daelpos.com – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo bersama Bupati Bener Meriah Tagore Abubakar meninjau Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Lampahan di Kabupaten Bener Meriah, Senin (9/3). Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan percepatan pemulihan layanan air bersih bagi masyarakat setelah infrastruktur SPAM tersebut terdampak bencana beberapa waktu lalu.
Dalam kunjungan tersebut, Menteri Dody melihat langsung kondisi intake Batu Lepek yang menjadi bagian penting dari sistem SPAM Lampahan. Infrastruktur ini berfungsi sebagai sumber pengambilan air baku yang selanjutnya dialirkan menuju Instalasi Pengolahan Air (IPA) Lampahan sebelum didistribusikan kepada masyarakat.
Menteri Dody menegaskan, Kementerian PU terus mendorong percepatan penanganan infrastruktur air minum agar masyarakat dapat kembali memperoleh layanan air bersih secara optimal.
“Kemarin kan sempat rusak, sudah kita perbaiki dan sudah fungsional. SPAM Lampahan ini mampu memberikan layanan air bersih bagi hampir 3.000 KK,” ujar Menteri Dody.
Menteri Dody menambahkan, penanganan dilakukan secara bertahap mulai dari pemulihan sumber air, perbaikan infrastruktur pengolahan, hingga penguatan sistem distribusi agar pelayanan dapat berjalan berkelanjutan.
“Setelah ini kami akan menambah Instalasi Pengolahan Air (IPA) baru berkapasitas 20 liter per detik. Jadi, harapan kami, semua air yang disalurkan ke rumah tangga itu sudah melalui proses pengolahan. Sehingga dapat meminimalisir pencemaran atau bakteri,” jelas Menteri Dody.
Sementara itu, Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Aceh Tommy Permadhy menjelaskan bahwa IPA Lampahan memiliki peran penting bagi masyarakat karena mampu melayani kebutuhan air bagi hampir 3.000 KK.
“IPA Lampahan memiliki kapasitas sekitar 20 -30 liter per detik dan mampu melayani kebutuhan air bersih bagi sekitar 4 sampai 5 desa di wilayah sekitar. Alhamdulillah saat ini instalasi ini sudah mulai difungsionalkan,” jelas Tommy.
Tommy menambahkan bahwa tim BPBPK Aceh juga telah melakukan berbagai langkah penanganan, antara lain membersihkan material longsoran dan sedimen di area intake serta membuka kembali akses menuju lokasi agar proses perbaikan dapat berjalan lebih optimal.
“Kami juga melakukan perlindungan terhadap sumber air agar tidak tercemar oleh aktivitas di sekitar kawasan, sehingga kualitas air yang diolah tetap terjaga,” katanya.
Ke depan, Kementerian PU akan terus melanjutkan pekerjaan pemulihan dan peningkatan infrastruktur SPAM Lampahan agar cakupan layanan air bersih bagi masyarakat di Kabupaten Bener Meriah dapat semakin meningkat.
“Kami juga akan melakukan perbaikan terhadap pipa distribusi yang kemarin sempat terjadi kerusakan di beberapa tempat akibat bencana. Saat ini sudah ada beberapa yang diperbaiki. Tentu ke depan, harapannya bisa lebih banyak memberikan cakupan layanan bagi masyarakat di wilayah Bener Meriah dan sekitarnya,” pungkas Tommy. (*)








