DKI Tegaskan Lay Bay di Stasiun Dibangun untuk Kurangi Kemacetan

Sunday, 2 March 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ilustrasi / foto ist

ilustrasi / foto ist

DAELPOS.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta terus berkomitmen mewujudkan ketertiban umum dalam berlalu lintas demi kenyamanan warga, termasuk dalam hal pengaturan di sekitar tempat pemberhentian transportasi umum, seperti stasiun MRT.

Untuk mengatur alur drop off penumpang, fasilitas lay bay dibuat agar tidak terjadi penumpukan penumpang yang berpotensi menyebabkan kemacetan. Lay bay disediakan sebagai tempat berhenti sementara bagi kendaraan yang akan menurunkan penumpang. Namun, dalam kondisi tertentu, seperti saat kondisi sibuk pada pagi dan sore hari, lay bay berpotensi mengalami over capacity karena volume kendaraan berlebih atau berhenti cukup lama yang memicu antrean panjang. Seperti antrean di Stasiun MRT Lebak Bulus pada Selasa (25/2) pagi. Hal ini terjadi akibat volume kendaraan yang padat di area lay bay. Kepala Dishub DKI Jakarta Syafrin Liputo menerangkan, saat itu Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Rano Karno harus turun lebih cepat dari mobil karena antrean panjang yang sudah terjadi sebelum ia dan rombongan tiba.

“Tidak ada pengondisian untuk mengosongkan jalur antrean. Melihat antrean yang cukup panjang, Pak Wagub langsung turun agar lebih cepat menaiki MRT dari stasiun Lebak Bulus menuju Bundaran HI. Kemudian, mobil rangkaian yang membawa Wagub Rano dan rombongan diarahkan langsung bergerak menuju Balai Kota,” terang Syafrin Liputo di Jakarta, Sabtu (1/3).

Meski demikian, Syafrin menerangkan, pihaknya akan terus berkoordinasi terkait kegiatan pengawalan di tempat umum dengan tetap memprioritaskan kenyamanan publik.

“Tentunya ini jadi bahan evaluasi bagi kami bersama semua pihak untuk mengatur aspek teknis dalam pengawalan maupun setelahnya agar tidak mengganggu kenyamanan warga. Karena ini merupakan fasilitas publik, tentu publik pula yang harus jadi prioritas,” tegasnya.

See also  Ragunan Diserbu 408.755 Wisatawan

Berita Terkait

Jaga Aman Jakarta, Pemprov DKI-Polda Metro Jaya Integrasikan CCTV
Pramono: Jakarta Siap Jadi Kota Sport Tourism Dunia
CFD Rasuna Said Ditiadakan Sementara, Digelar Lagi Juni 2026
Pramono Tegaskan Jakarta Masih Ibu Kota RI Sesuai Putusan MK
CFD Perdana Rasuna Said Diserbu Warga
Jakarta Masuki Era Bonus Demografi, Milenial dan Gen Z Dominasi Ibu Kota
Dukcapil Pastikan Data Pulau Sabira Tetap Akurat
Wow! Ekonomi Jakarta Melaju 5,59 Persen di Awal 2026

Berita Terkait

Monday, 18 May 2026 - 21:23 WIB

Jaga Aman Jakarta, Pemprov DKI-Polda Metro Jaya Integrasikan CCTV

Sunday, 17 May 2026 - 14:40 WIB

Pramono: Jakarta Siap Jadi Kota Sport Tourism Dunia

Sunday, 17 May 2026 - 14:36 WIB

CFD Rasuna Said Ditiadakan Sementara, Digelar Lagi Juni 2026

Friday, 15 May 2026 - 12:40 WIB

Pramono Tegaskan Jakarta Masih Ibu Kota RI Sesuai Putusan MK

Sunday, 10 May 2026 - 13:37 WIB

CFD Perdana Rasuna Said Diserbu Warga

Berita Terbaru

Megapolitan

Jaga Aman Jakarta, Pemprov DKI-Polda Metro Jaya Integrasikan CCTV

Monday, 18 May 2026 - 21:23 WIB