Atasi Kerusakan Jalan di Musim Penghujan, Kementerian PUPR Kembangkan Teknologi Tambalan Cepat Mantap

Friday, 24 January 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Di dalam musim penghujan, dengan intensitas curah hujan ekstrim dewasa ini potensi jalan berlubang meningkat mengingat sifat air sebagai pelarut, salah satunya melarutkan material penyusun jalan seperti aspal, kerikil, dan agregat. Jalan berlubang dapat menyebabkan kemacetan hingga kecelakaan lalu lintas, oleh karena itu Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) mengembangkan Teknologi Tambalan Cepat Mantap (TCM).

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mendorong para peneliti yang bertugas di Balitbang Kementerian PUPR untuk menghasilkan produk riset yang dapat diterapkan dalam mendukung kebijakan pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur di Indonesia. “Untuk mampu bersaing dalam konteks global, produk hasil penelitian Balitbang PUPR harus lebih murah, lebih cepat, dan lebih baik kualitasnya. Hasil penelitian harus dapat digunakan utamanya oleh Kementerian PUPR,” kata Menteri Basuki beberapa waktu lalu.

TCM dikembangkan oleh Pusat Litbang Jalan dan Jembatan (Pusjatan) dan pertama kali dikenalkan ke publik pada Desember 2014. TCM merupakan bahan campuran aspal panas (hot mix asphalt) dengan campuran aspal dingin (cold mix asphalt) yang telah dicampur dengan aditif dan dikemas secara pabrikasi. Penggunaan TCM sangat mudah, setelah kemasan dibuka bisa langsung dihampar dan dipadatkan dengan beban lalu lintas atau pemadat ringan (hand stamper). Waktu perbaikan jalan hanya memakan waktu kurang lebih satu jam.

Penggunaan TCM tidak menemui kendala dengan temperatur pemadatan dan dapat digunakan untuk ruas jalan dengan lalu lintas berat serta dapat langsung open traffic. Untuk pemadatan dengan roda kendaraan bisa digunakan untuk lubang yang kedalamannya tidak lebih dari 40 cm.

Penggunaan TCM dapat mengurangi tingkat kerusakan jalan secara cepat sehingga dapat mengurangi kemacetan lalu lintas akibat lubang dan proses perbaikan, termasuk mengurangi tingkat kecelakaan dan memberi kenyamanan pada pengguna jalan. Di samping itu, biaya penggunaan TCM juga relatif lebih terjangkau dibanding alternatif penanganan lain, karena dikemas dalam ukuran 25 kilogram seharga Rp 150.000.

See also  Tak Ada Larangan Mudik, Kemenhub Antisipasi Libur Panjang Idul Adha

Jalan yang diperbaiki dengan TCM juga memiliki daya tahan lebih kuat. Jika menggunakan bahan tambalan aspal biasa, kerusakan jalan akan kembali terjadi antara satu minggu hingga satu bulan. Namun dengan teknologi tambalan cepat mantap, kondisi perkerasan jalan masih bagus sampai dengan satu tahun walaupun dilalui beban lalu lintas berat. Saat ini TCM telah diterapkan di antaranya di ruas Jalan Cirebon – Losari di Jawa Barat, Ruas Jalan Cikopo, Ruas Jalan Tol Jagorawi, dan Ruas Jalan Profesor Eykman di Bandung, Jawa Barat. (PRY)

Berita Terkait

Tahap Akhir Wujudkan Konektivitas Penuh di Provinsi Aceh, Hutama Karya Lakukan Uji Laik Fungsi dan Operasi (ULFO) pada Seksi 1 (Padang Tiji-Seulimeum) Tol Sigli–Banda Aceh
Kementerian PU Revitalisasi Sungai Veteran untuk Cegah Banjir Banjarmasin
Tak Ada Uang, Anak SD Berikan Cincin untuk Palestina
Dari Cabai ke Pelepah Sawit, Prafi Genjot Ekonomi Warga
Kementerian PU Kerahkan Peralatan Penanganan Karhutla ke Lima Provinsi di Kalimantan
Kawal Penataan Kelembagaan Kementerian PKP, Kementerian PANRB Dorong Efisiensi dan Hindari Tumpang Tindih Fungsi
Cabeta Buka Jalan Usaha Baru bagi Petani Cabai di Prafi
Kementerian PU Perkuat Pembangunan Infrastruktur Papua Pegunungan

Berita Terkait

Monday, 14 September 2026 - 20:28 WIB

Tahap Akhir Wujudkan Konektivitas Penuh di Provinsi Aceh, Hutama Karya Lakukan Uji Laik Fungsi dan Operasi (ULFO) pada Seksi 1 (Padang Tiji-Seulimeum) Tol Sigli–Banda Aceh

Monday, 14 September 2026 - 17:40 WIB

Kementerian PU Revitalisasi Sungai Veteran untuk Cegah Banjir Banjarmasin

Sunday, 13 September 2026 - 13:54 WIB

Tak Ada Uang, Anak SD Berikan Cincin untuk Palestina

Sunday, 13 September 2026 - 09:01 WIB

Dari Cabai ke Pelepah Sawit, Prafi Genjot Ekonomi Warga

Sunday, 13 September 2026 - 08:23 WIB

Kementerian PU Kerahkan Peralatan Penanganan Karhutla ke Lima Provinsi di Kalimantan

Berita Terbaru

foto ist

Berita Utama

Prabowo Lantik Suahasil Nazara Jadi Menkeu, Gantikan Purbaya

Monday, 14 Sep 2026 - 21:30 WIB