Timur Tengah Memanas, DPD RI Soroti Risiko Ekonomi dan Pentingnya Perlindungan Daerah

Friday, 24 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com – Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI mengingatkan pemerintah untuk segera mengantisipasi dampak eskalasi geopolitik di Timur Tengah terhadap stabilitas ekonomi nasional dan daerah. Konflik yang meluas, termasuk blokade Selat Hormuz, dinilai telah mengganggu asumsi dasar ekonomi makro dan berpotensi menekan daya beli masyarakat serta meningkatkan beban fiskal daerah.

Dalam Sidang Paripurna Ke-9 Masa Sidang IV Tahun Sidang 2025–2026 di Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (23/4/2026), Ketua DPD RI Sultan B Najamudin menegaskan bahwa dinamika geopolitik global saat ini memiliki implikasi langsung terhadap perekonomian nasional, terutama pada sektor energi, logistik, dan inflasi yang dirasakan hingga ke daerah.

“Eskalasi geopolitik di Timur Tengah, termasuk blokade Selat Hormuz dan meluasnya konflik, telah mengubah secara fundamental lanskap ekonomi global dan menggugurkan asumsi dasar ekonomi makro dalam RAPBN 2026,” ucap Sultan.

Dalam Sidang Paripurna yang juga dipimpin oleh Wakil Ketua DPD RI GKR Hemas, Yorrys Raweyai, dan Tamsil Linrung tersebut, Sultan juga mengatakan bahwa DPD RI memandang bahwa ketidakpastian harga energi global telah membuat sejumlah asumsi fiskal menjadi tidak relevan, seperti penetapan Indonesian Crude Price sebesar 70 dolar AS per barel di tengah realitas harga minyak dunia yang sangat fluktuatif bahkan pernah melampaui 100 dolar AS per barel.

“Kondisi ini menunjukkan bahwa kerangka fiskal yang ada belum sepenuhnya adaptif terhadap dinamika krisis energi dan disrupsi rantai pasok global yang bersifat non-linear,” tegasnya.

Sultan juga menilai, penggunaan asumsi yang tidak mutakhir berpotensi menimbulkan risiko sistemik terhadap stabilitas ekonomi nasional, sekaligus memberikan tekanan signifikan bagi daerah melalui peningkatan biaya logistik dan inflasi energi. Oleh karena itu, dalam konteks perlindungan masyarakat, lanjut Sultan, DPD RI menekankan pentingnya menjaga kapasitas fiskal daerah agar tetap mampu merespons tekanan ekonomi, khususnya melalui kebijakan transfer ke daerah yang tidak boleh terganggu.

See also  Jokowi Akan Serahkan Bansos hingga Silaturahmi dengan Alumni Penerima Kartu Prakerja

“Dalam konteks ini, kepastian Transfer ke Daerah harus tetap dijaga dan tidak boleh tereduksi, agar daerah memiliki kapasitas fiskal yang memadai untuk melindungi daya beli masyarakat dan mencegah pelebaran ketimpangan ekonomi,” lanjut Sultan.

Menurut Sultan, DPD RI mendorong pemerintah perlu segera menyiapkan langkah fiskal yang lebih responsif untuk meredam dampak krisis global yang semakin kompleks. Oleh karena itu, DPD RI secara tegas mendorong Pemerintah untuk segera mengambil langkah menyiapkan APBN Perubahan (APBN-P) 2026 sebagai instrumen fiskal yang responsif dan kredibel dalam meredam dampak krisis.

Selain fiskal, lanjutnya, DPD RI juga menyoroti ancaman permasalahan di sektor energi. Sultan mengatakan, DPD RI menganggap lonjakan harga energi global harus menjadi peringatan serius bagi Indonesia untuk memperkuat kemandirian energi dan memperbaiki tata kelola distribusi energi nasional. “Ini adalah alarm bagi kita untuk segera mewujudkan kedaulatan energi yang sejati,” kata Sultan yang juga penulis buku Green Democracy ini.

Oleh karena itu, Sultan menilai jika distribusi energi, khususnya BBM bersubsidi, harus dilakukan secara tepat sasaran agar tidak menambah beban masyarakat, terutama masyarakat kecil di pelosok daerah yang paling rentan terhadap dampak ekonomi. Langkah menurutnya merupakan fondasi utama dalam mendukung visi besar transisi energi hijau yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai lompatan peradaban menuju masa depan yang berkelanjutan

“Kita, sebagai representasi daerah, memikul tanggung jawab konstitusional untuk memastikan bahwa transisi ini dipersiapkan dengan matang di setiap jengkal tanah air, agar daerah tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi aktor utama dalam ekonomi hijau nasional.,” tegas Sultan.

Berita Terkait

PT Hutama Karya (Persero) Perkuat Transformasi ESG dan Budaya Kerja Berkelanjutan
Jalan Lenteng Agung Raya Kembali Dibuka, Kendaraan Sudah Bisa Melintas
Hutama Karya Dukung Lahirnya Inovator Konstruksi Masa Depan di International BIM Innovation Contest Undip 2026
Eks Hotel Sultan Dieksekusi 18 Juni, Negara Ambil Alih Blok 15 GBK
Transformasi RSUD Muara Dua, Hutama Karya Perkuat Infrastruktur Kesehatan Berbasis Teknologi dan Human-Centered Design
Tinjau Rumah Hunian Aceh Tamiang, Menteri Dody Pastikan Kenyamanan Masyarakat
Merespons Eskalasi Konflik Papua, DPD RI Resmi Sepakati Pembentukan Pansus Penanganan Konflik dan Kemanusiaan Papua
Cegah Mangkrak, Menteri Dody Kawal Langsung Pembangunan Sekolah Rakyat di Lapangan

Berita Terkait

Wednesday, 3 June 2026 - 22:01 WIB

PT Hutama Karya (Persero) Perkuat Transformasi ESG dan Budaya Kerja Berkelanjutan

Tuesday, 2 June 2026 - 16:39 WIB

Jalan Lenteng Agung Raya Kembali Dibuka, Kendaraan Sudah Bisa Melintas

Friday, 29 May 2026 - 14:19 WIB

Hutama Karya Dukung Lahirnya Inovator Konstruksi Masa Depan di International BIM Innovation Contest Undip 2026

Thursday, 28 May 2026 - 14:28 WIB

Eks Hotel Sultan Dieksekusi 18 Juni, Negara Ambil Alih Blok 15 GBK

Monday, 25 May 2026 - 18:07 WIB

Transformasi RSUD Muara Dua, Hutama Karya Perkuat Infrastruktur Kesehatan Berbasis Teknologi dan Human-Centered Design

Berita Terbaru

Olahraga

Voli Putri Indonesia Bungkam Iran 3-1 di AVC Cup-Women 2026

Saturday, 6 Jun 2026 - 20:44 WIB

Berita Utama

Sekolah Berasrama untuk Anak Maluku Utara Disiapkan di Halmahera

Saturday, 6 Jun 2026 - 20:24 WIB