Utamakan Keselamatan Perwira di tengah Eskalasi Geopolitik, PIEP Relokasi Pekerja

Thursday, 12 March 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com  – PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP) berhasil merelokasi 11 (sebelas) perwira yang bekerja di Basra, Irak dan 8 (delapan) yang berada di Dubai, UAE. Proses evakuasi dari Basra, Irak ke Jakarta membutuhkan waktu setidaknya 14 hari. Waktu yang panjang dibutuhkan karena adanya penutupan sejumlah bandara internasional, seperti di Kuwait City, Dubai dan Doha.

Direktur Utama PHE, Awang Lazuardi mengatakan, “Geopolitik yang dinamis tentu berpengaruh bagi operasi kita di Irak. Alhamdulillah karena koordinasi yang sangat baik dari PIEP, PHE, Pertamina dan dukungan Kementerian Luar Negeri serta KBRI di sejumlah negara, teman-teman bisa pulang dengan selamat.”

Direktur Utama PIEP, Syamsu Yudha menegaskan bahwa keselamatan Perwira merupakan prioritas utama perusahaan. PIEP menjalankan seluruh prosedur HSSE serta Business Continuity Plan (BCP) secara disiplin dan terkoordinasi dengan Pertamina Holding, Subholding Upstream, dan otoritas terkait. “Kami juga terus memonitor situasi secara real-time guna memastikan perlindungan optimal bagi seluruh personel.”

Ia menegaskan, untuk melakukan asesmen contingency plan rute evakuasi, sehingga bila ada penutupan airspace akan memudahkan proses evakuasi ke depan.

Pertamina Irak Eksplorasi & Produksi (PIREP) bergerak cepat dengan mengaktifkan Emergency Response Team (ERT) segera setelah menerima informasi terkait serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Selain melakukan pemantauan intensif, PIREP secara paralel juga memperkuat komunikasi dan koordinasi strategis dengan KBRI Baghdad, KBRI Kuwait City, KBRI Riyadh, KBRI Abu Dhabi, serta Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia guna memonitor perkembangan situasi dan mengantisipasi dinamika keamanan di kawasan Timur Tengah.

Perwira PIREP menempuh perjalanan darat dari Basra, Irak menuju perbatasan di Safwan dan masuk ke negara Kuwait, dilanjutkan menuju Dammam, Saudi Arabia.

See also  Kementerian PU Genjot Pertanian Sumsel Lewat Program P3TGAI

Setelahnya seluruh personel menempuh perjalanan udara dari Dammam menuju Jeddah dan dilanjutkan ke Indonesia. Sebagian personel tiba di Jakarta tanggal 10 Maret 2026, sedangkan sisanya baru tiba tanggal 11 Maret 2026.

Proses evakuasi Tim Pertamina yang cepat dan sigap ini juga diapresiasi oleh para diaspora yang bekerja untuk oil company lain. Dimana sangat terlihat Pertamina sangat mengutamakan Keselamatan pekerjanya. Selain memastikan keselamatan personel, PIEP juga menghubungi keluarga seluruh Perwira PIREP untuk menyampaikan kondisi terkini secara langsung, sekaligus menyediakan saluran komunikasi hotline 24 jam guna memastikan keluarga memperoleh informasi dan dukungan yang diperlukan.*

PROFIL PT Pertamina Irak Eksplorasi dan Produksi (PIREP)
PIREP dibentuk untuk melakukan pengelolaan aset PT Pertamina (Persero) di tahun 2013, dan berlokasi 50 km arah barat laut Kota Basra, Irak.

PIREP mengelola eksplorasi dan produksi minyak dengan skema Technical Service Contract (TSC) di blok West Qurna-1 Field (WQ-1), Irak hingga 2045 tahun mendatang.

Sejak 2023 PIREP memiliki hak partisipasi atau Participating Interest (PI) di Blok West Qurna 1 (WQ-1) di Irak yang merupakan salah satu Super Giant Field yang ada di dunia, sebesar 20%.

Skema Technical Service Contract (TSC) dalam industri migas yang ditetapkan di WQ-1 dengan persetujuan Pemerintah Irak sangatlah berbeda dengan Production Sharing Contract (PSC) yang diterapkan Pemerintah Indonesia. Karena pada mekanisme pembayaran dan risiko yang ditanggung TSC adalah perjanjian di mana perusahaan migas membayar jasa teknis (kontrak jasa), sedangkan PSC adalah perjanjian bagi hasil di mana perusahaan migas memikul risiko dan biaya, dengan imbal hasil berupa persentase dari produksi.

Skema TSC diambil melihat perkembangan kegiatan operasional di WQ-1 yang sangat dipengaruhi oleh geopolitik yang mempengaruhi rantai pasok, kondisi sekitar wilayah timur tengah dan di Basra.

See also  Hari Pertama Dibuka, Rekrutmen Nasional PLN Group Diminati Puluhan Ribu Pendaftar

Selain PIREP, juga terdapat Kontraktor Kontrak Kerja Sama (K3S) Petrochina sebagai kontraktor utama yang sebelumnya ExxonMobil Iraq Limited, bersama-sama dengan Basra Oil Company, Itochu dan OEC State partner.

Berita Terkait

PLN Nusantara Power Resmikan HRS Merah Putih Muara Tawar, Perkuat Kemandirian Teknologi Hidrogen
Pengembangan Hydropower, 9,2 GW Proyek PLTA dan PLTM Masuk Tahapan Eksekusi
Cerita Perubahan dari Berbagai Daerah, Program TJSL PLN Hadirkan Manfaat bagi Masyarakat dan Lingkungan
Jaga Keamanan Ekosistem Digital, PLN Icon Plus Raih Indonesia Cyber Security Summit 2026
Penyempurnaan Fitur PGN Mobile, Pelanggan Bisa Catat Meter Mandiri Semakin Akurat
Berikan Pengalaman Kerja bagi Talenta Muda, Pertamina Terima 539 Peserta Internship 2026
Semangat Kemerdekaan, PLN Icon Plus Sumbagsel Perkuat Akses Pendidikan Digital bagi Anak Indonesia
Pertalite Bisa Dibatasi Akhir 2026, Motor Dipastikan Aman
Tag :

Berita Terkait

Friday, 14 August 2026 - 14:48 WIB

Pengembangan Hydropower, 9,2 GW Proyek PLTA dan PLTM Masuk Tahapan Eksekusi

Friday, 14 August 2026 - 14:41 WIB

Cerita Perubahan dari Berbagai Daerah, Program TJSL PLN Hadirkan Manfaat bagi Masyarakat dan Lingkungan

Friday, 14 August 2026 - 14:34 WIB

Jaga Keamanan Ekosistem Digital, PLN Icon Plus Raih Indonesia Cyber Security Summit 2026

Thursday, 13 August 2026 - 17:46 WIB

Penyempurnaan Fitur PGN Mobile, Pelanggan Bisa Catat Meter Mandiri Semakin Akurat

Thursday, 13 August 2026 - 09:27 WIB

Berikan Pengalaman Kerja bagi Talenta Muda, Pertamina Terima 539 Peserta Internship 2026

Berita Terbaru

Nasional

Menteri PU Kerahkan Alat Berat Tangani Longsoran Pasca Gempa NTT

Saturday, 15 Aug 2026 - 17:03 WIB

Berita Terbaru

Investasi dan Hilirisasi Jadi Penggerak Ekonomi dan Kemandirian Nasional

Friday, 14 Aug 2026 - 17:34 WIB