Laba BRI Tembus Rp31,2 Triliun di Kuartal II 2026, Naik 17,5%

Friday, 4 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

foto istimewa

foto istimewa

daelpos.com – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mencatat kinerja positif hingga Triwulan II 2026. Laba bersih perseroan mencapai Rp31,2 triliun, tumbuh 17,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan pencapaian tersebut tidak terlepas dari transformasi yang terus dijalankan perseroan. Transformasi mencakup penguatan bisnis, budaya dan efisiensi, digitalisasi, hingga manajemen risiko.

“Transformasi yang kami jalankan secara konsisten sejak manajemen baru hadir di BRI mulai menunjukkan hasil yang positif. Kami melakukan penguatan dari sisi bisnis, budaya dan efisiensi, digitalisasi, hingga manajemen risiko yang tetap kuat,” ujar Hery dalam Press Conference Kinerja Keuangan BRI Triwulan II 2026 di Kantor Pusat BRI, Jakarta, Senin (31/8).

Menurut Hery, transformasi tersebut membuat BRI semakin produktif sekaligus mampu menjaga pertumbuhan bisnis tetap sehat di tengah dinamika ekonomi dan ketidakpastian global.

“Kami mampu menjaga momentum pertumbuhan yang sehat, memperbaiki kualitas aset, serta memperkuat profitabilitas,” katanya.

Hery menegaskan, pertumbuhan berkelanjutan tidak hanya dilihat dari besarnya laba. BRI juga memperhatikan kualitas pertumbuhan, kualitas aset, efisiensi, tata kelola, dan penerapan manajemen risiko.

“Karena itu, Perseroan terus mendorong ekspansi bisnis secara selektif dan prudent, menjaga kualitas aset, meningkatkan efisiensi, serta memperkuat tata kelola dan manajemen risiko di seluruh lini bisnis,” imbuhnya.

Strategi BRIVolution Reignite

Untuk menjaga pertumbuhan tersebut, BRI melanjutkan agenda transformasi melalui BRIVolution Reignite.

Program ini memiliki dua agenda besar yang berjalan bersamaan. Pertama, memperkuat pendanaan dan memperbaiki bisnis inti. Kedua, membangun sumber pertumbuhan baru.

Dari sisi pendanaan, BRI fokus memperbesar basis dana murah dan transaksional dengan pendekatan berbasis ekosistem.

Strategi tersebut dilakukan dengan mengoptimalkan kanal digital, mulai dari akuisisi merchant, peningkatan transaksi melalui BRImo dan QRIS, hingga penguatan jaringan BRILink Agen.

See also  Gelar Pertemuan Bilateral, Prabowo-Xi Jinping Sepakat Perkuat Kemitraan Strategis

BRI juga terus memperdalam penetrasi pada klaster bisnis, mengintegrasikan value chain, serta mengoptimalkan One BRI Solution.

Sementara pada bisnis inti, perseroan melakukan pembaruan terhadap segmen mikro yang selama ini menjadi salah satu kekuatan utama BRI.

Di saat bersamaan, BRI mulai membangun sumber pertumbuhan baru dengan mengoptimalkan potensi value chain dan ekosistem, menyempurnakan product value proposition serta targeting untuk mendapatkan nasabah berkualitas.

BRI juga memperluas layanan bullion bank melalui sinergi BRI Group.

Kredit Tumbuh 16,2%

Kinerja positif BRI juga tercermin dari pertumbuhan bisnis hingga Triwulan II 2026.

Total aset BRI mencapai Rp2.352 triliun, tumbuh 11,7% secara tahunan.

Penyaluran kredit bahkan tumbuh lebih tinggi, yakni 16,2% menjadi Rp1.646 triliun.

Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat Rp1.581 triliun atau tumbuh 6,7% secara tahunan.

BRI juga terus memperkuat kualitas pendanaan dengan meningkatkan rasio CASA, tidak hanya mengejar pertumbuhan volume DPK.

Dari sisi efisiensi, Cost of Fund (CoF) secara bank only turun dari 3,0% menjadi 2,4%.

Cost to Income Ratio (CIR) juga membaik dari 41,9% menjadi 39,2%.

Kualitas aset turut menunjukkan perbaikan. Rasio Non-Performing Loan (NPL) turun dari 3,0% menjadi 2,9%.

Sementara Cost of Credit (CoC) membaik dari 3,4% menjadi 3,1%.

Penguatan fundamental tersebut turut menopang imbal hasil perseroan. Return on Asset (ROA) BRI tetap berada di kisaran 2,7%.

