Investasi Awal Tahun Tumbuh 7,2%, Pemerintah Terapkan KBLI Lebih Adaptif

Friday, 24 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com – Kinerja investasi Indonesia pada awal 2026 tetap menunjukkan tren positif di tengah ketidakpastian ekonomi global. Pemerintah mencatat realisasi investasi pada Triwulan I 2026 mencapai Rp498,8 triliun atau tumbuh 7,2% secara tahunan (year-on-year).

Capaian tersebut setara dengan 24,4% dari target investasi tahun 2026 sebesar Rp2.041,3 triliun. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani menyebut pertumbuhan ini mencerminkan kepercayaan investor yang tetap terjaga.

“Pertumbuhan investasi sebesar 7,2% pada triwulan pertama menunjukkan bahwa minat investor, baik domestik maupun asing, tetap terjaga di tengah dinamika global,” ujar Rosan di Jakarta, Rabu (23/4/2026).

Selain menopang pertumbuhan ekonomi, investasi juga berdampak langsung pada penyerapan tenaga kerja. Sepanjang Januari-Maret 2026, realisasi investasi menyerap 706.569 tenaga kerja atau meningkat 18,9% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari sisi komposisi, Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) tercatat relatif seimbang. PMA mencapai Rp250,0 triliun (50,1%), sementara PMDN sebesar Rp248,8 triliun (49,9%).

Sebaran investasi juga semakin merata. Realisasi di luar Pulau Jawa mencapai Rp251,3 triliun (50,4%), melampaui Pulau Jawa sebesar Rp247,5 triliun (49,6%).

“Dominasi investasi di luar Pulau Jawa menunjukkan pembangunan ekonomi semakin inklusif, didorong kebijakan hilirisasi,” katanya.

Secara sektoral, industri pengolahan masih mendominasi, khususnya industri logam dasar dengan nilai Rp69,4 triliun. Total investasi di sektor hilirisasi mencapai Rp147,5 triliun atau hampir 30% dari total investasi, dengan pertumbuhan 8,2% secara tahunan.

Adapun negara asal investor terbesar masih didominasi Singapura, diikuti Hong Kong, China, Amerika Serikat, dan Jepang.

Di tengah upaya menjaga momentum investasi, pemerintah juga memperkuat regulasi melalui implementasi Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025 dalam sistem Perizinan Berusaha Berbasis Risiko (PBBR).

See also  Atasi Krisis Air, Kementerian PU Bangun 48 Sumur Bor di Aceh Tamiang

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, KBLI 2025 dirancang untuk mengakomodasi dinamika ekonomi baru, termasuk ekonomi digital dan jasa berbasis teknologi.

“Indonesia itu resilient. Investasi di Indonesia menguntungkan, bahkan bisa mencapai sekitar 60%,” ujar Airlangga.

KBLI 2025 akan menjadi acuan tunggal lintas instansi dalam sistem OSS (Online Single Submission), sekaligus memperkuat integrasi dengan sistem Administrasi Hukum Umum (AHU).

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menambahkan, KBLI merupakan “bahasa bersama” dalam membaca aktivitas ekonomi sehingga memudahkan pengumpulan data dan perumusan kebijakan.

Pemerintah menargetkan implementasi KBLI 2025 dilakukan secara serentak paling lambat 18 Juni 2026, termasuk penyesuaian pada sistem OSS dan AHU Online.

“Kita tidak boleh lengah di tengah dinamika global. Konsistensi kebijakan dan sinergi menjadi kunci agar Indonesia tetap menjadi tujuan utama investasi global,” pungkas Rosan.

Berita Terkait

BRI Salurkan Tunjangan Profesi Guru Non-ASN Seniliai Rp921,6 Miliar kepada Lebih dari 507 Ribu Penerima
Livin’ Berbagi, Inisiatif Sederhana Bank Mandiri Hadirkan Manfaat bagi Sesama
Keminveshil Jajaki Peluang Investasi Strategis dengan Azerbaijan
Telkom Raih “SOE In-House of The Year” di ALB Indonesia Law Awards 2026
Danantara Gelar DTIIF 2026, Dorong Inovasi Teknologi Indonesia
Indonesia–Azerbaijan Perkuat Kerja Sama Ekonomi dan Peluang Investasi
BRI Dukung Talenta Muda Siap Kerja Lewat Program Magang
Hutama Karya Dorong Ekonomi Sirkular, Sulap Sampah Plastik dan Minyak Jelantah Jadi Rupiah
Tag :

Berita Terkait

Wednesday, 4 November 2026 - 13:46 WIB

BRI Salurkan Tunjangan Profesi Guru Non-ASN Seniliai Rp921,6 Miliar kepada Lebih dari 507 Ribu Penerima

Monday, 2 November 2026 - 18:11 WIB

Livin’ Berbagi, Inisiatif Sederhana Bank Mandiri Hadirkan Manfaat bagi Sesama

Monday, 2 November 2026 - 07:05 WIB

Keminveshil Jajaki Peluang Investasi Strategis dengan Azerbaijan

Friday, 30 October 2026 - 18:33 WIB

Telkom Raih “SOE In-House of The Year” di ALB Indonesia Law Awards 2026

Tuesday, 27 October 2026 - 08:27 WIB

Danantara Gelar DTIIF 2026, Dorong Inovasi Teknologi Indonesia

Berita Terbaru