Kementerian PU Bangun 40 Sabo Dam di 6 DAS Aceh, Perkuat Mitigasi Bencana

Saturday, 19 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) membangun 40 unit Sabo Dam yang tersebar di enam daerah aliran sungai (DAS) di Aceh, sebagai bagian dari percepatan penanganan kawasan hulu pascabanjir dan longsor yang terjadi pada November 2025. Pembangunan ini merupakan bagian dari program rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur pascabencana, sekaligus memperkuat sistem mitigasi terhadap potensi banjir, aliran sedimen, dan debris dari kawasan hulu.

Enam lokasi pembangunan Sabo Dam berada di DAS Tripa di Gayo Lues, DAS Meureudu di Pidie Jaya, DAS Jambo Aye di Aceh Timur, DAS Peusangan yang meliputi Bireuen, Aceh Tengah, dan Bener Meriah, DAS Tamiang di Gayo Lues, serta DAS Singkil di kawasan Lawe Alas yang meliputi Gayo Lues dan Aceh Tenggara.

Penanganan kawasan hulu dilakukan untuk mengendalikan material sedimen sekaligus mengurangi kecepatan aliran air yang disertai material dari kawasan hulu sebelum mencapai kawasan hilir atau permukiman masyarakat.

Dari total 40 unit Sabo Dam yang direncanakan di Aceh, dua unit di antaranya saat ini telah memasuki tahap konstruksi. Kedua Sabo Dam tersebut berada di DAS Tamiang, Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues, yakni Sabo Dam TM-D.11 di Pepelah dan Sabo Dam TM-SP.12 di kawasan Pintu Rime, Pining.

Kedua infrastruktur tersebut dibangun untuk mengendalikan aliran sedimen dari kawasan hulu DAS Tamiang sekaligus mendukung upaya pengurangan risiko bencana di wilayah hilir. Berdasarkan progres pekerjaan per 9 September 2026, pembangunan kedua Sabo Dam tersebut secara keseluruhan telah mencapai 32,84 persen.

“Bencana tidak bisa lagi dipandang sebagai pekerjaan sektoral semata. Ini harus dibaca sebagai bagian dari strategi ketahanan nasional yang menyentuh langsung kehidupan rakyat. Dalam arah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, ketahanan energi, pangan, dan air menjadi fondasi utama pembangunan bangsa,” kata Menteri Dody.

See also  Novel dan Para Aktivis Akhirnya Bentuk New KPK

Secara teknis, pembangunan Pengendali Sedimen DAS Tamiang merupakan penanganan permanen untuk mengendalikan sedimen sekaligus mereduksi energi aliran. Pembangunan ini dilakukan sebagai tindak lanjut kondisi DAS Tamiang setelah kejadian banjir dan longsor November 2025 yang menyebabkan debit aliran besar membawa material sedimen dari kawasan hulu menuju hilir, sehingga menimbulkan pendangkalan sungai, kerusakan infrastruktur, dan meningkatkan risiko banjir berulang.

“Pembangunan Sabo Dam ini merupakan bagian dari upaya kita untuk mengendalikan aliran air sekaligus material sedimen dan debris dari kawasan hulu. Dengan begitu, risiko luapan yang menuju permukiman masyarakat dapat dikurangi, khususnya ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi,” ujar Menteri Dody.

Paket Pengendali Sedimen DAS Tamiang Kabupaten Gayo Lues memiliki nilai kontrak Rp70 miliar yang bersumber dari APBN 2026, dengan waktu pelaksanaan 217 hari kalender. Pekerjaan konstruksi dilaksanakan oleh kontraktor PT Nindya Karya (Persero) sejak tanggal kontrak 20 Mei 2026 dan ditargetkan tuntas pada akhir Desember 2026.

Setelah berfungsi, kapasitas tampungan Sabo Dam akan dikelola secara berkelanjutan melalui pemeliharaan dan pengerukan material sedimen yang telah tertampung, sehingga kapasitas tampungan dapat dikembalikan dan fungsi pengendalian sedimen tetap optimal.

Melalui penanganan kawasan hulu secara lebih terintegrasi, Kementerian PU terus memperkuat infrastruktur pengendali sedimen dan aliran sebagai bagian dari upaya mengurangi risiko bencana serta memberikan perlindungan yang lebih baik bagi masyarakat dan kawasan hilir sesuai dengan prinsip build back better, yakni membangun kembali infrastruktur pascabencana dengan kualitas yang lebih baik, lebih aman, lebih tangguh, dan lebih berkelanjutan.(#PU608)

Berita Terkait

Kenang Kepergian Rektor Universitas Cenderawasih, Mentrans Ajak Akademisi Lokal Bangun Papua
Banjir Aceh Tenggara, Menteri PU Siapkan Solusi Flyover di Jembatan Kuning
Kemendes Gandeng Pemerintah Malaysia untuk Genjot Pembangunan Desa
Fokus Peningkatan Kualitas Konsultan, IATPI dan INKINDO DKI Jakarta Sepakati MOU Strategis
Gagas PLTS Tanpa Modal Besar, Mahasiswa Kembar Ini Sabet Penghargaan
BULD DPD RI Dorong Revisi UU Kebencanaan melalui Evaluasi Perda
Dari Produk Lokal ke Pasar Lebih Luas, UMKM Aceh Tumbuh Bersama Rumah BUMN Pertamina
Tiga Jembatan Permanen Aceh Pulih, Perkuat Konektivitas di Lintas Timur

Berita Terkait

Saturday, 19 September 2026 - 16:29 WIB

Kementerian PU Bangun 40 Sabo Dam di 6 DAS Aceh, Perkuat Mitigasi Bencana

Saturday, 19 September 2026 - 16:18 WIB

Kenang Kepergian Rektor Universitas Cenderawasih, Mentrans Ajak Akademisi Lokal Bangun Papua

Friday, 18 September 2026 - 08:11 WIB

Banjir Aceh Tenggara, Menteri PU Siapkan Solusi Flyover di Jembatan Kuning

Friday, 18 September 2026 - 06:47 WIB

Kemendes Gandeng Pemerintah Malaysia untuk Genjot Pembangunan Desa

Friday, 18 September 2026 - 06:40 WIB

Fokus Peningkatan Kualitas Konsultan, IATPI dan INKINDO DKI Jakarta Sepakati MOU Strategis

Berita Terbaru