daelpos.com – Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan P. Roeslani menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) tentang Kerja Sama dan Promosi Penanaman Modal Langsung (Cooperation and Promotion of Direct Investment) dengan Menteri Investasi Kerajaan Arab Saudi Fahad bin Abduljalil Al-Saif. Penandatanganan tersebut menjadi tonggak penting dalam memperkuat kemitraan ekonomi kedua negara melalui peningkatan kerja sama promosi dan fasilitasi investasi di berbagai sektor strategis.
Menteri Rosan menegaskan, penandatanganan MoU tersebut merupakan langkah strategis untuk membawa hubungan Indonesia dan Arab Saudi ke tingkat yang lebih tinggi melalui kerja sama investasi.
“Hari ini bukan sekadar penandatanganan nota kesepahaman. Hari ini adalah tentang mentransformasikan persahabatan yang telah terjalin lama menjadi kerja sama ekonomi yang lebih kuat,” ujar Rosan.
Menurut Rosan, Indonesia dan Arab Saudi memiliki hubungan yang erat yang dibangun atas dasar saling percaya, saling menghormati, serta hubungan antarmasyarakat yang telah terjalin selama puluhan tahun. Hubungan tersebut kini diperluas melalui peningkatan kerja sama investasi yang diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi kedua negara. Dalam periode 2021 hingga Semester I 2026, realisasi investasi langsung (Foreign Direct Investment) Arab Saudi di Indonesia tercatat mencapai total USD126,2 juta.
Rosan mengatakan, perubahan lanskap ekonomi global menuntut negara-negara untuk membangun kemitraan yang lebih kuat. Investor saat ini tidak lagi hanya mempertimbangkan biaya yang kompetitif, tetapi juga mencari stabilitas, kepastian, serta peluang investasi jangka panjang.
“Arab Saudi tengah menjalankan agenda Vision 2030, sementara Indonesia terus mempercepat industrialisasi, hilirisasi, pembangunan infrastruktur, dan transformasi ekonomi. Kesamaan arah pembangunan tersebut membuka peluang kolaborasi yang sangat besar bagi kedua negara,” katanya.
Melalui MoU tersebut, kedua negara sepakat memperkuat kerja sama investasi langsung melalui pertukaran informasi statistik, peluang bisnis dan investasi, serta regulasi dan iklim investasi; konsultasi dengan sektor swasta; penyelenggaraan kegiatan promosi bersama; serta pertukaran pengetahuan, keahlian, dan kunjungan antar-ahli. Kerja sama ini juga menjadi platform untuk memperkuat koordinasi kelembagaan antara otoritas investasi Indonesia dan Arab Saudi.
Rosan menekankan bahwa keberhasilan MoU tidak diukur dari proses penandatanganannya, melainkan dari implementasi nyata yang mampu menghasilkan investasi baru, memperluas kemitraan bisnis, menciptakan lapangan kerja, dan memberikan manfaat bagi masyarakat kedua negara.
“Kami ingin melihat semakin banyak perusahaan Arab Saudi berinvestasi di Indonesia dan semakin banyak perusahaan Indonesia yang menjajaki peluang usaha di Arab Saudi. Kami juga ingin memperkuat kolaborasi di sektor-sektor strategis, mulai dari hilirisasi, manufaktur, infrastruktur, energi baru terbarukan, logistik, properti, hingga teknologi digital,” ujarnya.
Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Indonesia untuk terus menciptakan iklim investasi yang kondusif melalui berbagai reformasi kebijakan.
“Indonesia terbuka untuk investasi. Indonesia berkomitmen melakukan reformasi. Kami menyambut investasi yang mampu menciptakan nilai tambah, mendorong alih pengetahuan, mengembangkan industri, serta menghadirkan kemakmuran bersama,” tegas Rosan.
MoU ini diharapkan menjadi tonggak baru dalam hubungan ekonomi Indonesia dan Arab Saudi sekaligus mempercepat realisasi investasi di berbagai sektor prioritas yang mendukung transformasi ekonomi kedua negara.(*)








