daelpos.com — Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) tengah menyiapkan proses naturalisasi empat atlet muda asal Brasil untuk memperkuat tim nasional voli Indonesia dalam jangka panjang menuju Olimpiade Brisbane 2032.
Ketua Umum PBVSI Imam Sudjarwo mengatakan rencana tersebut masih berada pada tahap penyiapan dokumen administratif sebelum dibahas bersama pemerintah. Empat atlet yang diproyeksikan terdiri dari dua pemain putra dan dua pemain putri.
“Semua naturalisasi yang pernah saya sampaikan itu ada dua putra dan dua putri. Saat ini kami sedang mempersiapkan administrasinya dan dalam waktu dekat saya akan bertemu dengan Menpora untuk membicarakan hal ini,” kata Imam di Jakarta, Minggu, 15 Maret 2026.
Setelah proses awal selesai, PBVSI berencana membahas rencana itu dengan Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir. Jika mendapat persetujuan pemerintah, usulan naturalisasi akan diajukan ke Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia karena perubahan kewarganegaraan atlet memerlukan persetujuan parlemen.
Menurut Imam, langkah naturalisasi ditempuh sebagai strategi untuk mempercepat peningkatan daya saing tim nasional di level internasional. Kehadiran pemain baru diharapkan dapat meningkatkan kualitas permainan sekaligus memicu persaingan sehat bagi atlet lokal.
Ia menegaskan program tersebut merupakan bagian dari proyek jangka panjang menuju Olimpiade Brisbane 2032, bukan sekadar kebutuhan menghadapi turnamen tertentu.
“Kenapa kita harus naturalisasi? Karena kita punya proses panjang menuju Olimpiade Brisbane 2032. Kita ingin menyiapkan tim yang kuat sekaligus membangun motivasi bagi atlet nasional,” ujar Imam.
PBVSI menargetkan pemain yang masih berusia sekitar 17 tahun agar memiliki waktu pengembangan yang cukup panjang bersama tim nasional Indonesia hingga memasuki usia puncak pada 2032.
Federasi juga memastikan program naturalisasi tidak akan menghambat pembinaan atlet dalam negeri. Pembentukan pemain muda tetap berjalan melalui berbagai program, termasuk tim pembinaan seperti Jakarta Garuda Jaya yang diproyeksikan menjadi wadah pengembangan atlet muda nasional.
“Kita tidak ingin mematikan atlet nasional. Naturalisasi boleh dilakukan, tetapi tetap ada batasan dan proporsinya,” kata Imam.
Ia menambahkan, empat atlet yang menjadi target naturalisasi telah memberikan sinyal positif untuk bergabung dengan Indonesia. Namun, PBVSI masih memeriksa aspek regulasi, termasuk kemungkinan status diaspora agar proses berjalan sesuai aturan.
Selain mendatangkan pemain, PBVSI juga berencana menambah tenaga pelatih dari Brasil untuk memperkuat program pembinaan tim nasional voli putra yang tahun ini menghadapi sejumlah agenda internasional.








