Tiongkok Usulkan Pusat Riset Padi Bersama di Merauke, Iftitah: Kita Konkretkan Kerja Samanya

Thursday, 15 October 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com – Pengembangan pusat penelitian dan pengembangan (litbang) padi bersama di Merauke, Papua Selatan, menjadi salah satu tawaran kerja sama Pemerintah Tiongkok kepada Indonesia. Tawaran tersebut disampaikan dalam pertemuan Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara dengan Huang Sanwen, Presiden Chinese Academy of Agricultural Sciences (CAAS) sekaligus anggota kelompok pimpinan Kementerian Pertanian dan Pedesaan Tiongkok (Ministry of Agriculture and Rural Affairs/MARA), di Beijing, Senin (12/10/2026).

Huang mengusulkan penguatan kerja sama penelitian untuk meningkatkan produktivitas padi, termasuk pengembangan teknologi pertanian yang disesuaikan dengan karakteristik lahan dan kondisi setempat di Merauke. Menteri Iftitah menyambut positif tawaran tersebut dan mendorong agar pembahasan segera dilanjutkan ke tahap yang lebih teknis dan konkret.

“Saya setuju dengan semua usulan tersebut, tinggal kita konkretkan. Saya sangat setuju membuka litbang bersama,” ujar Iftitah.

Menurutnya, kerja sama penelitian pertanian sangat relevan dengan kebutuhan Indonesia, khususnya dalam mengembangkan kawasan transmigrasi menjadi pusat produksi pangan sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Iftitah menekankan pengembangan pertanian tidak cukup hanya mengandalkan ketersediaan lahan. Produktivitas harus didukung oleh benih unggul, teknologi budidaya, pengelolaan air, keterampilan petani, serta kepastian pasar. Karena itu, ia juga menyampaikan ketertarikannya untuk mempelajari pengembangan padi hibrida dan berbagai inovasi pertanian Tiongkok yang berpotensi diterapkan sesuai kondisi agroekologi Indonesia.

Kerja sama tersebut berpeluang melibatkan Kementerian Transmigrasi, Kementerian Pertanian, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta lembaga penelitian pertanian Tiongkok. Pembahasan lebih lanjut diperlukan untuk menentukan fokus penelitian, lokasi pelaksanaan, kelembagaan, kebutuhan pembiayaan, dan tahapan kerja sama.

Dari Penelitian Menuju Peningkatan Pendapatan Petani

Iftitah menjelaskan transformasi transmigrasi yang dijalankan pemerintah Indonesia tidak lagi hanya berorientasi pada perpindahan penduduk dan penyediaan lahan. Di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, transmigrasi diarahkan menjadi instrumen pembangunan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru, terutama melalui peningkatan produktivitas, industrialisasi, hilirisasi, dan penciptaan lapangan kerja.

See also  Mendes Yandri Tegaskan Pembangunan Desa Inklusif Harus Berbasis Pemberdayaan dan Pendampingan BR/Humas/KDPDT/V/2025/21

“Transmigrasi hari ini bukan hanya tentang perpindahan penduduk, tetapi bagaimana kita menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru, membuka lapangan pekerjaan, dan mengentaskan kemiskinan,” kata Iftitah.

Menurutnya, kawasan transmigrasi memiliki dua modal penting, yaitu ketersediaan lahan dan sumber daya manusia. Namun, keduanya harus didukung ilmu pengetahuan, teknologi, investasi, dan akses pasar.

“Kita memiliki lahan dan tenaga kerja. Yang kita butuhkan adalah penguatan ilmu pengetahuan dan teknologi, investasi, serta offtaker yang dapat menyerap hasil produksi masyarakat,” jelasnya.

Dalam konteks Merauke, pengembangan pusat riset diharapkan tidak berhenti pada peningkatan hasil panen, tetapi juga membantu petani menerapkan teknologi yang sesuai, meningkatkan efisiensi usaha tani, serta memperkuat keterhubungan antara produksi pangan dan industri pengolahan.

Dengan demikian, manfaat penelitian dapat diterjemahkan menjadi peningkatan produktivitas, terbukanya kesempatan kerja, dan pendapatan masyarakat yang lebih baik.

Perluas Kerja Sama Pendidikan dan Teknologi

Selain pengembangan pusat riset padi, Huang Sanwen juga menawarkan peluang kerja sama dalam pemanfaatan teknologi digital untuk pertanian dan pengolahan pangan, penerapan ilmu pengetahuan dalam pengentasan kemiskinan, serta pembangunan ekonomi pedesaan. Di bidang sumber daya manusia, pihak Tiongkok membuka peluang pendidikan pascasarjana bagi peneliti Indonesia, pertukaran pengetahuan antarlembaga penelitian, serta penyelenggaraan pelatihan jangka pendek.

Iftitah menyambut baik peluang tersebut karena peningkatan kapasitas manusia merupakan bagian penting dari transformasi transmigrasi. Menurutnya, teknologi hanya akan memberikan manfaat optimal apabila masyarakat memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk menggunakannya.

