Setelah Pembajakan, Lebih dari 30 Kapal GSF Teguh Berlayar Berangkat Menuju Turki

Saturday, 9 May 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com – Armada kapal Global Sumud Flotilla telah sampai di Marmaris, Turki untuk singgah sementara. Lebih dari 30 kapal meninggalkan Kreta, Yunani pada Jumat (08/05) setelah sebelumnya 22 dari 53 kapal mengalami pembajakan oleh militer israel di perairan internasional, 600 mil laut dari Gaza.

Perwakilan lebih dari 50 negara akan berkumpul di Marmaris untuk seminar hukum dan rapat umum pada 10–11 Mei 2026.

Kontingen Indonesia terdiri dari lima peserta umum dan satu awak media telah berada di Marmaris.

“Peserta Indonesia telah mengikuti pelatihan wajib beberapa hari ini. Saat ini mempersiapkan kebutuhan dalam kapal, ” Jelas Maimon Herawati, koordinator Global Peace Convoy Indonesia.

Pelayaran ini melambangkan keteguhan dan ketekunan para aktivis untuk melanjutkan misi terlepas dari penculikan ilegal terhadap kontingen lain serta ancaman pengawasan yang mereka hadapi. Tujuan misi ini tetap sama, yaitu untuk membersamai warga Palestina dalam perjuangan melepaskan diri dari penjajahan dan memperoleh kembali hak-hak mereka.

Sepuluh hari setelah pembajakan israel, 175 aktivis diculik ke kapal israel, Nahshon, dan mengalami kekerasan fisik dan verbal. Para aktivis kemudian dimasukkan ke penjara isolasi dan kembali mengalami kekerasan fisik dari tentara israel.

“Baik aku dan kapten kapal, kami ditembak dalam intersepsi tersebut, kemudian ditahan di kapal israel. Kami dipukuli dan disiksa berkali-kali di perairan Yunani. Setelah itu, kami dimasukkan ke penjara isolasi selama lebih dari 30 jam,” testimoni Richard Maxim Walter, salah satu partisipan yang mengalami penculikan.

Hingga hari ini, Thiago Ávila dan Saif Abu Keshek masih ditahan secara ilegal. Penahanan keduanya berlangsung hingga Minggu, 10 Mei 2026 setelah mengalami dua kali perpanjangan. Saif yang sebelumnya menjalankan protes ” hunger strike “, meningkatkan protesnya menjadi ” dry strike ” di mana dia tidak akan makan dan minum sebagai protes terhadap proses pengadilan yang tidak sah dan tidak memiliki landasan.

See also  Masyarakat Juga Desak Kejagung Untuk Periksa Adi Toegarisman dan Achsanul Qosasi

Berita Terkait

Kementerian PU Kembali Salurkan Air Bersih bagi Masyarakat Terdampak Gempa di Ende dan Pasien di RSUD Aeramo
Pemerintah Ajak Masyarakat Isi Kemerdekaan dengan Semangat Kebersamaan dan Gotong Royong
Kementerian PU Salurkan Air Bersih untuk Warga Terdampak Gempa di Ende dan Nagekeo
Jamuan Rakyat Hilangkan Sekat Pemerintah dan Masyarakat
Gempa NTT, Kementerian PU Turunkan Tim Periksa Rumah Sakit hingga Fasilitas Publik
Kementerian PU Percepat Pemenuhan Air Bersih bagi Warga Terdampak Gempa di Pulau Palue
Semarak HUT ke-81 RI, Kementerian PU Inisasi Gerakan Irigasi Bersih
Purbaya Pastikan Anggaran Penanganan Gempa NTT Disiapkan

Berita Terkait

Thursday, 20 August 2026 - 19:08 WIB

Kementerian PU Kembali Salurkan Air Bersih bagi Masyarakat Terdampak Gempa di Ende dan Pasien di RSUD Aeramo

Wednesday, 19 August 2026 - 22:10 WIB

Pemerintah Ajak Masyarakat Isi Kemerdekaan dengan Semangat Kebersamaan dan Gotong Royong

Wednesday, 19 August 2026 - 22:03 WIB

Kementerian PU Salurkan Air Bersih untuk Warga Terdampak Gempa di Ende dan Nagekeo

Wednesday, 19 August 2026 - 09:31 WIB

Jamuan Rakyat Hilangkan Sekat Pemerintah dan Masyarakat

Tuesday, 18 August 2026 - 22:57 WIB

Gempa NTT, Kementerian PU Turunkan Tim Periksa Rumah Sakit hingga Fasilitas Publik

Berita Terbaru

Ekonomi - Bisnis

Sempat Gratis, Tol Bayung Lencir-Pijoan Segera Berlaku Tarif

Thursday, 20 Aug 2026 - 19:13 WIB