Kementerian Investasi Bentuk EU Desk, Siap Sambut Investasi Uni Eropa

Monday, 16 June 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia resmi menandatangani Pernyataan Kerja Sama dalam rangka pembentukan EU Desk yang akan beroperasi di lingkungan kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM. Inisiatif ini menjadi lembar baru untuk memperkuat kolaborasi dalam memfasilitasi peningkatan arus Penanaman Modal Asing (PMA) dari Uni Eropa ke Indonesia.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani menyampaikan optimisme bahwa pembentukan EU Desk akan mendorong peningkatan investasi Uni Eropa di Indonesia. Keberadaan EU Desk di Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM selaras dengan arahan Presiden Prabowo untuk menyederhanakan regulasi dan kebijakan untuk mengurangi hambatan birokrasi khususnya dalam hal investasi.

“Kami meyakini keberadaan EU Desk akan membuka lebih banyak jalur komunikasi dan potensi kerja sama strategis yang dapat dimanfaatkan bersama. Uni Eropa merupakan mitra penting bagi Indonesia, dan pembentukan EU Desk ini akan semakin memperkuat kolaborasi di masa mendatang,” ujar Menteri Rosan.

EU Desk akan bertindak sebagai pusat layanan bagi investor Uni Eropa yang ingin menanamkan modal di Indonesia, dengan fungsi yang mencakup penyediaan intelijen pasar, panduan perizinan usaha, fasilitasi kerja sama bisnis, identifikasi proyek-proyek investasi potensial, serta harmonisasi kebijakan regulasi antara kedua pihak. Fokus kerja sama diarahkan pada sektor-sektor masa depan yang relevan dengan kebijakan prioritas Indonesia dan Eropa. Kerja sama ini sekaligus menegaskan komitmen Indonesia untuk senantiasa membuka diri terhadap kolaborasi dengan berbagai mitra strategis.

”Tentu saja, kami semakin terbuka terhadap kerja sama yang lebih luas. Saya percaya bahwa dengan adanya EU Desk ini, akan tercipta lebih banyak kemitraan di masa depan. Kami siap untuk terus menjalin dan memperkuat kolaborasi dengan Uni Eropa ke depannya,” imbuh Rosan.

See also  Proliga 2026, Jakarta Livin’ Mandiri Bekuk Popsivo Polwan 3-1 di Penutup Seri Bandung

Langkah ini juga mencerminkan komitmen Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM dalam mendukung percepatan penyelesaian EUCEPA (European Union-Comprehensive Economic Partnership Agreement) yang diharapkan dapat disepakati sebelum akhir tahun. Dengan pendirian EU Desk, Indonesia dan Uni Eropa menunjukkan komitmen konkret dalam membangun kemitraan ekonomi yang lebih inklusif, produktif, dan berorientasi pada masa depan.

Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia Denis Chaibi menekankan bahwa EU Desk bukan sekadar fasilitas teknis, melainkan representasi dari ambisi bersama untuk menghadirkan investasi yang berkualitas tinggi dan berkelanjutan. Denis menjelaskan bahwa saat ini Uni Eropa memiliki total persediaan investasi global sebesar USD11.000 miliar, namun porsi investasi yang terserap di Indonesia masih tergolong rendah. Oleh karena itu, ia menegaskan komitmen untuk mendorong diversifikasi investasi Uni Eropa, dengan Indonesia sebagai salah satu negara tujuan prioritas.

“Sektor yang ingin kami kerjasamakan adalah sektor-sektor yang terkait dengan visi Astacita. Kami bukan yang terbaik di setiap sektor, tetapi kami juara di bidang energi terbarukan, air, pengolahan limbah, teknologi, dan untuk semua itu, perusahaan Eropa adalah pemimpin dunia atau nomor dua. Kami ingin mendukung upaya Indonesia dalam menarik lebih banyak FDI (Foreign Direct Investment) yang berdampak, menciptakan lapangan pekerjaan, serta mendorong kerja sama di sektor-sektor strategis yang sesuai dengan visi pembangunan nasional Indonesia,” ungkap Denis.

Berdasarkan data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM total realisasi investasi Uni Eropa selama periode tahun 2019-triwulan I tahun 2025 mencapai USD13 miliar dengan sektor prioritas antara lain Industri Kimia dan Farmasi sebesar USD2,1 miliar; Listrik, Gas dan Air USD1,9 miliar; Perumahan, Kawasan Industri dan Kawasan Perkantoran USD1,1 miliar; Transportasi, Pergudangan dan Komunikasi USD1,07 miliar; serta Jasa Lainnya USD1,05 miliar. (*)

Berita Terkait

Hadir di FEKDI x IFSE 2026, Telkom Solution Dukung Ekosistem Ekonomi dan Keuangan Digital Indonesia
BNI Perkuat Peran sebagai Bank Sahabat Mahasiswa melalui Jatinangor Music Fest
ALI 2026: Apresiasi Kinerja Layanan Investasi, Dorong Kemudahan Berusaha
Chandra Asri Group dan Bank Mandiri Perkuat Kerja Sama Strategis untuk Dukung Ekosistem Industri Petrokimia Nasional
Harga Cabai Rawit Merah Meroket, Pemprov DKI Ungkap Biang Keroknya
OJK Canangkan Bulan Dana Pensiun 2026, Ajak Warga Siapkan Hari Tua
Transaksi dan Ekosistem Terus Tumbuh, Kinerja Bank Mandiri Tetap Solid
Wamen Todotua Ungkap Tiga Strategi Jemput Investasi dan Perkuat Hilirisasi

Berita Terkait

Friday, 25 September 2026 - 17:05 WIB

Hadir di FEKDI x IFSE 2026, Telkom Solution Dukung Ekosistem Ekonomi dan Keuangan Digital Indonesia

Friday, 18 September 2026 - 18:11 WIB

BNI Perkuat Peran sebagai Bank Sahabat Mahasiswa melalui Jatinangor Music Fest

Thursday, 17 September 2026 - 00:01 WIB

ALI 2026: Apresiasi Kinerja Layanan Investasi, Dorong Kemudahan Berusaha

Tuesday, 15 September 2026 - 17:40 WIB

Chandra Asri Group dan Bank Mandiri Perkuat Kerja Sama Strategis untuk Dukung Ekosistem Industri Petrokimia Nasional

Wednesday, 9 September 2026 - 09:10 WIB

Harga Cabai Rawit Merah Meroket, Pemprov DKI Ungkap Biang Keroknya

Berita Terbaru

foto ist

Olahraga

Dramatis Lima Set, Indonesia Takluk dari Thailand

Monday, 28 Sep 2026 - 09:54 WIB

Energy

Dosen ITPLN Unjuk Peran di Forum Energi ASEAN di BSD

Monday, 28 Sep 2026 - 08:57 WIB

Megapolitan

LRT Jakarta Layani Lebih dari 100 Ribu Penumpang

Sunday, 27 Sep 2026 - 23:28 WIB