daelpos.com – Pemerintah melalui Kementerian Transmigrasi terus mendorong peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat kawasan transmigrasi melalui Program Transmigrasi Patriot yang berfokus pada penguatan sumber daya manusia unggul dan pengembangan wirausaha lokal.
“Program ini akan terus dikembangkan dengan dukungan skema beasiswa yang membuka ruang bagi putra-putri terbaik bangsa untuk menjadi pionir pembangunan di kawasan transmigrasi,” ungkap Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam Rapat Koordinasi Transformasi Transmigrasi Tahun 2026 yang digelar di Jakarta, Kamis (5/2/2026).
“Fokus utama penerima Beasiswa Patriot adalah wirausaha dan tenaga pengajar yang akan menjadi pionir dalam mencerdaskan serta memberdayakan masyarakat lokal,” ungkap Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara.
Mentrans Iftitah menyampaikan bahwa Program Transmigrasi Patriot tahun ini difokuskan pada pengembangan kapasitas generasi muda agar mampu menjadi pelaku usaha dan agen perubahan di wilayah transmigrasi. Salah satunya melalui program Beasiswa Patriot 2026 bagi mahasiswa S2 di 7 kampus Tanah Air.
Kemudian, lanjut Iftitah, program ini tidak hanya memberikan beasiswa pendidikan, tetapi menyiapkan ekosistem ekonomi kawasan melalui kolaborasi dengan kampus mitra, pemerintah daerah, serta kementerian dan lembaga terkait. Para peserta Transmigrasi Patriot diarahkan untuk terlibat langsung dalam pengembangan sektor produktif yang memiliki potensi ekonomi tinggi guna menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan daya beli masyarakat.
“Pendekatan pembangunan kawasan transmigrasi dilakukan secara terukur dengan menetapkan lokasi prioritas di wilayah barat, tengah, dan timur Indonesia yang memiliki potensi besar untuk tumbuh cepat. Kita ingin kawasan transmigrasi menjadi mesin pertumbuhan ekonomi yang inklusif, membuka kesempatan kerja bagi masyarakat lokal, serta memberikan penghasilan yang layak dan berkelanjutan,” ujarnya.
Maka dari itu, Transformasi kawasan transmigrasi harus berorientasi pada masa depan dengan tidak hanya memberdayakan potensi yang ada, tetapi juga meningkatkan nilai tambah dan daya saing setiap kawasan agar terintegrasi dengan industri, investasi, dan teknologi sehingga menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat. (AR)








