Bendungan Bulango Ulu di Gorontalo Siap Genjot Indeks Pertanaman Hingga 3 Kali Setahun

Friday, 26 June 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com  – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat pembangunan Bendungan Bulango Ulu di Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo guna mendukung Swasembada Pangan Nasional. Hingga Juni 2026, progres fisik pembangunan bendungan yang memiliki kapasitas tampung air hingga 93,75 juta meter kubik ini telah mencapai 94,99 persen.

Bendungan yang merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut diproyeksikan mampu meningkatkan indeks pertanaman (IP) dari 250 menjadi 300. Artinya, petani berpotensi melakukan hampir tiga kali masa tanam dalam setahun. Produktivitas lahan yang saat ini berkisar 3–3,5 ton per hektare pun diperkirakan melonjak hingga 7–9 ton per hektare.

Menteri PU, Dody Hanggodo menyatakan pembangunan infrastruktur pengelolaan air tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menjamin ketersediaan air irigasi secara berkelanjutan untuk meningkatkan produktivitas lahan pertanian serta meningkatkan kesejahteraan petani di Gorontalo.

“Kehadiran infrastruktur ini sangat penting untuk mendukung ketersediaan air irigasi pertanian, menjaga produktivitas lahan, serta memastikan pasokan pangan tetap terjaga meskipun menghadapi tantangan musim kemarau atau perubahan iklim,” kata Menteri Dody, Jakarta, Jumat (26/6/2026).

Menteri Dody mengatakan, air merupakan sumber daya yang tidak dapat diciptakan namun hanya bisa dikelola secara optimal. Oleh karena itu, pengelolaan air yang efektif menjadi salah satu variabel penting dalam menggenjot produktivitas pertanian guna mencapai target swasembada pangan, sebagaimana tercantum dalam Asta Cita Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Selain menyediakan air baku sebesar 2.200 liter per detik, Bendungan Bulango Ulu akan mengairi lahan pertanian melalui irigasi seluas 4.950 hektare dan membantu mengendalikan potensi banjir pada wilayah hingga 43 persen atau seluas 629 hektare.

Tak hanya itu, bendungan ini juga akan menghasilkan energi bersih melalui Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) berkapasitas 4,96 megawatt dan Potensi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 80 megawatt, serta membuka peluang pengembangan sektor pariwisata baru di kawasan bendungan.

See also  Dari Singapura, Prabowo Bertolak ke Rusia Bertemu Putin

Dengan manfaat yang luas, Bendungan Bulango Ulu diyakini akan menjadi salah satu infrastruktur kunci yang mendukung target swasembada pangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi Gorontalo dalam jangka panjang. (#PU608)

Berita Terkait

Mentrans: Jika Kita Tidak Hadir, Orang Lain yang Akan Mengelola Kekayaan Indonesia
Prabowo: Biodiesel B50 Meluncur Juli 2026, RI Menuju Swasembada Energi
Kementerian PU Mulai P3-TGAI Tahun 2026 di Bali, Perkuat Irigasi dan Dukung Keberlanjutan Subak di 78 Lokasi
Potongan Ojol Turun Jadi 8 Persen, Berlaku Mulai 1 Juli
Hutama Karya Gelar RUPST Tahun Buku 2025, Catatkan Pertumbuhan Berkualitas
Jalan Daerah Era Presiden Prabowo Diperlebar Menjadi Sekitar 8 meter Dari Semula Sekitar 3 Meter
Mentrans: Masa Depan Indonesia Tidak Ditentukan oleh Jawa
Kelola 14 Ruas Tol Di Indonesia, Hutama Karya Catatkan Kinerja Positif Pengelolaan Jalan Tol
Tag :

Berita Terkait

Friday, 26 June 2026 - 18:32 WIB

Bendungan Bulango Ulu di Gorontalo Siap Genjot Indeks Pertanaman Hingga 3 Kali Setahun

Thursday, 25 June 2026 - 16:32 WIB

Mentrans: Jika Kita Tidak Hadir, Orang Lain yang Akan Mengelola Kekayaan Indonesia

Thursday, 25 June 2026 - 13:28 WIB

Prabowo: Biodiesel B50 Meluncur Juli 2026, RI Menuju Swasembada Energi

Wednesday, 24 June 2026 - 23:03 WIB

Kementerian PU Mulai P3-TGAI Tahun 2026 di Bali, Perkuat Irigasi dan Dukung Keberlanjutan Subak di 78 Lokasi

Wednesday, 24 June 2026 - 17:20 WIB

Potongan Ojol Turun Jadi 8 Persen, Berlaku Mulai 1 Juli

Berita Terbaru

Olahraga

Timnas Voli Putri Indonesia Dikandaskan Thailand

Friday, 26 Jun 2026 - 14:54 WIB