Sedangkan Return on Equity (ROE) meningkat dari 16,6% pada Triwulan II 2025 menjadi 18,8% pada Triwulan II 2026.

Tetap Fokus ke Ekonomi Kerakyatan

Di tengah transformasi, Hery memastikan BRI tidak meninggalkan identitas utamanya sebagai bank yang tumbuh bersama ekonomi kerakyatan.

UMKM tetap menjadi core business BRI.

See also  Saat Dunia Sibuk Bangun AI, Kementerian Transmigrasi Siapkan Talenta Sangat Unggul Lewat Beasiswa Patriot

“Kami tetap tumbuh bersama ekonomi kerakyatan Indonesia. UMKM akan tetap menjadi core business BRI,” ujar Hery.

Menurutnya, keberhasilan transformasi BRI tidak hanya diukur dari peningkatan kinerja keuangan. Lebih dari itu, pertumbuhan tersebut harus mampu menciptakan nilai dan menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.

BRI juga terus mengambil peran sebagai mitra pemerintah dalam mendukung pembangunan dan inklusi ekonomi.

Peran tersebut antara lain dilakukan melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), FLPP, dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis dan pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

BRI juga menyalurkan berbagai bantuan sosial, seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Sembako Stimulus, dan BLTS Kesra.

Hery menilai dukungan terhadap program pemerintah harus berjalan seiring dengan upaya menjaga fundamental perusahaan.

“Bagi BRI, mendukung program pemerintah dan menjaga kualitas aset bukanlah dua hal yang bertentangan. Justru keduanya harus berjalan bersama agar pertumbuhan yang kami hasilkan hari ini dapat menjadi pertumbuhan yang berkelanjutan dalam jangka panjang,” pungkasnya.

Berita Terkait

ITPLN Perkuat Tridharma Lewat Kolaborasi Strategis
OJK Perkuat Reformasi Pasar Modal untuk Jaga Kepercayaan Investor
Perkuat Kompetensi Nuklir, ITPLN Sambangi BRIN
Kementerian PU Targetkan Rehab Rekon Infrastruktur Layanan Dasar di Aceh Tamiang Rampung Akhir Tahun
Iftitah Dorong Penyelesaian Konflik Tanah Transmigrasi, Kepastian Hukum untuk Rakyat Jadi Prioritas
Belajar dari Wuchen, Kementrans Dorong Wisata Berbasis Budaya di Kawasan Transmigrasi
Kementerian PU Pulihkan Infrastruktur Sanitasi di 7 Kabupaten Terdampak Bencana Aceh
Kementerian PU Tangani 137 Prasarana Peribadatan Pascabencana Aceh

Berita Terkait

Thursday, 22 October 2026 - 09:13 WIB

ITPLN Perkuat Tridharma Lewat Kolaborasi Strategis

Wednesday, 21 October 2026 - 09:09 WIB

Perkuat Kompetensi Nuklir, ITPLN Sambangi BRIN

Tuesday, 20 October 2026 - 05:56 WIB

Kementerian PU Targetkan Rehab Rekon Infrastruktur Layanan Dasar di Aceh Tamiang Rampung Akhir Tahun

Tuesday, 20 October 2026 - 05:53 WIB

Iftitah Dorong Penyelesaian Konflik Tanah Transmigrasi, Kepastian Hukum untuk Rakyat Jadi Prioritas

Monday, 19 October 2026 - 13:10 WIB

Belajar dari Wuchen, Kementrans Dorong Wisata Berbasis Budaya di Kawasan Transmigrasi

Berita Terbaru

News

ITPLN Perkuat Tridharma Lewat Kolaborasi Strategis

Thursday, 22 Oct 2026 - 09:13 WIB

Ekonomi - Bisnis

​Cermati Dinamika Pasar, Jasa Marga Buka Ruang Potensi Opsi Buyback Saham

Wednesday, 21 Oct 2026 - 22:19 WIB

Ekonomi - Bisnis

Hutama Karya Jaga Kinerja Keuangan Tetap Tumbuh hingga Triwulan III 2026

Wednesday, 21 Oct 2026 - 21:05 WIB

Ekonomi - Bisnis

Telkom Hadirkan Inovasi Pembelajaran Numerasi untuk 100 Sekolah di Wilayah 3T

Wednesday, 21 Oct 2026 - 20:58 WIB

Berita Utama

BNI Jalankan Aksi Korporasi Terukur, Fundamental Bisnis Tetap Solid

Wednesday, 21 Oct 2026 - 20:52 WIB