Banjir Kudus–Pati, Kementerian PU Turunkan 20 Alat Berat

Sunday, 18 January 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus berkomitmen dalam penanganan bencana di berbagai wilayah Indonesia, tidak hanya terfokus di Sumatera, tetapi juga di Pulau Jawa dan daerah lainnya, termasuk Kabupaten Kudus dan Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah. Bencana banjir mengguyur Kudus, Pati, dan sekitarnya sejak 10 Januari 2026 akibat tingginya intensitas hujan di wilayah tersebut.

Menteri PU Dody Hanggodo menyampaikan bahwa sejak awal terjadinya bencana, Kementerian PU telah bergerak cepat dengan menurunkan tim personel untuk melakukan respons darurat, inspeksi infrastruktur terdampak, serta mendukung komando penanganan darurat daerah.

“Dukungan juga diberikan melalui pengiriman alat berat, peralatan pendukung, serta bahan dan sarana kebencanaan ke lokasi terdampak,” kata Menteri Dody.

Penanganan banjir di Kudus dan Pati dilaksanakan oleh Kementerian PU melalui balai yang berada di Provinsi Jawa Tengah secara terpadu, mengingat kedua wilayah tersebut berada dalam satu sistem sungai, yakni Sungai Juana yang berada di bawah tanggung jawab Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana.

Sebagai bagian dari respons cepat Kementerian PU, BBWS Pemali Juana telah mengerahkan 20 unit alat berat untuk menutup tanggul sungai yang jebol, membersihkan sampah yang menyumbat jembatan dan gorong-gorong, serta melakukan penggalian alur sungai guna memperlancar aliran air sejak awal bencana.

Akses utama menuju Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara yang sebelumnya tertutup timbunan material longsor yang cukup masif, saat ini berangsur pulih. “Alhamdulillah, desa yang sebelumnya terisolasi kini mulai terbuka aksesnya,” kata Kepala BBWS Pemali Juana Sudarto.

BBWS Pemali Juana berkolaborasi dengan BPBD melakukan pengalihan alur sungai menggunakan krib dan bronjong yang selanjutnya akan dibangun jalan darurat di atasnya agar dapat dilalui kendaraan roda empat. Selain itu, penanganan juga dilakukan pada longsoran tanggul Sungai Suwatu di Desa Bulumanis Kidul, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, sebagai bagian dari upaya pengamanan sungai dan perlindungan kawasan permukiman warga.

See also  Sidang PUIC Delegasi Palestina: “Dalam Sejarah Manusia, Tak Pernah Ada Kejahatan Seperti Ini”

Dari hasil rapat koordinasi bersama di Kantor DPRD Kudus pada 16 Januari 2026, disepakati bahwa sebagian besar wilayah terdampak banjir di Kudus telah berhasil ditangani dan genangan air berangsur surut.

Selanjutnya untuk penanganan jangka panjang, Sudarto menambahkan BBWS Pemali Juana akan melanjutkan pekerjaan normalisasi Sungai Juwana yang melintasi Kabupaten Kudus dan Pati. Direncanakan mulai dikerjakan pada 2026 dengan skema anggaran tahun jamak.

“Pati dan Kudus bisa dikatakan satu paket karena dari satu sungai, yaitu Sungai Juana yang normalisasi dan sudetannya mestinya sudah bisa kita kerjakan bersamaan dengan Sungai Wulan yang sudah sukses. Terbukti tidak banjir lagi di perbatasan Demak – Kudus,” ujar Sudarto.

Pekerjaan normalisasi akan dilaksanakan secara bertahap mengingat besarnya kebutuhan anggaran serta masih adanya kendala pembebasan lahan di sepanjang alur sungai yang prosesnya membutuhkan koordinasi lintas daerah.

“Karena terkendala pembebasan lahan paling cepat tahun ini baru bisa dilaksanakan jika lahan selesai dibebaskan. Saat ini BBWS Pemali Juana tengah berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan para pemangku kepentingan terkait untuk menyelesaikan persoalan tersebut,” kata Sudarto. (*)

Berita Terkait

Di Forum Global OECD Paris, Indonesia Paparkan Strategi Penyederhanaan Birokrasi
Kemendes Siap Kolaborasi Lintas K/L Wujudkan Indonesia Emas 2045 Lewat Pemberdayaan
Kementerian PU Tangani Dampak Banjir pada Sejumlah SPAM di Kota Padang, Pemulihan Layanan Air Minum Jadi Prioritas
Tiongkok Usulkan Pusat Riset Padi Bersama di Merauke, Iftitah: Kita Konkretkan Kerja Samanya
53 JIAT Kementerian PU Dukung Ketersediaan Air bagi 1.307 Hektare Sawah di Indramayu
Mitigasi Galodo di Solok, Kementerian PU Pasang 3 Titik Early Warning System dan Siapkan 2 Sabo Dam Sungai Batang Baliang
Di Peking University, Iftitah: Bangun Pusat Pertumbuhan Ekonomi Tak Cukup Hanya dengan Infrastruktur
Indeks Udara Capai 414, Palangka Raya Diselimuti Kabut Asap

Berita Terkait

Thursday, 15 October 2026 - 08:15 WIB

Di Forum Global OECD Paris, Indonesia Paparkan Strategi Penyederhanaan Birokrasi

Thursday, 15 October 2026 - 08:07 WIB

Kemendes Siap Kolaborasi Lintas K/L Wujudkan Indonesia Emas 2045 Lewat Pemberdayaan

Thursday, 15 October 2026 - 08:04 WIB

Kementerian PU Tangani Dampak Banjir pada Sejumlah SPAM di Kota Padang, Pemulihan Layanan Air Minum Jadi Prioritas

Thursday, 15 October 2026 - 07:58 WIB

Tiongkok Usulkan Pusat Riset Padi Bersama di Merauke, Iftitah: Kita Konkretkan Kerja Samanya

Wednesday, 14 October 2026 - 10:43 WIB

53 JIAT Kementerian PU Dukung Ketersediaan Air bagi 1.307 Hektare Sawah di Indramayu

Berita Terbaru