Dari Senggi hingga Manokwari Selatan: Langkah Generasi Muda Membangun Transmigrasi

Saturday, 25 July 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com – Peran generasi muda dalam pembangunan kawasan transmigrasi tidak hanya dimaknai sebagai upaya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun hubungan, memahami budaya, dan menghadirkan solusi bersama masyarakat. Semangat itulah yang dibawa oleh dua peserta termuda Tim Ekspedisi Patriot, Dania Putri Paramitha (21), mahasiswa Universitas Diponegoro, dan Intan Mareta Wahyudiyanti (20), mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

Di Distrik Senggi, Kabupaten Keerom, Papua, Dania, mahasiswa Universitas Diponegoro, yang pernah meraih Juara I Geobiz Business Case Challenge 2025 bertema Urban Heat Island (UHI) bersama timnya pada ajang yang diselenggarakan IA-TOGI, menemukan makna baru tentang Indonesia melalui interaksinya dengan masyarakat adat dan transmigran. Baginya, kesempatan mengabdi di Senggi menjadi pengalaman yang jauh lebih bermakna daripada sekadar menjalankan program lapangan.

“Saya ingin mengenal lebih dalam mengenai keberagaman budaya dan kehidupan sosial yang terbentuk dari interaksi antara transmigran dengan masyarakat lokal di Senggi. Selain itu, saya juga ingin berpartisipasi dalam akselerasi transformasi transmigrasi di Indonesia,” ungkap Dania.

Berbekal semangat belajar, Dania memandang setiap tantangan selama bertugas sebagai bagian dari proses pengabdian. Ia meyakini bahwa kontribusi tidak selalu dimulai dari langkah besar. Membangun komunikasi yang baik, mendengarkan masyarakat, hingga memahami persoalan agraria merupakan cara sederhana yang menurutnya mampu memberikan dampak nyata.

“Saya berharap, kepulangan saya dari Senggi nantinya tidak hanya membawa pengalaman, tetapi juga meninggalkan kontribusi yang dapat dirasakan oleh masyarakat,” ujar Dania.

Semangat yang sama juga mengantarkan Intan kembali bergabung dalam Tim Ekspedisi Patriot. Ia memilih kembali bertugas di kawasan transmigrasi Manokwari Selatan, Papua Barat, setelah merasakan langsung pengalaman penugasan pada tahun sebelumnya.Kepercayaan tersebut menunjukkan kapasitasnya meskipun masih berusia muda.

See also  Bea Cukai Adakan Pertemuan dengan Australian Border

Bagi Intan, pengalaman pertamanya di Manokwari Selatan mengubah cara pandangnya terhadap kawasan transmigrasi. Ia menyadari bahwa potensi suatu daerah tidak dapat dipahami hanya melalui cerita atau media sosial. Setiap kawasan memiliki karakteristik yang hanya dapat dimengerti ketika seseorang hadir, berdialog, dan hidup bersama masyarakat.

“Saya ingin turut mengembangkan potensi yang dimiliki kawasan tersebut, mendampingi masyarakat, serta berkolaborasi dalam menciptakan program yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat,” katanya.

Jika Dania menekankan pentingnya membangun kedekatan sosial, Intan melihat pemberdayaan masyarakat sebagai fondasi pembangunan yang berkelanjutan. Menurutnya, perubahan tidak selalu harus dimulai melalui proyek-proyek besar. Mendengarkan kebutuhan warga, mengoptimalkan potensi lokal, serta membangun kepercayaan diri masyarakat menjadi langkah awal menuju kawasan transmigrasi yang mandiri.

“Menariknya, warga lokal sering kali lebih terbuka, percaya, dan merasa nyaman berdialog dengan anak muda yang datang dengan semangat merangkul. Melalui pendekatan yang segar, adaptif, dan penuh empati, generasi muda dalam Tim Ekspedisi Patriot bukan sekadar pengabdi, melainkan katalisator perubahan yang mampu membuka potensi kawasan transmigrasi menuju kemandirian,” ujar Intan.

Bagi Dania maupun Intan, Tim Ekspedisi Patriot bukan sekadar program pengabdian. Program ini menjadi ruang belajar yang mempertemukan ilmu pengetahuan dengan realitas masyarakat sekaligus menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengambil bagian dalam pembangunan nasional.

Dari Senggi hingga Manokwari Selatan, langkah-langkah kecil yang mereka lakukan menjadi bukti bahwa perubahan besar selalu berawal dari keberanian untuk hadir, mendengar, belajar, dan tumbuh bersama masyarakat. Semangat kolaborasi itulah yang menjadikan generasi muda tidak hanya sebagai saksi pembangunan kawasan transmigrasi, tetapi juga sebagai penggerak transformasi yang berkelanjutan.

Berita Terkait

Menteri PANRB: Wredatama Teladan Pengabdian
Kementerian PU Terapkan Asbuton A30, Perkuat Kemandirian Material Konstruksi Nasional
Kementerian PU Siapkan 4 Ruas Jalan Tol Sebagai Landasan Darurat Pesawat Tempur
Sambut Hari Anak Nasional, HK Bhirawa Salurkan Bantuan Gizi bagi Anak Berisiko Stunting di Surabaya
Prihatin Tragedi KM Nurul Salsa, Ketua DPD RI Dorong Penguatan Konektivitas Daerah Kepulauan
Gandeng BKN, Menteri Dody Komitmen Wujudkan Good Governance di Kementerian PU
PEFINDO Pertahankan Peringkat HKA, Cerminkan Fondasi Keuangan dan Bisnis yang Solid
Kemenperin Genjot Digitalisasi Industri Farmasi Lewat AI

Berita Terkait

Saturday, 25 July 2026 - 16:39 WIB

Dari Senggi hingga Manokwari Selatan: Langkah Generasi Muda Membangun Transmigrasi

Saturday, 25 July 2026 - 12:19 WIB

Menteri PANRB: Wredatama Teladan Pengabdian

Thursday, 23 July 2026 - 18:50 WIB

Kementerian PU Terapkan Asbuton A30, Perkuat Kemandirian Material Konstruksi Nasional

Thursday, 23 July 2026 - 18:46 WIB

Kementerian PU Siapkan 4 Ruas Jalan Tol Sebagai Landasan Darurat Pesawat Tempur

Thursday, 23 July 2026 - 16:51 WIB

Sambut Hari Anak Nasional, HK Bhirawa Salurkan Bantuan Gizi bagi Anak Berisiko Stunting di Surabaya

Berita Terbaru

foto ist

Megapolitan

Pemprov DKI Kebut Rehabilitasi 11 Sekolah, Siapkan Rp249 Miliar

Saturday, 25 Jul 2026 - 15:39 WIB

Berita Utama

Menteri PANRB: Wredatama Teladan Pengabdian

Saturday, 25 Jul 2026 - 12:19 WIB