daelpos.com – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, resmi membuka Kick Off Jakarta Ramadan Festival di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Jumat, 27 Februari 2026. Pembukaan festival ditandai dengan gelaran Jakarta Rebana Ramadan Kolosal yang menghadirkan pertunjukan seni Islami di ruang publik.
“Diadakan mulai hari ini sampai dengan tanggal 31 Maret,” ujar Pramono dalam sambutannya.
Menurut dia, Jakarta Ramadan Festival merupakan rangkaian kegiatan sepanjang Ramadan hingga Idulfitri yang dirancang untuk memperkuat citra Jakarta sebagai kota global yang inklusif dan penuh warna. Seluruh rangkaian acara akan berlangsung hingga 31 Maret 2026.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan sejumlah program untuk masyarakat. Di antaranya pasar murah dan bazar guna menjaga stabilitas harga pangan selama Ramadan. Selain itu, akan digelar Jakarta Light Festival pada 19–24 Maret 2026 serta Jakarta Festive Wonder pada 27 Februari–31 Maret 2026 di 101 pusat perbelanjaan.
Berbagai agenda tersebut, kata Pramono, dihadirkan untuk menciptakan suasana Ramadan dan Lebaran yang aman sekaligus meriah bagi warga ibu kota.
“Mengadakan acara yang disebut dengan Jakarta Ramadan Festival. Acara ini diadakan mulai hari ini sampai dengan tanggal 31 Maret,” katanya.
Selain festival, Pemprov DKI juga menyelenggarakan program “Mudik ke Jakarta” yang berlangsung pada 27 Februari–31 Maret 2026. Program ini digelar bekerja sama dengan hotel, pusat perbelanjaan, kawasan pariwisata, serta berbagai moda transportasi. Melalui kolaborasi tersebut, masyarakat dapat menikmati potongan harga hingga 70 persen di sejumlah pusat perbelanjaan.
“Kami akan memberikan kemudahan, insentif pajak bagi pusat-pusat perbelanjaan, hotel, dan sebagainya, agar mereka kemudian bisa memberikan diskon yang signifikan,” ujar Pramono.
Pemprov DKI juga menyediakan fasilitas transportasi gratis bagi masyarakat untuk menikmati Jakarta saat Idulfitri. Pramono berharap kebijakan itu dapat mendorong perputaran ekonomi di ibu kota selama musim libur Lebaran.
“Untuk menarik bahwa daripada macet-macet atau belanja-belanja ke luar negeri dan sebagainya, lebih baik tetap tinggal di Jakarta. Jakarta menyediakan segalanya,” kata dia.








