Haidar Alwi Ingatkan Pemerintah Dampak Resesi Ekonomi Global Terhadap Indonesia Bisa Lebih Menakutkan

Thursday, 22 February 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Haidar Alwi / foto ist

Haidar Alwi / foto ist

DAELPOS.com – Pendiri Haidar Alwi Instutute (HAI), R Haidar Alwi mengingatkan pemerintah Indonesia untuk mengantisipasi dampak resesi ekonomi yang melanda sejumlah negara maju seperti Inggris dan Jepang.

Menurutnya, hal ini tidak bisa dianggap remeh karena dapat mengganggu kondisi perekonomian global dan merambat pada negara-negara berkembang tak terkecuali Indonesia.

Terlebih, Jepang merupakan mitra dagang strategis yang menjadi salah satu negara tujuan ekspor terbesar Indonesia selain Tiongkok, Amerika Serikat dan India. Sehingga dikhawatirkan menimbulkan dampak langsung yang lebih besar terhadap perekonomian Indonesia.

Kendati demikian, bukan berarti dampak resesi ekonomi Inggris terhadap Indonesia boleh diabaikan. Cara melihatnya harus menggunakan kacamata yang lebih luas mengingat Inggris juga memiliki hubungan dagang dengan negara-negara yang menjadi mitra Indonesia. Secara tidak langsung, resesi ekonomi Inggris juga akan berdampak pada perekonomian Indonesia.

“Di era globalisasi yang mana antar negara saling terkoneksi, ketika sebuah negara mengalami krisis maka dipastikan juga akan berdampak terhadap negara lainnya, baik secara langsung maupun tidak langsung,” kata R Haidar Alwi, Rabu (21/2/2024) malam.

Dampak resesi ekonomi Jepang terhadap perekonomian Indonesia dapat terlihat dari turunnya nilai ekspor non-migas tahun 2023 sebesar 18,59 persen dibanding tahun 2022. Hal itu masih berlanjut di Januari 2024 yang turun 22,73 persen dibanding Januari 2023.

Di sisi lain, impor non-migas di Januari 2024 naik 0,48 persen dibanding Desember 2023 atau naik 1,76 persen dibanding Januari 2023. Dalam hal ini, Jepang menjadi salah satu dari tiga negara pemasok barang impor non-migas terbesar untuk Indonesia.

“Akibatnya, surplus neraca perdagangan per Januari 2024 adalah yang terendah dalam enam bulan terakhir,” imbuh R Haidar Alwi.

Resesi ekonomi global akan berdampak signifikan terhadap negara-negara yang bergantung pada komoditas impor. Ketika negara eksportir lebih memprioritaskan kecukupan stok dalam negerinya masing-masing, maka negara importir akan gagal memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakatnya karena terjadi kelangkaan dan kenaikan harga.

See also  Lampaui Target, Vaksinasi Covid-19 Capai 82.815 Orang

“Indonesia misalnya sebagai negara yang bergantung pada impor beras. Sepanjang tahun 2023 impor beras Indonesia mencapai 3,06 juta ton atau naik 613,61 persen dibanding tahun 2022. Angka ini adalah yang paling tinggi dalam lima tahun terakhir. Impor beras terbesar Indonesia berasal dari Thailand dengan volume 1,38 juta ton atau setara 45,12 persen dari total impor beras,” jelas R Haidar Alwi.

Ironisnya, dengan impor beras sebesar itu dan klaim stok beras di gudang Bulog masih aman, kelangkaan dan kenaikan harga beras terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Pada akhir tahun 2023 lalu, pemerintah berdalih hanya bersifat sementara karena mendekati libur natal dan tahun baru. Akan tetapi faktanya sampai hari ini masalah serupa masih saja terjadi.

“Antrean berjam-jam bahkan sampai ada yang pingsan hingga diwarnai kericuhan untuk mendapatkan beras murah menjadi fenomena yang semakin sering terdengar dan semakin mudah dijumpai. Tidak hanya di kota tapi juga di desa,” tutur R Haidar Alwi.

Bila kondisi ini tidak segera diantisipasi dengan strategi yang jitu, bukan tidak mungkin perekonomian Indonesia terus menuju ke arah negatif. Ancaman resesi ekonomi global akan semakin menakutkan jika tidak diimbangi dengan kesiapan di dalam negeri.

“Beras langka dan harganya mahal, stabilitas sosial dan politik pasca pemilu juga rawan guncangan. Ditambah buruknya ancaman dan dampak resesi ekonomi global. Pengangguran, kemiskinan dan kejahatan akan meningkat. Karena untuk urusan perut tidak bisa dianggap sepele. Chaos bisa terjadi kapan saja dan dimana saja,” ucap R Haidar Alwi.

Oleh karena itu, untuk memperkuat ketahanan pangan, ia mengajak masyarakat kembali menggalakkan program ‘rakyat bantu rakyat’ seperti ketika menghadapi Pandemi Covid-19. Sebab, sense of crisis dan kepedulian kepada sesama telah terbukti mampu mengantarkan Indonesia melewati masa-masa sulit.

Berita Terkait

Sosialisasi 4 Pilar MPR, Yulian Gunhar Ingatkan Amanat Pasal 33 UUD 1945
Kunjungan Reses ke KPU Banten, Ade Yuliasih Ulas Putusan MK Nomor 135 tentang Pemilu Nasional dan Lokal
Anggota DPR RI Yulian Gunhar Gelar Sosialisasi 4 Pilar di Palembang, Tekankan Semangat Persatuan dan Gotong Royong
Prabowo Terima Megawati di Istana, Silaturahmi Hangat Jelang Lebaran
Yulian Gunhar Sosialisasikan 4 Pilar MPR RI di Kemuning, Angkat Tema “Bersatu demi Kemajuan Bangsa”
BKSAP DPR RI Apresiasi Pernyataan Pers Tahunan Menlu, Siap Perkuat Sinergi
Ketum Hanura OSO Resmikan Kantor Baru DPP di Proklamasi
Viva Yoga: PAN Selalu Hadir di Tengah Masyarakat

Berita Terkait

Friday, 19 June 2026 - 21:31 WIB

Sosialisasi 4 Pilar MPR, Yulian Gunhar Ingatkan Amanat Pasal 33 UUD 1945

Thursday, 14 May 2026 - 16:37 WIB

Kunjungan Reses ke KPU Banten, Ade Yuliasih Ulas Putusan MK Nomor 135 tentang Pemilu Nasional dan Lokal

Thursday, 2 April 2026 - 07:18 WIB

Anggota DPR RI Yulian Gunhar Gelar Sosialisasi 4 Pilar di Palembang, Tekankan Semangat Persatuan dan Gotong Royong

Friday, 20 March 2026 - 14:02 WIB

Prabowo Terima Megawati di Istana, Silaturahmi Hangat Jelang Lebaran

Monday, 9 February 2026 - 16:54 WIB

Yulian Gunhar Sosialisasikan 4 Pilar MPR RI di Kemuning, Angkat Tema “Bersatu demi Kemajuan Bangsa”

Berita Terbaru

foto ESDM

Energy

ESDM: RKAB Nikel 2026 Belum Diputuskan, Masih Tahap Evaluasi

Thursday, 25 Jun 2026 - 16:28 WIB