daelpos.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi pada 14 hingga 17 Januari 2026. Berdasarkan prakiraan cuaca, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang berpotensi mengguyur sebagian besar wilayah Jakarta selama periode tersebut.
Kepala BPBD DKI Jakarta menyatakan bahwa meski intensitas hujan diperkirakan tidak tinggi, durasi hujan yang berlangsung cukup lama tetap berpotensi menimbulkan genangan di sejumlah titik rawan. “Masyarakat kami minta tetap waspada, terutama yang tinggal di wilayah rawan banjir dan genangan,” ujar dia dalam keterangan tertulis, Selasa.
BPBD juga mengingatkan warga untuk memperhatikan kondisi lingkungan sekitar, termasuk memastikan saluran air tidak tersumbat dan mengamankan barang-barang berharga. Pengguna jalan diimbau berhati-hati karena hujan dapat mengurangi jarak pandang dan meningkatkan risiko kecelakaan.
Selain itu, BPBD DKI Jakarta terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memantau perkembangan cuaca serta menyiagakan personel dan peralatan penanggulangan bencana. Warga diminta mengikuti informasi resmi dari pemerintah daerah dan segera melaporkan kondisi darurat melalui kanal pengaduan yang tersedia.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap langkah antisipasi ini dapat meminimalkan dampak cuaca ekstrem serta menjaga keselamatan dan aktivitas masyarakat tetap berjalan dengan aman.







![[19.19, 14/2/2026] Andhanto Nusantara Power: Siaran Pers No.3/II/2026/PLNNP/BidCom
PLN Nusantara Power Gandeng TNI Lindungi Pemukiman Warga Melalui Normalisasi Aliran Sungai Tondano
Minahasa, 14 Februari 2026 — PT PLN Nusantara Power (PLN NP) melalui Unit Pembangkitan (UP) Minahasa bergerak cepat mengantisipasi ancaman banjir di wilayah Sulawesi Utara dengan merampungkan pengerukan sedimen di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Tondano. Langkah nyata yang berlangsung sejak Oktober 2025 hingga Januari 2026 ini bertujuan memastikan warga di sekitar bantaran sungai dapat merasa lebih aman saat menghadapi puncak musim penghujan yang diperkirakan berlangsung pada periode Mei- Juni dan November- Desember.
Langkah strategis ini merupakan bagian dari implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) perusahaan, khususnya dalam aspek perlindungan ekosistem perairan dan pengurangan risiko banjir akibat sedimentasi. Pengerukan dilakukan guna menjaga kapasitas tampung dan kelancaran aliran air, terutama menghadapi peningkatan intensitas curah hujan pada musim penghujan.
Direktur Utama PLN Nusantara Power Ruly Firmansyah menyampaikan arah perusahaan dalam penerapan ESG di seluruh unit pembangkitnya.
“Bagi kami, keandalan listrik harus berjalan beriringan dengan rasa aman masyarakat. Pengerukan DAS Tondano ini bukan sekadar pemeliharaan rutin, melainkan upaya kami melindungi ruang hidup warga dari risiko luapan air. Kami ingin kehadiran PLTA memberikan manfaat yang bisa dirasakan langsung di setiap keluarga,](https://daelpos.com/wp-content/uploads/2026/02/WhatsApp-Image-2026-02-14-at-19.20.04-225x129.jpeg)
