daelpos.com – Keberhasilan sektor pertambangan tidak hanya diukur dari besarnya produksi dan penerimaan negara, tetapi juga dari cara tambang dikelola dan manfaatnya bagi masyarakat. Semangat itu menjadi dasar pemberian 42 Apresiasi Minerba 2026 kepada badan usaha pertambangan pada penutupan Minerba Convex 2026 di Jakarta, Selasa (3/11).
Apresiasi diberikan Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) atas kinerja, komitmen, dan kontribusi positif badan usaha dalam pengelolaan subsektor mineral dan batu bara.
“Ada tanggung jawab yang lebih luas, yaitu bagaimana kegiatan pertambangan dijalankan dengan baik, bagaimana masyarakat di sekitar wilayah pertambangan mendapatkan manfaat, dan bagaimana sumber daya alam ini dikelola secara bertanggung jawab untuk kepentingan generasi mendatang,” ujar Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Tri Winarno.
Apresiasi Minerba 2026 terbagi dalam empat kategori, yaitu Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Badan Usaha Pertambangan Komoditas Batubara, PPM Badan Usaha Pertambangan Komoditas Mineral, Pelaksanaan Kaidah Teknik Pertambangan yang Baik (Good Mining Practice), serta Kepatuhan Pembayaran PNBP Sumber Daya Alam Mineral dan Batubara.
Kategori PPM dinilai berdasarkan delapan pilar, yaitu pendidikan, kesehatan, tingkat pendapatan riil, kemandirian ekonomi, sosial dan budaya, lingkungan, kelembagaan komunitas, serta infrastruktur. Setiap pilar mencerminkan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar tambang. Untuk mineral, ada subkategori tambahan untuk pionir PPM, sedangkan pada batu bara, penilaian dibedakan antara badan usaha dengan produksi di atas dan di bawah 5 juta ton.
Adapun kategori Good Mining Practice menilai penerapan kaidah teknik pertambangan yang baik, sedangkan kategori Kepatuhan PNBP diberikan kepada badan usaha yang patuh membayar kewajiban penerimaan negara sesuai jenis izinnya.
Menurut Tri, apresiasi ini bukan akhir dari pencapaian, melainkan momentum untuk mempertahankan dan meningkatkan kinerja.
“Bagi badan usaha yang menerima apresiasi, saya berharap prestasi ini dapat dipertahankan dan ditingkatkan. Jadikan praktik baik yang telah dilakukan sebagai contoh bagi perusahaan lainnya,” tuturnya.
Pada kesempatan yang sama, Tri juga mengapresiasi pegawai Ditjen Minerba yang tergabung dalam Tim ESDM Siaga Bencana di Sumatera dan Nusa Tenggara Timur. Penerimanya adalah Klinik Pratama Ditjen Minerba serta Inspektur Tambang Penempatan Nusa Tenggara Timur, Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.
Tim tersebut terlibat langsung dalam penanganan bencana dan penyaluran bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak. Melalui ESDM Siaga Bencana, Kementerian ESDM bersama mitra sektor energi dan pertambangan hadir memberikan bantuan serta mendukung pemulihan masyarakat.
“Ini menunjukkan bahwa pengabdian insan Minerba tidak hanya diwujudkan melalui pelaksanaan tugas di bidang pertambangan, tetapi juga melalui kepedulian terhadap sesama dan tanggung jawab kemanusiaan,” kata Tri.
Ditjen Minerba berharap capaian para penerima apresiasi menjadi motivasi bagi pelaku usaha lain untuk menerapkan praktik pertambangan yang baik. Penguatan kolaborasi antara pelaku usaha, asosiasi, akademisi, dan masyarakat juga terus didorong agar subsektor mineral dan batu bara memberi kontribusi optimal bagi bangsa.
Berikut daftar penerima Apresiasi Minerba 2026:
A. PPM Badan Usaha Pertambangan Komoditas Batubara
Produksi lebih dari 5 juta ton
1. Pendidikan: PT Asmin Bara Bronang
2. Kesehatan: PT Borneo Indobara
3. Tingkat Pendapatan Riil: PT Indexim Coalindo
4. Kemandirian Ekonomi: PT Ganda Alam Makmur
5. Sosial dan Budaya: PT Tiwa Abadi
6. Lingkungan: PT Maruwai Coal
7. Kelembagaan Komunitas: PT Kideco Jaya Agung
8. Infrastruktur: PT Berau Coal
Produksi kurang dari 5 juta ton
1. Pendidikan: PT Lahai Coal
2. Tingkat Pendapatan Riil: PT Adimitra Baratama Nusantara
3. Kemandirian Ekonomi: PT Adimitra Baratama Nusantara
4. Lingkungan: PT Jorong Barutama Greston
5. Infrastruktur: PT Telen Orbit Prima
B. PPM Badan Usaha Pertambangan Komoditas Mineral
1. Pendidikan: PT Bumi Suksesindo
2. Pendidikan: PT Cita Mineral Investindo Tbk
3. Pendidikan: PT Freeport Indonesia
4. Kesehatan: PT ANTAM (Persero) Tbk UBP Nikel Maluku Utara
5. Tingkat Pendapatan Riil: PT Agincourt Resources
6. Tingkat Pendapatan Riil: PT ANTAM (Persero) Tbk UBP Bauksit Kalimantan Barat
7. Tingkat Pendapatan Riil: PT J Resources Bolaang Mongondow
8. Kemandirian Ekonomi: PT Semen Gresik Pabrik Rembang
9. Sosial dan Budaya: PT Solusi Bangun Andalas
10. Lingkungan: PT Sumbawa Jutaraya
11. Kelembagaan Komunitas: PT ANTAM (Persero) Tbk UBP Emas Pongkor
12. Kelembagaan Komunitas: PT Sulawesi Cahaya Mineral
13. Kelembagaan Komunitas: PT Amman Mineral Nusa Tenggara
14. Infrastruktur: PT Sumberdaya Arindo
15. Pionir PPM: PT Cikondang Kancana Prima
C. Pelaksanaan Kaidah Teknik Pertambangan yang Baik (Good Mining Practice)
1. PT ANTAM (Persero) Tbk UBP Bauksit Kalimantan Barat
2. PT Arutmin Indonesia Site Asamasam
3. PT Arutmin Indonesia Site Kintap
4. PT Baramulti Suksessarana
5. PT Berau Coal
6. PT Borneo Indobara
7. PT Kutai Energi
8. PT Wahana Baratama Mining
D. Kepatuhan Pembayaran PNBP Sumber Daya Alam Mineral dan Batubara
1. IUP Mineral: PT Hengjaya Mineralindo
2. IUP Batubara: PT Bhumi Rantau Energi
3. IUP BUMN: PT Bukit Asam
4. Kontrak Karya: PT Weda Bay Nickel
5. PKP2B: PT Borneo Indobara
6. IUPK: PT Vale Indonesia








