daelpos.com – Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) menerima 74 peserta magang nasional. Selama enam bulan ke depan, para talenta muda ini akan belajar langsung dari dapur kebijakan birokrasi nasional, menyaksikan bagaimana sebuah kebijakan dirancang, dianalisis, dikoordinasikan, hingga diputuskan untuk melayani kepentingan masyarakat.
Menteri PANRB Rini Widyantini menyampaikan bahwa kehadiran para peserta magang bukan sekadar menjalani pengalaman kerja, melainkan menjadi bagian dari proses pembangunan tata kelola pemerintahan. ”Jangan berpikir ‘ini hanya pekerjaan internship’, tetapi ‘saya sedang belajar menjadi bagian dari sesuatu yang lebih besar, membangun cita-cita negara’,” ungkap Menteri Rini saat menerima peserta magang nasional di Kantor Kementerian PANRB, Jakarta, Senin (10/8/2026).
Animo terhadap program ini tercatat tinggi. Sebanyak 505 pelamar mendaftarkan diri, 156 di antaranya melaju ke tahap seleksi wawancara, hingga akhirnya 74 peserta terbaik terpilih melalui proses seleksi yang kompetitif dan berbasis merit. Para peserta datang dari latar belakang pendidikan dan keahlian yang beragam, dengan kesempatan yang setara untuk belajar, berkembang, dan menunjukkan kemampuan terbaiknya.
Menteri Rini menekankan bahwa program pemagangan di Kementerian PANRB menawarkan perspektif yang tidak ditemukan di tempat lain: memahami cara kerja negara dari pusat kebijakan aparatur dan reformasi birokrasi. “Tetapi ini adalah kesempatan untuk melihat bagaimana negara bekerja. Kenapa? Karena Kementerian PANRB itu fokusnya bicara tentang birokrasi pemerintahan,” ujar Menteri Rini.
Selama masa pemagangan, peserta akan terlibat dalam berbagai bidang tugas strategis kementerian, mulai dari perumusan kebijakan publik, analisis data, hukum dan regulasi, pelayanan publik, transformasi digital, hingga komunikasi publik. Melalui keterlibatan langsung ini, peserta diajak memahami kompleksitas pengambilan keputusan birokrasi dari dalam.
Menteri Rini menegaskan bahwa dalam merumuskan kebijakan, pemerintah tidak bekerja berdasarkan intuisi, apalagi mengikuti viralitas di media sosial. Setiap keputusan harus berangkat dari data aktual yang dianalisis secara mendalam dan dikoordinasikan lintas pemangku kepentingan. “Karena kantor ini punya tugas memastikan kebijakan-kebijakan di seluruh instansi pemerintah itu citizen-centric. Jadi sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” jelas Menteri Rini.
Lebih dari sekadar kehadiran fisik, Menteri Rini berharap masa enam bulan ini menjadi ruang tumbuh bagi para talenta muda calon penggerak masa depan bangsa. “Jadi kalian harus bangun kompetensi di sini, bangun karakter, bangun integritas, belajar bekerja sama dengan orang lain. Kemudian belajar bagaimana cara menyelesaikan masalah dan jangan pernah kehilangan rasa ingin tahu,” pesan Menteri Rini.








