Biorefinery Cilacap, Mengolah Jelantah menjadi Bioavtur untuk Langit Biru Indonesia

Sunday, 8 February 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com – Pertamina terus memperkuat perannya dalam mendukung transisi dan swasembada energi nasional melalui pengembangan Proyek Bioavtur/Biorefinery Cilacap yang memproduksi Sustainable Aviation Fuel (SAF) berbahan baku Used Cooking Oil (UCO). Proyek ini merupakan kelanjutan dari keberhasilan Phase 1 Revamp TDHT Cilacap yang mengolah bahan baku minyak jelantah menjadi SAF melalui skema co-processing.

Dengan pembangunan Biorefinery Cilacap Phase 2, kapasitas produksi SAF yang sebelumnya mencapai 27 kiloliter per hari akan meningkat signifikan menjadi 887 kiloliter per hari pada tahun 2029.

Pengembangan Biorefinery Cilacap dilakukan secara bertahap sebagai bagian dari upaya Pertamina dalam mengurangi ketergantungan terhadap avtur berbasis fosil, sekaligus menjaga ketahanan pasokan energi aviasi nasional secara berkelanjutan.

Direktur Strategi Portofolio dan Pengembangan Usaha Pertamina, Emma Sri Martini, menegaskan bahwa proyek ini memiliki nilai strategis yang kuat, baik dari sisi ketahanan energi, ekonomi, maupun keberlanjutan lingkungan.

“Biorefinery Cilacap merupakan program strategis dari Bapak Presiden Prabowo dan juga Danantara sejalan dengan Program Asta Cita Pemerintah khususnya nomor 2 terkait swasembada energi, hilirisasi dan industrialisasi, serta program pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan,” ujar Emma dalam Groundbreaking Biorefinery Cilacap pada Jumat, 6 Februari 2026.

Lebih lanjut Emma menjelaskan, pengembangan bioavtur di Cilacap memiliki peran penting yang akan membuat posisi Indonesia memiliki bargaining position untuk bisa menciptakan swasembada energi, meningkatkan daya saing dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Emma menegaskan Biorefinery Cilacap juga merupakan salah satu dari lima Proyek Hilirisasi Danantara di Sektor Energi, serta selaras dengan strategi Dual Growth Pertamina dalam mengembangkan bisnis rendah karbon tanpa mengabaikan penguatan bisnis eksisting.

Untuk memastikan keberlanjutan dan daya saing rantai pasok SAF, Pertamina membangun sinergi lintas pemangku kepentingan dari hulu hingga hilir, mulai dari regulator, penyedia bahan baku, produsen, hingga offtaker sebagai pengguna akhir. Sinergi ini bertujuan menciptakan ekosistem SAF yang terintegrasi, berkelanjutan, dan berdaya saing global.

See also  Tak Cuma Genjot EV, Prabowo Incar Indonesia Jadi Basis Produksi Mobil Kawasan

Pengembangan SAF melalui Biorefinery Cilacap juga memberikan multiplier effect yang signifikan. Dari sisi ekonomi, proyek ini berpotensi memberikan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto nasional hingga Rp199 triliun per tahun. Dari sisi lingkungan, pengembangan SAF berkontribusi pada pengurangan emisi karbon hingga 600 ribu ton CO₂ per tahun. Sementara dari sisi sosial, proyek ini mendorong penyerapan tenaga kerja sekitar 5.900 orang dan berkontribusi terhadap target TKDN sebesar 30 persen. Pertamina juga menjalankan program pengumpulan minyak jelantah dari masyarakat melalui beberapa Bank Sampah Beo Asri, diantaranya yang berlokasi di Kelurahan Tegalreja Kabupaten Cilacap yang terdiri lebih dari 2.900 Kepala Keluarga.

“Ini salah satu proyek percontohan yang cukup lengkap, banyak sekali multiplier effect yang kita peroleh. Bisa mengurangi impor, mengurangi current deficit, bisa menciptakan lapangan pekerjaan, menjadi energi hijau yang bisa mengurangi karbon emisi serta sekaligus mengurangi polusi juga yang membuat paru-paru kita sehat,” imbuh Emma.

Melalui pengembangan Biorefinery Cilacap, Pertamina menegaskan komitmennya untuk terus mendukung ketahanan dan kemandirian energi nasional sekaligus mendorong percepatan transisi energi yang inklusif dan berkelanjutan.

“Pengembangan Biorefinery Cilacap menjadi fondasi jangka panjang bagi penguasaan teknologi, peningkatan daya saing bangsa, serta wujud sinergi seluruh elemen dalam membangun masa depan energi yang berkelanjutan,” tandas Emma.

Berita Terkait

Panas Bumi Melimpah, Bahlil Dorong Percepatan Pengembangan Geotermal
Pascagempa, Pertamina Pastikan Keandalan Pasokan Energi melalui FT Labuan Bajo
Bantu Korban Gempa NTT, Ini Cara Pertamina Hidupkan Gotong Royong
Program Maggot BSF PLN EPI Dorong Ekonomi Sirkular, Kurangi Sampah dan Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Rayakan HUT ke-81 RI, PLN Beri Diskon Tambah Daya 50% bagi Pelanggan
Menyalakan Semangat Kemerdekaan, PLN Icon Plus Perkuat Pendidikan Digital
Mengubah Kemarau Menjadi Harapan, Pertamina Dampingi Petani Boyolali Bangkit dan Lebih Sejahtera
PLN Berhasil Pulihkan Sistem Kelistrikan Flores Pascagempa, Seluruh Pelanggan Kembali Menyala
Tag :

Berita Terkait

Thursday, 20 August 2026 - 14:05 WIB

Panas Bumi Melimpah, Bahlil Dorong Percepatan Pengembangan Geotermal

Thursday, 20 August 2026 - 13:58 WIB

Pascagempa, Pertamina Pastikan Keandalan Pasokan Energi melalui FT Labuan Bajo

Thursday, 20 August 2026 - 13:54 WIB

Bantu Korban Gempa NTT, Ini Cara Pertamina Hidupkan Gotong Royong

Wednesday, 19 August 2026 - 21:59 WIB

Program Maggot BSF PLN EPI Dorong Ekonomi Sirkular, Kurangi Sampah dan Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Wednesday, 19 August 2026 - 12:14 WIB

Rayakan HUT ke-81 RI, PLN Beri Diskon Tambah Daya 50% bagi Pelanggan

Berita Terbaru

Berita Utama

Commuter Line Bogor Terkendala, Transjakarta Kerahkan Armada Bantuan

Thursday, 20 Aug 2026 - 14:27 WIB