Kementerian PU Terus Pulihkan Konektivitas Aceh, Jembatan Bailey Jamur Ujung Masuki Uji Beban

Thursday, 15 January 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat penanganan 7 jembatan di ruas Batas Bireuen/Bener Meriah – Batas Bener Meriah/Aceh Tengah – Kota Takengon yang sempat putus akibat bencana banjir bandang dan longsor di Provinsi Aceh. Sebanyak 5 jembatan telah kembali fungsional di antaranya Jembatan Alue Kulus, Jembatan Krueng Rongka, dan Jembatan Weihni Lampahan. Sementara 2 jembatannya lainnya yakni Jembatan Weihni Enang-Enang dan Jembatan Jamur Ujung tengah dalam penanganan darurat melalui Jembatan Bailey.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan bahwa menjaga konektivitas infrastruktur jalan dan jembatan merupakan prioritas utama pemerintah dalam kondisi darurat bencana, mengingat perannya yang sangat vital bagi aktivitas masyarakat dan kelancaran distribusi logistik.

“Konektivitas adalah urat nadi kehidupan masyarakat. Dalam kondisi bencana, yang terpenting adalah memastikan akses tetap terbuka agar mobilitas warga, bantuan kemanusiaan, dan distribusi logistik tidak terhenti,” ujar Menteri Dody.

Saat ini ruas Batas Bireuen/Bener Meriah – Batas Bener Meriah/Aceh Tengah – Kota Takengon sudah tembus secara fungsional melalui jalan alternatif. Untuk pemasangan Jembatan Bailey di Jembatan Jamur Ujung saat ini sedang dalam tahap pengujian beban sebelum dibuka secara penuh.

Penanganan juga dilakukan pada Ruas Geumpang – Pameue – Genting Gerbang – Simpang Uning yang kini telah berfungsi secara fungsional. Segmen Geumpang – Pameue – Genting Gerbang sudah dapat dilalui kendaraan, sementara segmen Genting Gerbang – Simpang Uning difungsikan melalui jalan alternatif menuju Angkup untuk menghindari Jembatan Titi Merah dan Jembatan Krueng Pelang yang mengalami kerusakan berat. Saat ini, pemasangan Jembatan Bailey pada Jembatan Krueng Pelang tengah berlangsung dan ditargetkan fungsional pada 16 Januari 2026.

Penanganan dengan Jembatan Bailey juga dilakukan di sejumlah ruas strategis lainnya. Pada Ruas Jalan Meureudu – Batas Pidie Jaya/Bireuen, akses telah fungsional untuk semua jenis kendaraan setelah oprit jembatan yang runtuh selesai ditimbun, dan jembatan kembali difungsikan sejak 12 Desember 2025.

See also  Stok Energi Primer Aman, PLN EPI Pastikan Pasokan Listrik Andal Jelang Idul Fitri

Sementara itu, pada Ruas Jalan Kota Bireuen – Batas Bireuen/Aceh Utara, konektivitas dipulihkan melalui Jembatan Bailey Krueng Tingkem dengan kapasitas 30 ton sejak 27 Desember 2025, serta jalur alternatif melalui Jembatan Bailey di Awe Geutah yang telah fungsional sejak 19 Desember 2025.

Di wilayah tengah dan selatan Aceh, pemulihan konektivitas dilakukan melalui kombinasi penanganan longsoran dan pemasangan jembatan darurat. Ruas Jalan Kota Bireuen – Batas Bireuen/Bener Meriah telah kembali terhubung sejak 18 Desember 2025 setelah pemasangan Bailey di Jembatan Teupin Mane dan penanganan sementara longsoran. Selanjutnya Ruas Batas Aceh Tengah/Nagan Raya – Lhok Seumot – Jeuram, kendaraan roda dua dan roda empat sudah dapat melintas melalui Jembatan Bailey Krueng Beutong sejak 9 Januari 2026.

Konektivitas di wilayah pegunungan Gayo juga terus dijaga. Ruas Genting Gerbang – Celala – Batas Aceh Tengah/Nagan Raya, Batas Aceh Tengah/Gayo Lues – Blangkejeren, hingga Blangkejeren – Batas Gayo Lues/Aceh Tenggara telah kembali fungsional. Pada ruas terakhir, sempat terjadi longsoran ulang pada 3 Januari 2026, namun berhasil ditangani sehingga kembali dapat dilalui kendaraan roda dua dan roda empat pada 9 Januari 2026.

Selanjutnya, Ruas Batas Gayo Lues/Aceh Tenggara – Kota Kutacane juga terhubung kembali setelah penanganan 9 titik longsor serta pemasangan Jembatan Bailey di Jembatan Lawe Mengkudu I dan Lawe Penanggalan yang fungsional sejak 29 Desember 2025. Kementerian PU terus mempercepat penanganan di lapangan, baik melalui penguatan jalur fungsional, penyediaan jembatan darurat, maupun persiapan penanganan permanen, agar konektivitas wilayah terdampak bencana di Aceh dapat pulih secara bertahap dan berkelanjutan. (*)

Berita Terkait

Tinjau Jembatan Pantai Dona di Aceh Tenggara, Menteri Dody Beri Solusi Bangun Sabo Dam di Kawasan Hulu Sungai Alas
Kementerian PU Gerak Cepat Tangani Banjir di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan
Gerak Cepat Kementerian PU Tangani Sungai Muara Pisang Pascabanjir
Bersama Kementerian PU, Hutama Karya Perkuat dan Percepat Dukungan Pemulihan Pascabencana di Aceh
Tol Kutepat Segmen Sinaksak–Simpang Panei Catat 88.867 Kendaraan saat Fungsional Nataru 2025/2026
Kementerian PU Bersihkan 52 Fasilitas Umum di Aceh Tamiang
Kementerian PU Percepat Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang, 7 Blok untuk 84 KK Tuntas 10 Januari 2026
Kementerian PU Siagakan 1.709 Alat Berat untuk Penanganan Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar

Berita Terkait

Thursday, 15 January 2026 - 16:34 WIB

Kementerian PU Terus Pulihkan Konektivitas Aceh, Jembatan Bailey Jamur Ujung Masuki Uji Beban

Tuesday, 13 January 2026 - 19:09 WIB

Tinjau Jembatan Pantai Dona di Aceh Tenggara, Menteri Dody Beri Solusi Bangun Sabo Dam di Kawasan Hulu Sungai Alas

Saturday, 10 January 2026 - 01:55 WIB

Kementerian PU Gerak Cepat Tangani Banjir di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan

Friday, 9 January 2026 - 09:07 WIB

Gerak Cepat Kementerian PU Tangani Sungai Muara Pisang Pascabanjir

Thursday, 8 January 2026 - 10:09 WIB

Bersama Kementerian PU, Hutama Karya Perkuat dan Percepat Dukungan Pemulihan Pascabencana di Aceh

Berita Terbaru

Ekonomi - Bisnis

Masuki 2026, Menkeu Purbaya Dorong Pertumbuhan Ekonomi Berkualitas

Thursday, 15 Jan 2026 - 16:55 WIB