daelpos.com – Purbaya Yudhi melaporkan realisasi APBN hingga 31 Januari 2026 menunjukkan kinerja yang solid di tengah dinamika ekonomi global dan domestik. Pendapatan negara tercatat mencapai Rp172,7 triliun atau setara 5,5% dari target APBN 2026.
Angka tersebut tumbuh 9,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year-on-year/yoy). Pertumbuhan ini ditopang oleh kuatnya penerimaan perpajakan serta mulai pulihnya Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
Secara khusus, Purbaya menyoroti lonjakan pertumbuhan pajak yang mencapai 30,7% pada Januari 2026.
“Ini artinya ada perbaikan ekonomi maupun ada perbaikan sedikit atau banyak dari efisiensi pengumpulan pajak di Ditjen Pajak. Saya harap ke depannya akan berlanjut terus,” ujar Purbaya dalam Konferensi Pers APBN Kita di Jakarta, Senin (23/2).
Dari sisi belanja, pemerintah melakukan akselerasi dengan realisasi mencapai Rp227,3 triliun atau 5,9% dari pagu APBN. Belanja negara tersebut tumbuh 25,7% (yoy).
Belanja difokuskan untuk mendukung berbagai program prioritas pemerintah, menjaga daya beli masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi sejak awal tahun atau triwulan pertama.
Sementara itu, posisi defisit APBN hingga akhir Januari 2026 tercatat sebesar Rp54,6 triliun atau 0,21% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Pemerintah menegaskan angka tersebut masih terkendali dan sesuai desain APBN 2026.
Keseimbangan primer juga tercatat defisit Rp4,2 triliun, yang mencerminkan pengelolaan fiskal tetap dilakukan secara pruden.
Untuk mendukung kebutuhan anggaran, realisasi pembiayaan telah mencapai Rp105,1 triliun atau 15,2% dari target. Pembiayaan dilakukan secara terukur dan antisipatif guna menjaga likuiditas serta stabilitas pasar keuangan.
“Secara keseluruhan, APBN 2026 tetap berfungsi optimal sebagai shock absorber sekaligus motor penggerak ekonomi. Kami optimistis APBN akan terus menjaga stabilitas dan mendukung momentum pertumbuhan ekonomi nasional sepanjang tahun 2026,” tutup Bendahara Negara.








