PHE Dorong Percepatan Pengembangan Lapangan Migas untuk Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Monday, 6 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com – PT Pertamina Hulu Energi (PHE) terus memperkuat komitmennya dalam menjaga ketahanan energi nasional melalui percepatan pengembangan lapangan minyak dan gas bumi (migas) di tengah dinamika geopolitik global dan volatilitas harga minyak.

Komitmen tersebut disampaikan Direktur Pengembangan dan Produksi PHE, Mery Luciawaty, dalam forum diskusi internasional Offshore Technology Conference (OTC) Asia 2026 di Kuala Lumpur, Malaysia, pada Rabu (1/4/2026), yang mengangkat tema “Accelerating Development for Energy Security: Fast-Tracking Field Strategies in a Volatile World”.

Dalam paparannya, Mery menegaskan bahwa percepatan pengembangan lapangan migas menjadi kunci untuk memastikan keberlanjutan produksi migas nasional sekaligus menjawab peningkatan kebutuhan energi domestik.

“Di tengah ketidakpastian global, percepatan pengembangan lapangan migas menjadi langkah strategis untuk memastikan ketahanan energi nasional, sekaligus menjaga keberlanjutan pasokan energi bagi masyarakat dan industri,” ujar Mery.

“Sebagai Subholding Upstream Pertamina, PHE saat ini mengelola 20 basin dengan total produksi mencapai sekitar 1 juta barel setara minyak per hari (MMBOEPD), yang berkontribusi sekitar 65% terhadap produksi minyak nasional dan 36% produksi gas nasional dari 27% wilayah kerja migas domestik.

Dengan pencapaian tersebut, PHE menghadapi beberapa challenge untuk pengembangan lapangan, yaitu decline rate yang cukup tinggi untuk minyak sebesar 24% dan decline rate gas 21% serta asset integrity menjadi major challenge karena 65% asset PHE memiliki usia di atas 30 tahun. Selain itu, challenge lainnya yaitu operational cost PHE cukup tinggi dikarenakan produksi di PHE sudah berada di late stage of development di mana dalam peningkatan produksi PHE melakukan enhanced oil recovery (EOR) yaitu steamflood yang membutuhkan dukungan dari keandalan listrik, serta juga aktivitas chemical oil recovery yang membutuhkan biaya lebih tinggi dibandingkan conventional drilling. Challenge lainnya terkait komersialisasi lapangan gas stranded yang berada di remote area, sehingga diperlukan teknologi seperti GTL atau mini LNG untuk meningkatkan keekonomian dari asset tersebut.

See also  PLN Dukung KESDM Salurkan BPBL bagi Ratusan Keluarga Prasejahtera di Minahasa

Untuk mendukung peningkatan produksi, PHE menjalankan berbagai strategi utama, antara lain melalui percepatan pematangan proyek (project maturation), salah satu contohnya untuk proyek eksplorasi dengan melibatkan tim pengembangan sejak dini dalam menentukan rencana pengembangan, serta optimalisasi pengembangan lapangan marginal melalui pendekatan terintegrasi dan efisiensi biaya.

PHE juga terus mendorong penerapan inovasi teknologi untuk pengembangan lapangan deepwater, migas nonkonvensional, chemical enhanced oil recovery (CEOR), serta pengembangan ekosistem carbon capture, utilization and storage (CCUS) sebagai bagian dari strategi jangka panjang perusahaan,” tambahnya.

Di tingkat global, PHE juga memperkuat portofolio internasional melalui anak usaha PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP) yang mengelola aset di Aljazair, Irak, dan Malaysia, serta kepemilikan saham mayoritas di Maurel & Prom yang memiliki operasi di Afrika, Amerika, dan Eropa.

Melalui berbagai inisiatif tersebut, PHE optimistis dapat terus meningkatkan kinerja operasional sekaligus mendukung target swasembada energi nasional.

“Dengan penguatan kapabilitas organisasi, kemitraan strategis, serta dukungan kebijakan fiskal yang kompetitif, PHE berkomitmen untuk terus mengoptimalkan pengembangan migas nasional guna mendukung ketahanan energi Indonesia,” ujar Mery.

PHE akan terus berinvestasi dalam pengelolaan operasi dan bisnis hulu migas sesuai prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). PHE juga senantiasa berkomitmen Zero Tolerance on Bribery dengan memastikan pencegahan atas fraud dan memastikan perusahaan bersih dari penyuapan. Salah satunya dengan implementasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) yang telah terstandardisasi ISO 37001:2016.

Berita Terkait

HBA Batubara Turun ke USD 124,44 per Ton, ESDM: Dipicu Koreksi Harga Transaksi
Dukung Penguatan Desa Digital di Banjar Kepisah, PLN Icon Plus Berikan Internet Gratis
Pertama di Dunia, Terminal LPG Tanjung Sekong Pertamina, Raih Sertifikasi Terminal Hijau
Adopsi Kendaraan Listrik Tumbuh, 21.865 Pelanggan Baru Gunakan Home Charging Services PLN pada Semester I 2026
Direktur Biomassa PLN EPI Raih Penghargaan Inagritech 2026 atas Kepemimpinan dalam Percepatan Pengembangan Biomassa
Kunjungi Booth PLN di GIIAS 2026, Nikmati Promo Tambah Daya 50 Persen
Dua Siswa MAN IC Serpong Wakili RI di Olimpiade Nuklir Dunia
PLN EPI Gelar Konsultasi Publik AMDAL Fasilitas Regasifikasi LNG, Perkuat Transisi Energi di NTB
Tag :

Berita Terkait

Friday, 7 August 2026 - 15:36 WIB

HBA Batubara Turun ke USD 124,44 per Ton, ESDM: Dipicu Koreksi Harga Transaksi

Friday, 7 August 2026 - 12:50 WIB

Dukung Penguatan Desa Digital di Banjar Kepisah, PLN Icon Plus Berikan Internet Gratis

Friday, 7 August 2026 - 09:00 WIB

Pertama di Dunia, Terminal LPG Tanjung Sekong Pertamina, Raih Sertifikasi Terminal Hijau

Thursday, 6 August 2026 - 17:10 WIB

Adopsi Kendaraan Listrik Tumbuh, 21.865 Pelanggan Baru Gunakan Home Charging Services PLN pada Semester I 2026

Thursday, 6 August 2026 - 09:18 WIB

Direktur Biomassa PLN EPI Raih Penghargaan Inagritech 2026 atas Kepemimpinan dalam Percepatan Pengembangan Biomassa

Berita Terbaru

Olahraga

Indonesia Kalahkan Vietnam 3-2 padaSEA V Cup 2026

Saturday, 8 Aug 2026 - 14:13 WIB

Nasional

Wapres Tinjau Jembatan Lumut, Konektivitas Aceh Diperkuat

Saturday, 8 Aug 2026 - 13:38 WIB

Berita Terbaru

Empat Langkah Pemberdayaan Perempuan untuk Transformasi Digital Inklusif

Saturday, 8 Aug 2026 - 10:19 WIB