Srikandi PLN EPI Perkuat Ketangguhan Perempuan Pesisir Hadapi Bencana

Friday, 31 July 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Srikandi PLN EPI, PLN UP3 Cilacap dan PLN IP UBP Jawa Tengah 2 Adipala bersama 20 peserta Perempuan Tangguh Bencana Desa Bunton, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap dalam acara Peningkatan Kapasitas dan Pembekalan Kesiapsiagaan Bencana.

Srikandi PLN EPI, PLN UP3 Cilacap dan PLN IP UBP Jawa Tengah 2 Adipala bersama 20 peserta Perempuan Tangguh Bencana Desa Bunton, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap dalam acara Peningkatan Kapasitas dan Pembekalan Kesiapsiagaan Bencana.

daelpos.com  – PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) melalui kegiatan Srikandi Movement, Perempuan Tangguh Bencana memperkuat ketahanan masyarakat pesisir dengan meningkatkan kapasitas dan kesiapsiagaan perempuan di Desa Bunton, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap. Inisiatif Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ini bertujuan membekali perempuan sebagai agen pengurangan risiko bencana berbasis komunitas sekaligus mendukung implementasi Program Desa Tangguh Bencana (Destana) BNPB di wilayah yang memiliki kerentanan tinggi terhadap gempa bumi, tsunami, banjir rob, abrasi, gelombang tinggi, dan cuaca ekstrem. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen PLN EPI dalam memperkuat ketahanan sosial masyarakat di sekitar wilayah operasional PLTU Jawa Tengah 2 Adipala melalui pemberdayaan yang berkelanjutan.

Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari pada 29–31 Juli 2026 memadukan pembelajaran teori, praktik lapangan, simulasi kebencanaan, serta penguatan kelembagaan kelompok. Sebanyak 20 perempuan Desa Bunton memperoleh pembekalan mengenai pengurangan risiko bencana, komunikasi risiko, sistem peringatan dini, pertolongan pertama, evakuasi mandiri, perlindungan kelompok rentan, dukungan psikososial pascabencana, hingga penyusunan rencana aksi berbasis masyarakat. PLN EPI juga menyerahkan perlengkapan tanggap darurat berupa perlengkapan keselamatan, P3K, alat komunikasi, dan perlengkapan administrasi kelompok guna mendukung kesiapsiagaan di tingkat komunitas. Melalui inisiatif ini, diharapkan terbentuk kelompok yang memiliki kelembagaan yang kuat, legalitas, rencana kerja, serta mampu bersinergi dengan pemerintah desa, BPBD, dan relawan kebencanaan dalam membangun sistem kesiapsiagaan yang berkelanjutan. Acara ini juga turut dihadiri perwakilan Srikandi PLN Indonesia Power UBP Jawa Tengah 2 Adipala dan Srikandi PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Cilacap.

Ketua Srikandi PLN EPI sekaligus Direktur Gas dan BBM PLN EPI, Erma Melina Sarahwati mengatakan perempuan memiliki posisi strategis dalam membangun budaya sadar bencana karena berperan sebagai pelindung keluarga sekaligus penggerak kesiapsiagaan di lingkungan sekitarnya.

See also  Pertamina Siapkan Talenta Masa Depan, Rekrut 1552 Generasi Muda

“Desa Bunton merupakan kawasan pesisir yang berhadapan langsung dengan Samudra Hindia sehingga memiliki potensi ancaman gempa bumi, tsunami, banjir rob, abrasi, hingga cuaca ekstrem. Karena itu, pengurangan risiko bencana harus dimulai jauh sebelum bencana terjadi melalui peningkatan kapasitas masyarakat. Kami meyakini bahwa kesadaran dan budaya siaga bencana dibangun pertama kali dari lingkungan keluarga, dengan ibu sebagai pendidik pertama bagi anak-anak. Ketika seorang ibu memahami cara mengenali risiko, menyelamatkan diri, dan melindungi keluarganya, pengetahuan tersebut akan diwariskan kepada generasi berikutnya dan menjadi fondasi terbentuknya masyarakat yang tangguh. Melalui Srikandi PLN EPI, kami ingin memperkuat peran perempuan sebagai agen perubahan yang mampu melindungi keluarga, mengedukasi masyarakat, serta menumbuhkan budaya kesiapsiagaan di tingkat komunitas,” ujar Erma.

Menurut Erma, upaya tersebut bukan sekadar memberikan pelatihan, tetapi merupakan investasi sosial jangka panjang untuk memperkuat kelembagaan masyarakat agar mampu menjadi garda terdepan dalam mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, hingga pemulihan pascabencana.

“Kami berharap Kelompok Perempuan Tangguh Bencana dapat berkembang menjadi motor penggerak Desa Tangguh Bencana yang aktif dan mandiri. Pengetahuan yang diperoleh peserta tidak berhenti pada diri mereka sendiri, tetapi terus ditularkan kepada keluarga, kelompok PKK, sekolah, dan masyarakat sekitar sehingga budaya sadar bencana semakin kuat serta mampu memperkecil risiko dan dampak ketika bencana terjadi,” tambahnya.

Berdasarkan pemetaan risiko, Desa Bunton merupakan salah satu kawasan pesisir yang rentan terhadap abrasi, banjir pesisir, gelombang tinggi, cuaca ekstrem, gempa bumi, dan tsunami. Kondisi tersebut menjadikan penguatan kapasitas masyarakat sebagai langkah penting dalam meminimalkan risiko korban maupun dampak sosial akibat bencana. Melalui pendekatan berbasis komunitas, inisiatif ini diharapkan mampu membangun masyarakat yang lebih tangguh, adaptif, dan siap menghadapi berbagai potensi ancaman.

