomotif memiliki peran strategis bagi perekonomian nasional. Selain menyerap sekitar 1,5 juta tenaga kerja, sektor ini juga ditopang kapasitas produksi hingga 2,6 juta kendaraan per tahun serta memiliki keterkaitan erat dengan industri baja, elektronik, kimia, logistik, hingga sektor keuangan.
Purbaya menambahkan, pertumbuhan pasar otomotif juga sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi nasional. Semakin tinggi pertumbuhan ekonomi, semakin besar pula daya beli masyarakat yang pada akhirnya akan mengerek permintaan kendaraan.
“Saya akan memperbaiki iklim investasi, sehingga Anda bisa berbisnis dengan baik dan memberi keuntungan yang baik. Saya ingin Indonesia menjadi basis produksi bagi produsen mobil di kawasan dan mengekspor ke pasar global,” tegasnya.
Di akhir paparannya, Purbaya mengajak seluruh pemangku kepentingan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional agar industri otomotif Indonesia mampu berkembang menjadi lebih bersih, efisien, inovatif, dan berdaya saing di tingkat global.
“Mari kita jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional, karena jika ini terjaga, maka industri otomotif juga akan maju,” pungkasnya.








