DAELPOS.com – Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Rany Mauliani sangat mendukung upaya pemerintah menyediakan hunian layak dengan harga terjangkau bagi warga.
Rany mengatakan, keberadaan Rumah Susun Sewa (Rusunawa) Pasar Rumput di Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan bisa menjadi solusi penyediaan hunian layak dan sehat bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dengan harga sewa mulai Rp 1,1 juta.
“Harga tanah dan rumah di Jakarta saat ini diketahui sudah sangat mahal. Sekarang kalau mau punya rumah layak huni, lahannya terbatas, harganya mahal, beli tanah dan bangun rumah kan double cost,” ujarnya, Senin (4/1).
Rany meminta, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dapat memperbanyak hunian vertikal untuk masyarakat sebagai solusi atas terbatasnya lahan permukiman.
“Pembangunan hunian vertikal ini juga akan membantu menyelesaikan permasalahan permukiman kumuh,” terangnya.
Ia menambahkan, Legislatif dan Eksekutif akan melakukan pembahasan terkait pembangunan hunian vertikal berkonsep Transit Oriented Development (TOD). Sebab, konsep hunian TOD sangat dibutuhkan oleh masyarakat saat ini.
“Kita akan bicarakan, kira-kira bisa memanfaatkan kalau ada stasiun terus atasnya bisa dibikin tempat tinggal. Bakal banyak tempat tinggal yang diharapkan masyarakat banyak,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD DKI, Yuke Yurike menambahkan, diperlukan sosialisasi secara masif agar Rusun yang dibangun pemerintah dapat diminati masyarakat.
“Tidak kalah penting adalah harga sewanya harus terjangkau bagi MBR. Saya mendukung Pemprov DKI memperbanyak hunian layak untuk warga,” tandasnya.






![[19.19, 14/2/2026] Andhanto Nusantara Power: Siaran Pers No.3/II/2026/PLNNP/BidCom
PLN Nusantara Power Gandeng TNI Lindungi Pemukiman Warga Melalui Normalisasi Aliran Sungai Tondano
Minahasa, 14 Februari 2026 — PT PLN Nusantara Power (PLN NP) melalui Unit Pembangkitan (UP) Minahasa bergerak cepat mengantisipasi ancaman banjir di wilayah Sulawesi Utara dengan merampungkan pengerukan sedimen di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Tondano. Langkah nyata yang berlangsung sejak Oktober 2025 hingga Januari 2026 ini bertujuan memastikan warga di sekitar bantaran sungai dapat merasa lebih aman saat menghadapi puncak musim penghujan yang diperkirakan berlangsung pada periode Mei- Juni dan November- Desember.
Langkah strategis ini merupakan bagian dari implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) perusahaan, khususnya dalam aspek perlindungan ekosistem perairan dan pengurangan risiko banjir akibat sedimentasi. Pengerukan dilakukan guna menjaga kapasitas tampung dan kelancaran aliran air, terutama menghadapi peningkatan intensitas curah hujan pada musim penghujan.
Direktur Utama PLN Nusantara Power Ruly Firmansyah menyampaikan arah perusahaan dalam penerapan ESG di seluruh unit pembangkitnya.
“Bagi kami, keandalan listrik harus berjalan beriringan dengan rasa aman masyarakat. Pengerukan DAS Tondano ini bukan sekadar pemeliharaan rutin, melainkan upaya kami melindungi ruang hidup warga dari risiko luapan air. Kami ingin kehadiran PLTA memberikan manfaat yang bisa dirasakan langsung di setiap keluarga,](https://daelpos.com/wp-content/uploads/2026/02/WhatsApp-Image-2026-02-14-at-19.20.04-225x129.jpeg)