Karena itu, kolaborasi riset perlu dihubungkan dengan pendidikan, pelatihan, dan pendampingan langsung kepada petani serta masyarakat kawasan transmigrasi.

Dorong Hilirisasi dan Kepastian Pasar

Dalam pertemuan tersebut, Iftitah juga menyampaikan potensi berbagai komoditas unggulan Indonesia yang dapat dikembangkan melalui kerja sama dengan Tiongkok, antara lain kelapa, durian, kopi, dan kakao. Menurutnya, peningkatan produksi harus berjalan bersama pengembangan industri pengolahan dan akses pasar agar nilai tambah tidak hanya dinikmati di luar daerah penghasil.

See also  Pramono Tepis Jakarta Kota Terpadat di Dunia

Kementerian Transmigrasi juga menjajaki kemitraan dengan pelaku usaha Tiongkok yang berpotensi menjadi pembeli hasil produksi maupun mitra investasi industri pengolahan di Indonesia.

Iftitah berharap kerja sama pemerintah, lembaga riset, dan dunia usaha dapat saling melengkapi. Penelitian membantu meningkatkan produktivitas, industri menciptakan nilai tambah, sedangkan akses pasar memberikan kepastian bagi kegiatan ekonomi masyarakat.

Ia juga menyampaikan pengalamannya mengunjungi Hubei, Tiongkok, dan mempelajari bagaimana pengembangan ekonomi, teknologi, serta peningkatan produktivitas dapat mendukung pengurangan kemiskinan. Menurutnya, Indonesia dapat mengambil pelajaran dari pengalaman tersebut dengan tetap menyesuaikan pendekatannya terhadap kondisi geografis, sosial, dan ekonomi masing-masing wilayah.

Tindak Lanjut Kerja Sama Merauke

Penjajakan pusat penelitian pertanian bersama di Merauke sebelumnya telah dibahas antara Kementerian Transmigrasi dan pihak Tiongkok, termasuk untuk mendukung pengembangan kawasan transmigrasi Salor. Pertemuan dengan MARA dan CAAS di Beijing menjadi kesempatan untuk memperdalam pembahasan tersebut, khususnya mengenai pengembangan teknologi padi dan peningkatan kapasitas penelitian.

Kementerian Transmigrasi berharap tawaran kerja sama dapat segera ditindaklanjuti melalui pembahasan teknis antarlembaga terkait, sehingga menghasilkan rencana pelaksanaan yang jelas dan sesuai kebutuhan kawasan. Bagi Iftitah, tujuan akhirnya bukan sekadar membangun fasilitas penelitian, melainkan memastikan ilmu pengetahuan dan teknologi memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Peningkatan hasil pertanian, berkembangnya industri pengolahan, terbukanya lapangan kerja, serta meningkatnya pendapatan petani menjadi sasaran yang ingin didorong melalui kolaborasi tersebut.

Berita Terkait

Di Forum Global OECD Paris, Indonesia Paparkan Strategi Penyederhanaan Birokrasi
Kemendes Siap Kolaborasi Lintas K/L Wujudkan Indonesia Emas 2045 Lewat Pemberdayaan
Kementerian PU Tangani Dampak Banjir pada Sejumlah SPAM di Kota Padang, Pemulihan Layanan Air Minum Jadi Prioritas
53 JIAT Kementerian PU Dukung Ketersediaan Air bagi 1.307 Hektare Sawah di Indramayu
Mitigasi Galodo di Solok, Kementerian PU Pasang 3 Titik Early Warning System dan Siapkan 2 Sabo Dam Sungai Batang Baliang
Di Peking University, Iftitah: Bangun Pusat Pertumbuhan Ekonomi Tak Cukup Hanya dengan Infrastruktur
Indeks Udara Capai 414, Palangka Raya Diselimuti Kabut Asap
Kemendes Ajak UKKM Genjot Pengembangan Kopdes Merah Putih

Berita Terkait

Thursday, 15 October 2026 - 08:15 WIB

Di Forum Global OECD Paris, Indonesia Paparkan Strategi Penyederhanaan Birokrasi

Thursday, 15 October 2026 - 08:07 WIB

Kemendes Siap Kolaborasi Lintas K/L Wujudkan Indonesia Emas 2045 Lewat Pemberdayaan

Thursday, 15 October 2026 - 08:04 WIB

Kementerian PU Tangani Dampak Banjir pada Sejumlah SPAM di Kota Padang, Pemulihan Layanan Air Minum Jadi Prioritas

Thursday, 15 October 2026 - 07:58 WIB

Tiongkok Usulkan Pusat Riset Padi Bersama di Merauke, Iftitah: Kita Konkretkan Kerja Samanya

Wednesday, 14 October 2026 - 10:43 WIB

53 JIAT Kementerian PU Dukung Ketersediaan Air bagi 1.307 Hektare Sawah di Indramayu

Berita Terbaru

Suroso Isnandar / foto ist

Energy

Tongkat Estafet Dirut PLN Beralih ke Suroso Isnandar

Wednesday, 14 Oct 2026 - 21:51 WIB