daelpos.com – Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menekankan pentingnya kepemilikan Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya UMKM perempuan. Legalitas usaha tidak hanya memberikan kepastian hukum, tetapi juga membuka akses pembinaan pemerintah hingga fasilitas pembiayaan.
Hal tersebut ditegaskan oleh Deputi Bidang Pengembangan Iklim Penanaman Modal Keminveshil/BKPM, Riyatno, dalam Diseminasi Kebijakan Kemitraan Usaha Nasional dalam rangka Penanaman Modal bertajuk “UMKM SCALE HUB: Dari Kaki Lima Jadi Lebih Berdaya” yang terdiri atas kegiatan talkshow motivasi dan pelatihan UMKM di Banyumas, Jawa Tengah, Senin (10/8).
“Hal yang sering dilupakan pelaku UMKM adalah legalitas. NIB menjadi identitas resmi bahwa usaha tersebut legal. Dengan memiliki NIB, kesempatan mendapatkan pembinaan dari pemerintah pusat maupun daerah terbuka lebar, termasuk kemudahan akses pembiayaan,” ujar Riyatno di hadapan 30 pengusaha UMKM perempuan.
Kegiatan ini diselenggarakan Keminveshil/BKPM bersama Dharma Wanita Persatuan (DWP) Keminveshil/BKPM bekerjasama dengan PT Pertamina (Persero) dan Yayasan Benih Baik Indonesia (YBBI). Turut hadir dalam kegiatan ini Penasihat DWP Keminveshil/BKPM Ayu Heni Rosan, Wakil Penasihat DWP Keminveshil/BKPM Ayu Todotua, serta Founder dan CEO Mutiara Handycraft Irma Suyanti.
Penasihat DWP Keminveshil/BKPM Ayu Heni Rosan, menyoroti peran vital perempuan dalam menopang ekonomi keluarga dan mendorong peserta untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi serta dinamika persaingan usaha.
“Perempuan memiliki peran luar biasa. Banyak ibu di berbagai daerah yang mampu mengurus keluarga sekaligus mengelola usaha. Perempuan yang berdaya akan ikut membangun keluarga yang sehat dan bahagia, sekaligus menjadi teladan bagi anak-anaknya,” ujar Ayu Rosan dalam talkshow motivasi yang dimoderatori Ketua Yayasan Benih Baik Indonesia Andy F. Noya.
Pada kesempatan yang sama, Founder & CEO Mutiara Handycraft, Irma Suyanti, membagikan kisah inspiratifnya sebagai pengusaha UMKM perempuan penyandang disabilitas dari Banyumas dalam membangun ekosistem bisnis hingga mampu menembus pasar nasional bahkan internasional meski dihadapkan pada berbagai keterbatasan.
Melalui program untuk mendorong UMKM Perempuan Banyumas naik kelas ini, para peserta dibekali pemahaman komprehensif mengenai fondasi pengembangan usaha, mulai dari legalitas usaha, pengelolaan keuangan, strategi pemasaran, higienitas, kemudahan perpajakan, hingga peluang kemitraan strategis.(*)








