Empat Wakil Menteri Sinergi Kuatkan Pembangunan Desa Sekitar Hutan

Friday, 24 January 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kamis, 23 Januari 2020. Program Perhutanan Sosial (PS) menjadi salah satu solusi pengentasan kemiskinan di pedesaan yang perlu disinergikan implementasinya antar kementerian. Program PS lebih diintensifkan pada tahun 2015 oleh KLHK, saat ini terus berkembang. Banyak hambatan yang tidak bisa hanya diselesaikan oleh KLHK sendiri, perlu keterlibatan Kementerian lain agar program ini dapat dipercepat sesuai yang ditargetkan Presiden Jokowi.

Empat Wakil Menteri (Wamen), yaitu Wamen KLHK, Alue Dohong; Wamen Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT), Budi Arie Setiadi; Wamen Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN, Surya Tjandra; serta Wamen Kementerian Perdagangan, Jerry Sambuaga hadir di Kantor KLHK untuk mendorong percepatan tersebut.

“Koordinasi, singkronisasi serta integrasi antar kementerian merupakan amanat Presiden agar proses pembangunan semakin efektif. KLHK memiliki program pengentasan kemiskinan melalui pemberian akses legal lahan hutan kepada masyarakat melalui Program PS, ini sedang berkembang, namun memerlukan dukungan dari Kementerian lain”, ujar Wakil Menteri Alue Dohong membuka pertemuan.

Menanggapi permintaan Wamen LHK, Wamen Desa dan PDT menyatakan tertarik ikut menyukseskan program PS karena sangat sesuai dengan tujuan kementeriannya yaitu untuk memajukan desa-desa tertinggal yang banyak terdapat disekitar hutan.

Dirinya meminta kepada KLHK agar ada kerjasama serta menyiapkan 100 kelompok usaha perhutanan sosial (KUPS) di Pulau Jawa yang akan dijadikan model pengentasan kemiskinan melalui Program PS kerjasama antara KLHK dan Kementerian Desa dan PDT tahun 2020 ini.

Salah satu yang akan dioptimalkan adalah kerjasama untuk intervensi pembangunan desa melalui penguatan pertanian dan kehutanan, membuka akses perbankan serta perdagangan/pasar. Kombinasi ini diharapkan akan luar biasa menggerakkan desa menjadi produktif dari hulu sampai hilir nya ungkapnya.

See also  Gerhana Matahari Cincin Terlihat Sempurna di Aceh

“Orang desa problemnya cuma dua, yaitu pada teknologi pengemasan produk/packaging product dan pemasaran produk. Kalo ini mampu diatasi pembangunan desa akan jalan,” jelas Wamen Desa dan PDT.

Saat ini program (PS) yang telah memberikan akses kelola kepada 818.457 kepala keluarga dengan jumlah izin/hak kelola sebanyak 6.411 SK atau total seluas ± 4,048 juta hektare.

Sementara itu Wamen ATR/BPN lebih menyoroti isu pelepasan kawasan hutan yang menjadi salah satu sumber tanah obyek reforma agraria (TORA). Kementerian ATR/BPN meminta agar KLHK yang tahun 2019 telah mengeluarkan SK pelepasan kawasan hutan untuk TORA agar kemudian didorong bersama-sama agar proses di lapangannya hingga terbitnya sertifikasi hak milik dapat lebih cepat.

“Untuk percepatan ini di lapangan KLHK akan bekerjasama dengan ATR, tim KLHK dan ATR/BPN misalnya dalam pengukuran harus turun bersama, jadi tidak saling menunggu, dikerjakan bersama akan lebih cepat,” ucap Wamen LHK menanggapi usulan dari ATR/BPN.

Selanjutnya untuk mendorong keberhasilan program PS dan redistribusi lahan melalui Reforma Agraria, Wamen Desa dan PDT secara kongkrit meminta kepada Wamen Perdagangan untuk dapat menyediakan data-data terkait apasaja impor produk pertanian yang sebetulnya bisa kita produksi sendiri di dalam negeri, namun masih terus terjadi impor. Selain itu juga produk pertanian apa yang banyak dicari oleh pasar internasional. Data-data ini disebutnya akan digunakan untuk mengembangkan produksi pertanian di desa-desa agar hasil pertanian dapat diserap secara mudah oleh pasar dalam negeri maupun internasional.

“Masa kita bawang saja impor, garam impor, kita itu punya tanah luas dan subur, lautan yang luas yang bisa lebih dioptimalkan,” imbuh Wamen Desa dan PDT.

Pertemuan ini dihadiri oleh Direktur Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan KLHK, Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem KLHK, perwakilan pejabat tinggi di Kementerian Desa dan PDT, ATR/BPN, dan Kemendag.(*)

Berita Terkait

Kementerian PU Salurkan 127 Ribu Liter Air Bersih ke Warga Babel
Banjir Kembali Terjang Jembatan Kuning Aceh Tenggara, Flyover Jadi Solusi Permanen
Hutama Karya Bangun Integrated Building di Bandara Soekarno-Hatta
Terjunkan 10 Pompa, Kementerian PU Selamatkan 300 Hektare Sawah Kekeringan di Sentra Padi Karawang
Atasi Dampak Kekeringan, Kementerian PU Salurkan 286 Ribu Liter Air Bersih ke 10 Daerah di Jawa Barat
Atasi Cuaca Tak Menentu, Inovasi Alat Pengering Pala Bantu Petani Transmigran di Papua Barat
KSP Bersama Pemprov Sumut, Kementerian PU, ATR/BPN dan Hutama Karya Bahas Penyelesaian Tol Binjai–Langsa
Komisi V DPR Dukung Kelanjutan Tol Sumsel Garapan Hutama Karya

Berita Terkait

Saturday, 26 September 2026 - 07:30 WIB

Kementerian PU Salurkan 127 Ribu Liter Air Bersih ke Warga Babel

Friday, 25 September 2026 - 20:37 WIB

Banjir Kembali Terjang Jembatan Kuning Aceh Tenggara, Flyover Jadi Solusi Permanen

Friday, 25 September 2026 - 17:38 WIB

Hutama Karya Bangun Integrated Building di Bandara Soekarno-Hatta

Thursday, 24 September 2026 - 14:22 WIB

Terjunkan 10 Pompa, Kementerian PU Selamatkan 300 Hektare Sawah Kekeringan di Sentra Padi Karawang

Thursday, 24 September 2026 - 13:59 WIB

Atasi Dampak Kekeringan, Kementerian PU Salurkan 286 Ribu Liter Air Bersih ke 10 Daerah di Jawa Barat

Berita Terbaru

Energy

Pakai CNG PGN, Hotel Platinum Yogyakarta Hemat Biaya hingga 30%

Saturday, 26 Sep 2026 - 07:44 WIB

Berita Terbaru

Nono Sampono: Kampus Harus Jadi Ruang Tumbuh Generasi Bangsa

Saturday, 26 Sep 2026 - 07:35 WIB

Nasional

Kementerian PU Salurkan 127 Ribu Liter Air Bersih ke Warga Babel

Saturday, 26 Sep 2026 - 07:30 WIB