PLN EPI Kembangkan Gasifikasi Biomassa, Direktur Biomassa Sebut Karimun Jadi Pilot Project Dedieselisasi Nasional

Tuesday, 7 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Biomassa PT PLN Energi Primer Indonesia, Hokkop Situngkir dan Tim saat melakukan kunjungan ke Pusat Listrik Bahan Bakar Synthetic Gas Hybrid Solar Cell milik Karimun Power Plant (KPP) beberapa waktu lalu.

Direktur Biomassa PT PLN Energi Primer Indonesia, Hokkop Situngkir dan Tim saat melakukan kunjungan ke Pusat Listrik Bahan Bakar Synthetic Gas Hybrid Solar Cell milik Karimun Power Plant (KPP) beberapa waktu lalu.

daelpos.com — PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) mendorong pengembangan gasifikasi biomassa sebagai solusi percepatan program dedieselisasi, terutama di wilayah terpencil yang belum terjangkau jaringan listrik interkoneksi. Langkah ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PLN EPI dan PT Karimun Power Plant (KPP) untuk pengembangan bisnis syngas gasifikasi berbasis biomassa, sebagai bagian dari upaya mendukung transisi energi dan pencapaian target net zero emission (NZE) 2060 pada Senin (6/4) di Jakarta.

Direktur Biomassa PLN EPI, Hokkop Situngkir, mengatakan pemanfaatan biomassa tidak lagi sekadar alternatif, melainkan bagian dari pembangunan ekosistem energi baru terbarukan (EBT) yang terintegrasi dari hulu ke hilir.

“Potensi biomassa nasional mencapai sekitar 80 juta ton, namun baru dimanfaatkan sekitar 20 juta ton. Artinya, masih ada peluang besar yang bisa dioptimalkan untuk mendukung ketahanan energi nasional,” ujar Hokkop.

Ia menjelaskan bahwa pengembangan biomassa tidak hanya difokuskan pada co-firing di PLTU, tetapi bisa dikembangkan jalur baru melalui syngas berbasis gasifikasi biomassa yang lebih fleksibel digunakan pada pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) maupun sistem isolated.

“Gasifikasi biomassa ini menjadi solusi konkret untuk daerah isolated yang masih bergantung pada solar. Dengan pendekatan ini, kita bisa menekan biaya energi sekaligus mengurangi emisi,” tambahnya.

Menurut Hokkop, keterbatasan desain PLTU dan kesiapan infrastruktur menjadi tantangan dalam penyerapan biomassa melalui cofiring, sehingga diversifikasi pemanfaatan menjadi langkah strategis.

“Karena itu kita membuka branch baru melalui gasifikasi biomassa. Ini bukan hanya opsi teknis, tapi juga solusi bisnis yang lebih adaptif untuk menjawab kebutuhan energi di wilayah terpencil ,” tegasnya.

Sebagai tahap awal, PLN EPI menggandeng PT KPP untuk mengembangkan proyek percontohan di Karimun. Saat ini, fasilitas tersebut telah memiliki kapasitas biomassa sebesar 1 Megawatt (MW) dan berpotensi ditingkatkan hingga 2–5 MW.

See also  PLN EPI Gandeng Sorbu Agro Energi Kembangkan Bioenergi Sorgum di Gorontalo

Direktur PT Karimun Power Plant, Arthur Palupessy, mengatakan pihaknya telah memiliki pengalaman lebih dari 25 tahun dalam pengelolaan pembangkit berbasis diesel. Namun, tantangan utama dalam transisi ke biomassa terletak pada kepastian harga dan pasokan bahan baku.

“Kami sudah terbiasa dengan sistem diesel yang memiliki standar biaya jelas. Tantangannya di biomassa adalah memastikan harga dan pasokan tetap stabil agar operasional tetap feasible,” ujar Arthur.

Ia menambahkan bahwa kebutuhan biomassa untuk pembangkit 1 MW dapat mencapai sekitar 35 ton per hari, sehingga diperlukan skema rantai pasok jangka panjang yang terintegrasi.

“Kalau pasokan dan harga bisa dijaga stabil, maka gasifikasi biomassa akan menjadi solusi yang sangat kompetitif dibandingkan diesel,” jelasnya.

Melalui kerja sama ini, PLN EPI akan berperan sebagai aggregator sekaligus pengembang ekosistem biomassa, mulai dari pemetaan sumber bahan baku, pembangunan fasilitas produksi, hingga penyediaan teknologi gasifikasi dan distribusi syngas.

Selain menghasilkan energi, proyek ini juga berpotensi menghasilkan produk turunan seperti biochar yang memiliki nilai ekonomi.

Ke depan, PLN EPI menargetkan model ini dapat direplikasi di sekitar 200 lokasi PLTD di seluruh Indonesia sebagai bagian dari strategi menekan konsumsi solar dan mempercepat transisi energi nasional.

Berita Terkait

Hari Kesaktian Pancasila, PLN Icon Plus Perkuat Semangat Persatuan dan Pengabdian
Sambut MotoGP 2026, Pertamina Siapkan Layanan Energi dan Akomodasi
PLN Nusantara Power Bersama Warga Rawat Sungai Maron, dari Lingkungan Hingga Penghidupan
Pertamina UMK Academy 2026 Hadirkan Pelatihan dan Pendampingan Pengembangan Usaha
PLN EPI Siapkan Co-firing Amonia di PLTU, Uji Coba Dimulai 2027
PLN EPI Borong Tiga Penghargaan, Raih Dua Platinum ICA–ISDA dan Apresiasi Kepemimpinan Perempuan
Perkuat Inovasi Transisi Energi, PGN Raih Platinum Award InTechSEA 2026
Konsisten Tingkatkan Kualitas Layanan, CC PLN 123 Raih Penghargaan di TBCCI 2026

Berita Terkait

Friday, 2 October 2026 - 12:31 WIB

Hari Kesaktian Pancasila, PLN Icon Plus Perkuat Semangat Persatuan dan Pengabdian

Friday, 2 October 2026 - 07:09 WIB

Sambut MotoGP 2026, Pertamina Siapkan Layanan Energi dan Akomodasi

Thursday, 1 October 2026 - 17:33 WIB

PLN Nusantara Power Bersama Warga Rawat Sungai Maron, dari Lingkungan Hingga Penghidupan

Thursday, 1 October 2026 - 14:56 WIB

Pertamina UMK Academy 2026 Hadirkan Pelatihan dan Pendampingan Pengembangan Usaha

Thursday, 1 October 2026 - 14:49 WIB

PLN EPI Siapkan Co-firing Amonia di PLTU, Uji Coba Dimulai 2027

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Sawah Kekurangan Air, Pompa Dikerahkan di Bekasi hingga Cirebon

Friday, 2 Oct 2026 - 12:41 WIB