Dolar Tembus Rp18.000, Omzet Warteg Anjlok hingga 50 Persen

Monday, 8 June 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ilustrasi / foto ist

ilustrasi / foto ist

daelpos.com – Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) yang menyentuh Rp18.000 mulai dirasakan dampaknya oleh pelaku usaha warung tegal (warteg). Kenaikan harga bahan pokok membuat pelanggan lebih hemat saat membeli makanan, sehingga omzet pedagang ikut tertekan.

Salah satu pemilik warteg, Zidan, mengaku konsumennya kini lebih selektif dalam memilih menu. Jika sebelumnya pelanggan biasa membeli dua jenis lauk, kini banyak yang hanya memilih satu lauk dengan harga paling murah.

“Pelanggan yang dulu biasa membeli dua menu seperti ayam dan telur dengan sayur, sekarang hanya pesan satu menu, paling sering nasi dan telur tanpa sayur,” ujar Zidan.

Menurut dia, jumlah pelanggan di warungnya juga mengalami penurunan cukup tajam hingga 50 persen. Padahal, lokasi warteg berada di kawasan perkantoran yang biasanya ramai pembeli.

“Biasanya saat ramai bisa lebih dari 150 orang sehari, sekarang paling 70 sampai 75 orang saja,” katanya.

Zidan menilai usaha warteg sangat sensitif terhadap kenaikan harga bahan baku. Pelemahan rupiah membuat harga barang impor ikut naik dan berdampak pada rantai pasok hingga pasar domestik.

Sementara itu, Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa menilai penurunan omzet di sejumlah warteg belum bisa dijadikan indikator melemahnya daya beli masyarakat secara umum.

“Itu mungkin terjadi, tetapi sampelnya berapa warteg? Saya bisa saja menemukan lima warteg yang omzetnya turun. Namun, bisa juga karena kalah bersaing, sementara warteg lain lebih bagus sehingga konsumennya berpindah ke sana,” ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN Kita di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, dikutip Sabtu (6/6/2026).

Di sisi lain, Mukroni menyebut pelanggan sebenarnya masih datang ke warteg, tetapi pengeluaran mereka kini lebih kecil dibanding sebelumnya. Konsumen mulai mengurangi pembelian lauk mahal dan memilih menu yang lebih ekonomis.

See also  Polisi Panggil Pemakai Surat Tes Covid-19 Palsu, Bos Restoran Ikut Dijerat

Berita Terkait

JPO Tendean Beres Dievakuasi, Pembangunan Belum Dimulai
Girder Terakhir Terpasang, LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Tersambung 100 Persen
Pramono Tinjau Penataan Kali Grogol, Jadi Role Model Penanganan Banjir
HUT Ke-499 Jakarta, Stasiun KRL JIS Resmi Beroperasi
Jakarta Peringkat 53 Kota Terbaik Dunia 2026
Jelang HUT ke-499, Jakarta Kian Nyaman dan Aman
HUT DKI, Pramono Gratiskan Transportasi dan Tempat Wisata
DPRD DKI Kawal Ketat SPMB 2026

Berita Terkait

Wednesday, 15 July 2026 - 18:34 WIB

JPO Tendean Beres Dievakuasi, Pembangunan Belum Dimulai

Thursday, 9 July 2026 - 15:11 WIB

Girder Terakhir Terpasang, LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Tersambung 100 Persen

Thursday, 2 July 2026 - 15:12 WIB

Pramono Tinjau Penataan Kali Grogol, Jadi Role Model Penanganan Banjir

Monday, 22 June 2026 - 19:00 WIB

HUT Ke-499 Jakarta, Stasiun KRL JIS Resmi Beroperasi

Sunday, 21 June 2026 - 13:53 WIB

Jakarta Peringkat 53 Kota Terbaik Dunia 2026

Berita Terbaru

Nasional

Kemendes dan 10 Asosiasi Desa Gelar Seminar Nasional KDKMP

Thursday, 16 Jul 2026 - 18:22 WIB