Kolaborasi PLN dan Kementerian Perdagangan Hadirkan SPKLU Ultra Fast Charging

Friday, 6 March 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso (kedua dari kanan) bersama Wakil Menteri Perdagangan RI, Dyah Roro Esti Widya Putri (tengah), Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo (kanan) Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan RI, Isy Karim (kedua dari kiri), dan Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto (kiri) melakukan simulasi pengisian daya mobil listrik di SPKLU Kementerian Perdagangan RI pada Kamis (5/3). Pascadilakukan uji coba operasi sejak Desember 2025, jumlah transaksi pengisian di 3 unit SPKLU tersebut mencapai 2.460 kali dengan total energi listrik yang tersalurkan sebesar 62.598 kW hingga Februari 2026.

Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso (kedua dari kanan) bersama Wakil Menteri Perdagangan RI, Dyah Roro Esti Widya Putri (tengah), Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo (kanan) Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan RI, Isy Karim (kedua dari kiri), dan Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto (kiri) melakukan simulasi pengisian daya mobil listrik di SPKLU Kementerian Perdagangan RI pada Kamis (5/3). Pascadilakukan uji coba operasi sejak Desember 2025, jumlah transaksi pengisian di 3 unit SPKLU tersebut mencapai 2.460 kali dengan total energi listrik yang tersalurkan sebesar 62.598 kW hingga Februari 2026.

daelpos.com  – PT PLN (Persero) bersama Kementerian Perdagangan Republik Indonesia (Kemendag RI) meresmikan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) ultra fast charging di lingkungan Kantor Kemendag RI, Kamis (5/3). Kolaborasi ini merupakan sinergi kedua pihak dalam mendorong percepatan pengembangan ekosistem electric vehicle (EV) di Indonesia dan memperluas ketersediaan infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik di ruang publik, khususnya instansi pemerintah.

Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso menyampaikan apresiasi atas respons cepat PLN dalam memenuhi kebutuhan pengguna kendaraan listrik di Indonesia. Menurutnya, tren pengguna kendaraan listrik yang terus meningkat juga membutuhkan ketersediaan SPKLU yang semakin banyak, termasuk di lingkungan Kemendag RI.

“Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada PLN yang telah menghadirkan fasilitas ini di lingkungan Kementerian Perdagangan untuk mendukung rekan-rekan yang menggunakan mobil listrik. Ini juga tidak hanya terbatas pegawai Kementerian, jadi teman-teman atau kendaraan yang lewat bisa juga nge-charge di sini. Ini merupakan bentuk kolaborasi antara Pemerintah dan PLN,” ujar Budi.

Dirinya mengungkapkan bahwa tren peningkatan pengguna kendaraan listrik juga terjadi di lingkungan Kemendag RI, di mana sekitar 15 persen pegawai telah beralih menggunakan kendaraan listrik. Ia berharap dengan masifnya pengembangan SPKLU di berbagai titik, masyarakat juga semakin yakin untuk beralih ke kendaraan listrik.

“Harapan kami, semakin banyak SPKLU, akan semakin banyak orang yang menggunakan mobil listrik. Dulu mungkin ketika belum banyak kadang-kadang orang ragu-ragu, tapi sekarang sudah semakin banyak, kita mau nunggu saja sudah enggak ada masalah, sudah banyak SPKLU sehingga memudahkan. Dan nge-charge-nya hanya 30 menit, ya 30 menit selesai,” ucap Budi.

Pascadilakukan uji coba operasi sejak Desember 2025, rata-rata jumlah pemanfaatan SPKLU Kemendag RI terus meningkat. Hingga Februari 2026, jumlah transaksi pengisian di 3 unit SPKLU yang masing-masing berkapasitas 120 kilowatt (kW) tersebut mencapai 2.460 kali dengan total energi listrik yang tersalurkan sebesar 62.598 kW.