See also  PLN Nusantara Power Cetak Sejarah: Penjualan Energi 63,41 TWh Diiringi Efisiensi BPP 11,4%

Camat Adipala Firdaus Azy Mutia mengapresiasi kontribusi PLN EPI dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat pesisir.

“Kami sangat berterima kasih kepada PLN EPI yang telah menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Adipala merupakan wilayah dengan potensi ancaman bencana karena terletak di pesisir. Kami berharap kelompok perempuan tangguh ini dapat menjadi garda terdepan dalam melindungi keluarga sekaligus menjadi mitra pemerintah dalam membangun masyarakat yang semakin siap menghadapi kondisi darurat,” ujarnya.

Firdaus berharap sinergi tersebut terus diperkuat melalui kolaborasi antara pemerintah desa, BPBD, PMI, relawan kebencanaan, dan berbagai pemangku kepentingan agar kelompok yang telah terbentuk dapat menjalankan perannya secara berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala UPT BPBD Kroya Edi Purwanto mengatakan Kabupaten Cilacap merupakan salah satu daerah dengan tingkat ancaman bencana yang tinggi sehingga penguatan kapasitas masyarakat menjadi strategi utama dalam mengurangi risiko bencana.

“Paradigma penanggulangan bencana saat ini tidak lagi berfokus pada penanganan saat bencana terjadi, tetapi membangun masyarakat yang siap sebelum bencana datang. Salah satu langkah pentingnya adalah meningkatkan kapasitas komunitas, termasuk perempuan yang memiliki peran strategis dalam melindungi keluarga, menyebarluaskan informasi kebencanaan, dan mendukung proses pemulihan masyarakat,” katanya.

Ketua Kelompok Perempuan Tangguh Bencana Desa Bunton, Rastiani, mengaku pelatihan tersebut memberikan bekal yang sangat bermanfaat bagi masyarakat.

“Kami kini lebih memahami potensi bencana di desa kami, mengetahui langkah-langkah evakuasi, pertolongan pertama, hingga cara melindungi anak-anak, lansia, dan kelompok rentan. Ilmu yang kami peroleh akan kami bagikan kepada keluarga dan masyarakat agar semakin banyak warga Desa Bunton yang siap menghadapi bencana,” ujarnya.

Kegiatan ini merupakan implementasi komitmen PLN EPI terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), khususnya pada aspek sosial melalui penguatan kapasitas masyarakat, pemberdayaan perempuan, serta pembangunan ketahanan komunitas di sekitar wilayah operasional perusahaan. Inisiatif ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain Tujuan 5 (Kesetaraan Gender) melalui peningkatan kepemimpinan dan peran perempuan, Tujuan 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) melalui penguatan ketangguhan masyarakat terhadap bencana dan Tujuan 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui peningkatan kesiapsiagaan menghadapi risiko iklim. Bagi PLN EPI, keberlanjutan tidak hanya diwujudkan melalui penyediaan energi primer yang andal, tetapi juga melalui investasi sosial yang memperkuat ketahanan masyarakat dan menciptakan manfaat berkelanjutan bagi generasi mendatang.

Berita Terkait

Dirut PLN Kawal Langsung Kelistrikan Nasional Jelang HUT ke-81 Kemerdekaan RI dari Posko NTT
PLN Nusantara Power Resmikan HRS Merah Putih Muara Tawar, Perkuat Kemandirian Teknologi Hidrogen
Pengembangan Hydropower, 9,2 GW Proyek PLTA dan PLTM Masuk Tahapan Eksekusi
Cerita Perubahan dari Berbagai Daerah, Program TJSL PLN Hadirkan Manfaat bagi Masyarakat dan Lingkungan
Jaga Keamanan Ekosistem Digital, PLN Icon Plus Raih Indonesia Cyber Security Summit 2026
Penyempurnaan Fitur PGN Mobile, Pelanggan Bisa Catat Meter Mandiri Semakin Akurat
Berikan Pengalaman Kerja bagi Talenta Muda, Pertamina Terima 539 Peserta Internship 2026
Semangat Kemerdekaan, PLN Icon Plus Sumbagsel Perkuat Akses Pendidikan Digital bagi Anak Indonesia
Tag :

Berita Terkait

Sunday, 16 August 2026 - 09:28 WIB

Dirut PLN Kawal Langsung Kelistrikan Nasional Jelang HUT ke-81 Kemerdekaan RI dari Posko NTT

Friday, 14 August 2026 - 17:28 WIB

PLN Nusantara Power Resmikan HRS Merah Putih Muara Tawar, Perkuat Kemandirian Teknologi Hidrogen

Friday, 14 August 2026 - 14:48 WIB

Pengembangan Hydropower, 9,2 GW Proyek PLTA dan PLTM Masuk Tahapan Eksekusi

Friday, 14 August 2026 - 14:41 WIB

Cerita Perubahan dari Berbagai Daerah, Program TJSL PLN Hadirkan Manfaat bagi Masyarakat dan Lingkungan

Friday, 14 August 2026 - 14:34 WIB

Jaga Keamanan Ekosistem Digital, PLN Icon Plus Raih Indonesia Cyber Security Summit 2026

Berita Terbaru

News

Menteri PU Menuju NTT Bawa 50.000 Paket Sembako Presiden

Sunday, 16 Aug 2026 - 12:26 WIB

foto ist

News

BNPB Imbau Warga Jauhi Pantai Pascagempa M7,7 di NTT

Saturday, 15 Aug 2026 - 22:56 WIB