Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Optimistis Ekonomi Nasional

Wednesday, 28 January 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan optimisme terhadap prospek perekonomian nasional di tengah ketidakpastian global. Menurut dia, volatilitas global saat ini relatif rendah, sementara potensi peningkatan pertumbuhan ekonomi dunia masih terbatas.

Purbaya menilai faktor global bukan penentu utama kinerja ekonomi Indonesia. Ia menyebut sekitar 90 persen pertumbuhan ekonomi nasional ditopang oleh permintaan domestik, sedangkan kontribusi faktor global hanya berkisar 10 hingga 20 persen. Karena itu, perlambatan ekonomi dunia seharusnya tidak dijadikan alasan atas melemahnya kinerja ekonomi dalam negeri.

“Kalau kita 90 persen domestic demand, 10 persen global atau lebih. Mungkin maksimal 15–20 persen. Kalau kita juga ada domestic demand, harusnya tidak ada masalah,” ujar Purbaya dalam Acara Indonesia Fiscal Forum 2026 di Thamrine Nine Ballroom, Selasa, 27 Januari.

Dari sisi domestik, Purbaya menilai kondisi ekonomi Indonesia cukup solid. Inflasi tercatat rendah di kisaran 2,9 persen dengan inflasi inti sekitar 2,3 persen. Bahkan, jika komponen harga emas dikeluarkan, inflasi diperkirakan hanya sekitar 1,5 persen. Kondisi ini menunjukkan tekanan permintaan masih terkendali dan belum mengarah pada overheating ekonomi.

“Jadi sebetulnya demand-nya masih relatif rendah. Belum ada demand core inflation. Artinya saya bisa mendorong ekonomi ke tingkat yang lebih cepat lagi tanpa khawatir adanya kenaikan bunga yang terlalu signifikan dari bank sentral,” kata dia.

Pertumbuhan ekonomi nasional juga menunjukkan tren positif. Dalam beberapa triwulan terakhir, realisasi pertumbuhan berada di kisaran 5,0 hingga 5,4 persen. Menkeu melihat masih terdapat ruang untuk mendorong pertumbuhan lebih tinggi tanpa memicu kenaikan suku bunga.

Untuk mempercepat laju ekonomi, pemerintah mengandalkan strategi debottlenecking guna memperbaiki iklim investasi. Melalui forum lintas kementerian yang digelar secara rutin, berbagai hambatan usaha yang dihadapi pelaku bisnis diklaim dapat diselesaikan secara cepat dan terukur.

See also  Pertamina Jamin Pasokan Energi Selama Nataru di Pulau Jawa

Dengan perbaikan kinerja fiskal, optimalisasi penerimaan pajak dan bea cukai, serta pengendalian defisit anggaran, pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat berlanjut secara berkelanjutan.

“Saya optimis untuk ekonomi dan pasar saham tahun ini. Jangan tunggu-tunggu lagi untuk berinvestasi atau melebarkan ekspansi bisnis,” ujar Purbaya.

Berita Terkait

BRI Salurkan Tunjangan Profesi Guru Non-ASN Seniliai Rp921,6 Miliar kepada Lebih dari 507 Ribu Penerima
Livin’ Berbagi, Inisiatif Sederhana Bank Mandiri Hadirkan Manfaat bagi Sesama
Keminveshil Jajaki Peluang Investasi Strategis dengan Azerbaijan
Telkom Raih “SOE In-House of The Year” di ALB Indonesia Law Awards 2026
Danantara Gelar DTIIF 2026, Dorong Inovasi Teknologi Indonesia
Indonesia–Azerbaijan Perkuat Kerja Sama Ekonomi dan Peluang Investasi
BRI Dukung Talenta Muda Siap Kerja Lewat Program Magang
Hutama Karya Dorong Ekonomi Sirkular, Sulap Sampah Plastik dan Minyak Jelantah Jadi Rupiah

Berita Terkait

Wednesday, 4 November 2026 - 13:46 WIB

BRI Salurkan Tunjangan Profesi Guru Non-ASN Seniliai Rp921,6 Miliar kepada Lebih dari 507 Ribu Penerima

Monday, 2 November 2026 - 18:11 WIB

Livin’ Berbagi, Inisiatif Sederhana Bank Mandiri Hadirkan Manfaat bagi Sesama

Monday, 2 November 2026 - 07:05 WIB

Keminveshil Jajaki Peluang Investasi Strategis dengan Azerbaijan

Friday, 30 October 2026 - 18:33 WIB

Telkom Raih “SOE In-House of The Year” di ALB Indonesia Law Awards 2026

Tuesday, 27 October 2026 - 08:27 WIB

Danantara Gelar DTIIF 2026, Dorong Inovasi Teknologi Indonesia

Berita Terbaru