Perusahaan Jepang Investasikan USD30 Juta di Industri Plasma dan Kesehatan di Indonesia

Tuesday, 14 July 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com – Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyambut komitmen investasi perusahaan biofarmasi asal Jepang, Takeda, dalam pengembangan ekosistem produk obat derivat plasma (PODP) di Indonesia. Pada tahap awal, Takeda akan menginvestasikan hingga USD30 juta atau sekitar Rp539 miliar selama dua tahun untuk membangun jaringan bank plasma sebagai fondasi pengembangan industri plasma nasional.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan P. Roeslani mengatakan, investasi Takeda mencerminkan semakin kuatnya kepercayaan investor global terhadap prospek investasi Indonesia, khususnya pada sektor industri kesehatan berteknologi tinggi.

“Investasi ini merupakan investasi strategis yang tidak hanya menghadirkan tambahan modal, tetapi juga membuka peluang transfer teknologi, pengembangan sumber daya manusia, serta penciptaan lapangan kerja berketerampilan tinggi. Pemerintah terus mendorong investasi yang memberikan nilai tambah dan memperkuat kapasitas industri nasional sehingga Indonesia dapat menjadi pusat manufaktur dan inovasi kesehatan di kawasan,” ujar Menteri Rosan.

Kemitraan ini juga sejalan dengan agenda transformasi ekonomi melalui hilirisasi di berbagai sektor strategis, termasuk kesehatan, guna meningkatkan daya saing industri nasional dan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.

Jepang sendiri merupakan salah satu mitra strategis Indonesia di bidang investasi. Berdasarkan data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, pada Triwulan I Tahun 2026, Jepang menempati peringkat kelima jajaran investor utama Indonesia, mencapai USD1 miliar. Sedangkan total capaian realisasi Jepang pada periode 2021 – TW I 2026 mencapai USD18,1 miliar, dengan pertumbuhan rata-rata 13,2% dan penyerapan tenaga kerja mencapai 299.460 orang. Ini menjadi landasan kuat bagi pengembangan kerja sama investasi di berbagai sektor prioritas, termasuk kesehatan.

Melalui kolaborasi ini, Pemerintah berharap Indonesia tidak hanya mampu meningkatkan akses masyarakat terhadap produk obat derivat plasma yang sangat dibutuhkan, tetapi juga membangun ekosistem industri biofarmasi yang berdaya saing, inovatif, dan berkelanjutan. Bank plasma pertama ditargetkan mulai beroperasi pada tahun 2027 sebagai bagian dari pengembangan jaringan plasma nasional yang memenuhi standar internasional.(*)

See also  Sepekan Gempa Flores, Kementerian PU Tangani 34 Titik Longsor dan 9 Jembatan

Berita Terkait

Bahlil Targetkan PNBP ESDM Rp165 Triliun
Neraca Sehat dan Kuat, Bank Mandiri Catat Laba Rp45,5 Triliun Hingga Kuartal III 2026
Mahasiswa ITPLN Ciptakan ARUNIKA, Deteksi Banjir Bertenaga Surya
Tindaklanjuti Arahan Presiden Prabowo, Menteri PU Percepat Penanganan Jalan Perbatasan di Kalimantan
Hari Santri Nasional 2026, Mendes Tegaskan Peran Santri di Tengah Krisis Keteladanan
HKA Siagakan Petugas dan Perkuat Koordinasi Antisipasi Dampak Karhutla di Ruas Kelolaan JTTS
Kementerian PU Bangun 10 Sumur Bor Sebagai Sumber Air Bagi 150 Hektare Lahan Pertanian di Lampung
Menkomdigi Tinjau Peran Strategis NeutraDC dalam Ekosistem AI Nasional di BTW 2026

Berita Terkait

Saturday, 24 October 2026 - 18:33 WIB

Bahlil Targetkan PNBP ESDM Rp165 Triliun

Saturday, 24 October 2026 - 10:48 WIB

Neraca Sehat dan Kuat, Bank Mandiri Catat Laba Rp45,5 Triliun Hingga Kuartal III 2026

Saturday, 24 October 2026 - 07:40 WIB

Mahasiswa ITPLN Ciptakan ARUNIKA, Deteksi Banjir Bertenaga Surya

Saturday, 24 October 2026 - 07:36 WIB

Tindaklanjuti Arahan Presiden Prabowo, Menteri PU Percepat Penanganan Jalan Perbatasan di Kalimantan

Friday, 23 October 2026 - 08:45 WIB

Hari Santri Nasional 2026, Mendes Tegaskan Peran Santri di Tengah Krisis Keteladanan

Berita Terbaru

Berita Utama

Closing Ceremony Hutan.ID Fest Chapter Sumatera

Sunday, 25 Oct 2026 - 17:55 WIB

Berita Utama

BNPB Pantau Karhutla di Jabar dan Jateng

Sunday, 25 Oct 2026 - 14:33 WIB