See also  Harkitnas 2025, Momentum Pertamina Wujudkan Kemandirian Energi

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo turut menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara kedua belah pihak. Menurutnya, kolaborasi ini merupakan upaya PLN dalam mendorong percepatan transisi energi di Indonesia melalui penyediaan infrastruktur pendukung ekosistem kendaraan listrik.

“Kolaborasi antara Kemendag dengan PLN ini adalah bagian akselerasi dari transisi energi. Artinya, ini adalah pergeseran dari energi mahal menjadi energi murah, energi emisi tinggi menjadi emisi rendah, dan shifting dari import based energy menjadi domestic based energy,” ujar Darmawan.

Lebih lanjut, Darmawan menjelaskan bahwa pengembangan SPKLU tidak dapat hanya mengandalkan lahan milik PLN. Oleh karena itu, kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi kunci dalam memperluas pembangunan infrastruktur kendaraan listrik di Indonesia.

“Pada dasarnya kebutuhan SPKLU ini tidak mungkin hanya berada di lahan PLN. Lahan-lahan strategis justru dimiliki oleh kementerian, rumah sakit, pusat perbelanjaan, kantor perbankan, hingga berbagai fasilitas publik lainnya. Untuk itu, kami siap bekerja sama dengan seluruh pihak,” jelas Darmawan.

Ia menambahkan bahwa ke depan tugas PLN bersama pemerintah adalah menciptakan ekosistem investasi yang kondusif agar semakin banyak pihak, termasuk sektor swasta, dapat berpartisipasi dalam pembangunan SPKLU.

“Kami memastikan dari sisi teknis maupun komersial semuanya berjalan dengan baik, sehingga investasi di SPKLU menjadi menarik dan berkelanjutan. Dengan demikian, pembangunan SPKLU bukan hanya menjadi tugas PLN, tetapi menjadi bagian dari upaya bersama dalam membangun ekosistem kendaraan listrik di Indonesia,” tutup Darmawan.

Berita Terkait

Berkah Ramadan, UMKM Binaan Pertamina Raup Omzet Hingga Dua Kali Lipat di SMEXPO Ramadan 2026
Berkah Ramadan, YBM PLN EPI Salurkan 300 Bingkisan Lebaran untuk Warga Kuningan Timur
Transformasi Bisnis Berbuah Manis, Pendapatan Elnusa Tembus Rp14,5 Triliun di 2025
Pertamina Jaga Pasokan Energi Nasional, Perkuat Monitoring lewat Pertamina Digital Hub
Pertamina Patra Niaga Siagakan 345 Armada Kapal, Jaga Pasokan Energi Aman Selama Ramadan Idulfitri 2026
Satgas Ramadan Idulfitri, Dewan Komisaris Pertamina Pastikan Layanan Prima dan Stok Aman di Surabaya
FID Lapangan Duyung Resmi Disetujui, PLN EPI Amankan Pasokan 111 MMSCFD
Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Aman Hingga Lebaran 2026
Tag :

Berita Terkait

Saturday, 7 March 2026 - 00:29 WIB

Berkah Ramadan, UMKM Binaan Pertamina Raup Omzet Hingga Dua Kali Lipat di SMEXPO Ramadan 2026

Saturday, 7 March 2026 - 00:25 WIB

Berkah Ramadan, YBM PLN EPI Salurkan 300 Bingkisan Lebaran untuk Warga Kuningan Timur

Friday, 6 March 2026 - 13:59 WIB

Transformasi Bisnis Berbuah Manis, Pendapatan Elnusa Tembus Rp14,5 Triliun di 2025

Friday, 6 March 2026 - 05:43 WIB

Pertamina Jaga Pasokan Energi Nasional, Perkuat Monitoring lewat Pertamina Digital Hub

Thursday, 5 March 2026 - 19:01 WIB

Pertamina Patra Niaga Siagakan 345 Armada Kapal, Jaga Pasokan Energi Aman Selama Ramadan Idulfitri 2026

Berita Terbaru

News

Pramono–Foke Tengok Produksi Dodol Legendaris Nyak Mai

Saturday, 7 Mar 2026 - 05:38 WIB